26 Oktober 2011

Keutamaan Pahala di Bulan Dzulhijjah

di 05.44
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah Dan Amalan Yang Disyariatkan


Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.
Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid”.
MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN
[1]. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah
Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Artinya : Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga”.
[2]. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :
“Artinya : Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku”.
Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. [Hadits Muttafaq 'Alaih].
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”.
[3]. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala.
“Artinya : …. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. [Al-Hajj : 28].
Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma.
“Artinya : Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad].
Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu”
“Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”.
Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.
“Artinya : Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu …”. [Al-Baqarah : 185].
Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do’a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.
Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do’a-do’a lainnya yang disyariatkan.
[4]. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.
Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.
Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya” [Hadits Muttafaq 'Alaihi].
[5]. Banyak Beramal Shalih.
Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.
[6]. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq
Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah ; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.
[7]. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-hari Tasyriq.
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Artinya : Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaq 'Alaihi].
[8]. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.
Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘Anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.
Dalam riwayat lain :
“Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”.
Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.
“Artinya : ….. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…”. [Al-Baqarah : 196].
Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.
[9]. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.
Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.
[10]. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.
Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.
[Artikel bahasa Arab dapat dilihat di http://www.saaid.net/mktarat/hajj/4.htm Disalin dari brosur yang dibagiakn secara cuma-cuma, tanpa no, bulan dan tahun]
Courtesy of Almanhaj.or.id

10 Oktober 2011

ayo ubah hidupmu dengan Al-Qur'an

di 22.34
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Bismillahirrahmanirrahim..
               Cerita ini saya dapat ketika mengikuti majelis bersama Ust. Yusuf Mansur di masjid Mujahidin UNY.  Begini ceritanya,,
Suatu ketika dalam sebuah perjalanan mobil yang digunakan Ust. Yusuf Mansur bocor, kemudian mampirlah ke sebuah bengkel tambal ban kecil. Ternyata yang menjadi montir adalah seorang lelaki yang masih muda (usia anak kuliahan) lalu terjadi percakapan antara montir dan Ust. Yusuf Mansur. Kurang lebih begini:
Ustad           : Wahai anak, sudah lama menjadi penambal ban? Apa tidak kuliah?
Pemuda        : Ustad, saya ini dulu pernah kuliah, lulus 6 tahun yang lalu, kemudian saya bekerja sebagai penambal ban ini sudah 2 tahun ustad tapi kenapa nasib saya ini tidak juga berubah? (*menghindari resiko salah ingat tahun maka tak dicantumkan,, tapi sekitar tahun 2000/ masa krismon)
Ustad       : Sambil bergumam,”ada yang salah ni dengan anak ini, sampai rizkinya dikunci Allah” (dalam hati ni ye..)
Pemuda          : Apa saran ustad untuk merubah hidup saya ini?
Ustad       : Nak, coba kamu praktekkan bila masuk adzan sholat 5 waktu maka tinggalkan semua pekerjaanmu dan bergegas ke masjid. Rutinkan 5 waktu di masjid, lalu pada pagi dan sore kamu baca surah Ar Rahman dan Al-Waqiah 3x saja kalau kamu keberatan. Lalu perbanyak tadarus dan dekatkan dirimu dengan masjid.
Pemuda          : Insyaallah ustad, terima kasih dan akan saya laksanakan.
         Kemudian ustad berpamitan dan melanjutkan perjalanan, singkat cerita. Selang setahun dari pertemuan dengan pemuda tersebut, ada sebuah surat mampir ke rumah Ust. Yusuf Mansur. ‘Di mohon untuk menghadiri pembukaan swalayan X di daerah X’. begitulah perihal surat tersebut, lalu pada hari yang dimaksud bertemulah ustad dengan pemuda yang setahun lalu ia temui. Ternyata kini pemuda tersebut telah mempunyai sebuah swalayan.
Subhanallah, la hawlawala quwwata illa billah.
Ustad           : Subhanallah bagaimana bisa kamu berubah secepat ini nak?
Pemuda       : Iya ustad, saya coba mengamalkan apa yang ustad sampaikan setahun yang lalu, saya membaca Ar Rahman dan Al-Waqiah bukan hanya 3x tapi berkali-kali ustad, dan Alhamdulillah keadaan saya berbalik 360 derajat. Ada seseorang yang meminjamkan saya uang lalu saya buat swalayan, kini Alhamdulillah keuntungan saya sudah 1 M lebih dan berencana menambah usaha lagi.
(kesimpulan jangan hanya berhenti sampai pada harta/ apa yang ia dapatkan,, tapi perkiraan saya pasti banyak hal yang dia amalkan bukan sekedar sholat dan mengaji)
Note: amal yang kecil tapi konsisten lebih Allah cintai dari pada besar tapi jarang2.
Ustad juga berpesan, “jangan sampai kesibukan dunia menjadi alasan untuk tidak membaca qur’an, niatkan saja “ Ya Allah aku membaca Al-Qur’an dan tolong selesaikan duniaku, Ya Allah aku ingin jodoh, Ya Allah aku butuh biaya untuk kuliahku, Ya Allah aku butuh pekerjaan dan apa saja yang kita inginkan sampaikan kepada Allah”.  Karena kalau mengeluh pada manusia yang sama2 lemahnya percuma,, mending langsung saja sama yang punya dunia.
Singkat cerita……
 (begitu semangatnya,, sampai lupa banyak tugas kuliah. Energi besar pengen nulis dikit soale buku ni mo q kembalikan,, hehe resiko pinjeman .^-^!!!)))
Buku PANDUAN CEPAT MENGHAFAL AL-QUR’AN karya Ahmad Salim Badwilan adalah tips dan langkah A-Z buat siapa saja yang ingin menghafal Al-Qur’an. Loh, ngapain harus dihafal? Berat taw,, lembar aja ada 302 lmbar (yang pojokan)
(Owalah intinya ini tow,, hehe, iya yang tadi Cuma sharing cerita)
Hehe.. jalani dulu, ga usah di buat berat.. santai tapi terprogram, ajaib lho.. misal hari ini kita menghafal satu surat (hafal bener tapi.. ) tu tidak akan lupa sampai mati, atau ketika kita lama tidak membacanya (jangan sampai…) tetap lengket, paling tidak org lain membaca kita tahu bunyi ayat itu.. subhanallah..
Tau penyakit Al-Zhaimer (pikyun), tidak akan dialami oleh para huffadz (penghafal qur’an). Yang paling menyenangkan adalah org tua kita akan diberi mahkota di surge kelak, (aduuuh jadi makin tertarik ini).
Ayo menghafal…
 
9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya

45. dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,
Nasihat bagi para penghafal:
-      Bersikap rendah hati dihadapan Allah SWT dan memperbanyak doa. Sabda Nabi SAW, “ akan dikabulkan doa seorang hamba selama tidak berdoa tentang hal2 yang berdosa, tidak memutuskan silaturrahmi, dan tidak tergesa2. (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
-      Jadikan Al-Qur’an wirid harian anda.
-      Rutinkan membaca dzikir pagi sore, saat menjelang tidur dan doa2 penjagaan ex: muawwidzatain,
  •       Hadiri majlis2 ulama terutama kajian Al-Qur’an, jika ada uzur prioritaskan sesuai pertimbangan.
  •      Hendaknya memiliki teman yang bisa membantu mengingat Allah S
  •       Bila sholat dibelakang imam dan kebetulan hafal ayatnya, jadilah pendengar bukan pengkoreksi. (Dari Abu Hurairoh ra. Rasul SAW besabda,”Barang siapa yang mempelajari suatu ilmu untuk berbangga-banggaan dengan para ulama, dan mendebat orang-orang bodoh atau untuk memalingkan wajah banyak org kepadanya, maka Allah akan memasukkan orang itu kedalam neraka jahannam)
  •       Ketahuilah bahwa ilmu yang pertama adalah menghafal Al-Qur’an. Setiap ayat yang dihafal merupakan pintu menuju Allah.
  •           Jagalah wudhu dan berlaku ihsan.
  •      Terus-menerus beristighfar karena sebab lupa salah satunya adalah dosa.Ibnu Qoyyim dalam kitab Al-Fawa’id: dosa itu seperti luka yang terkadang membawa pada kematian. Tidaklah seseorang dicambuk lantaran dosa yang lebih besar dari kekerasan hati dan jauh dari Allah SWT. Hati yang paling menjauh dari Allah adalah hati yang keras. Apabila hati menjadi keras, maka mata menjadi kering. Keras hati karena 4 hal yang apabila melampaui kadarkebutuhan : makan, tidur, berbicara, dan bergaul.
  •    Berhati-hati terhadap tipu daya terhadap Al-Quran yang telah dihafal (jaga tawadhu dan niat untuk mencari ridha Allah)
  •   Ketahuilah saudaraku menghafal Al-Qur’an adalah bentuk kenikmatan bagi penghafalnya. Karenanya pujilah dan syukuri nikmat ini.

           Ya Allah jadikan Al-Qur’an ini cahaya dihati kami. Hujamkan kecintaan kedalam hati kami dan putra-putri kami untuk membaca, menghafal dan berpegang teguh kepadanya. Jadikan ia sebagai cahaya bagi jalan kehidupan mereka. Amin ya Rabbal Alamin
Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review