16 Mei 2013

Mana Singamu?

di 22.51
Reaksi: 
0 komentar
selalu Alhamdulillah..
Hari ini mantep registrasi S2 UIN, yah... cita-cita dan asa orang tua yang kuat untukku. Ibu Bapakku memang orang pendidikan yang tak cukuo menyantap "bangku" sekolah. Birokrasi yang berlaku memang menjadikan mereka "cepat" kerja, menjawab tantangan zaman yang butuh "abdi negara". Kini zaman tak lagi sama. Perlu daya kuat dan tekad bulat untuk mewujudkan beragam asa. Filosofi orang tua kan "Anakku harus lebih baik dariku, yah minimal seperti aku lah". okelah aku kan berusaha wujudkan asa.

mak jleb baca message teman "mba aku ikut yang non reg" yaah... gak jadi bareng ni. langsung lemes, nyali ciut dan gak semangat (apalagi mau ke bank tu berat banget #berat ngeluarin duit sih).
lalu tiba2 roda berputar ke tahun 2009 dimana aku baru saja keluar dari sangkar "kedamaian" setelah tuntas 7 tahun belajar dan mengabdi. Saat itu masih teringat jelas bagaimana semangatku untuk kuliah, mulai dari tempat kuliah (UIN) yang saat itu tak diizinkan bagi kami karena dianggap bak "cuci otak" bagi santri2 yang selama ini di gembleng agama. Tapi aku nekat aja, sembari melakukan tugas pokokku di tahun terakhir (mengatur belanja dan makan santri) "sekali merengkuh 2-3 pulau terlampaui", sambil mampir mendaftar di UIN. Nakal memang, tapi gimana lagi MASA DEPAN adalah tanggung jawabku dan aku yang bertanggung jawab atasnya. mulai dari cari info-daftar-tes-sampai diterima pun aku masih diam2. barulah detik2 kepulanganku ku utarakan pada pengasuh #ibuku nding yang ngomong.
dulu inget juga kata mbak2 pondok "Ning koq kamu gak punya malu" kepedean, pede ngutang saat2 uang belanja belum turun, pede tanya2 kalo lagi nyasar, bahkan pede minta "minta apa aja.. buat umat kok"
Masih ingat banget dulu mau daftar aja poto sendiri di kamar pas orang2 lagi pada sholat subuh, krn poto "urgent"banget untuk daftar hari itu. lalu cepet2 ngumpetin hape karena anak pengabdian gak boleh bawa hape #KTM jadi saksi poto "ngumpet2" itu, ospek sendiri, lakukan tugas apapun sendiri. pokoke benar-benar sendiri, ditambah lagi aku mempunyai interpersonal yang kurang baik #belum akrab sama hawa luar. Tapi toh 3 tahun 2 bln kurang (gak sombooong lo) aku bisa kok. Nah lo,, koq ini hanya 1,5 tahun (amiiin) aja aku takut begini ya. Wes mantepkan hati, Bismillah mulai petualangan ini.
Syukuri karena banyak teman yang tidak mempunyai kesempatan ini, karena kesuksesan tidak melulu di bangku kuliah namun ada madrasah kehidupan yang lebih abadi ilmunya. Keep spirit nook :D

"Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang kau Dustakan"

apalagi yang kurang????????

                                                                                                              bedroom, 160513. 22.47 

Tulang Rusuk Tak kan Pernah Tertukar ^^

di 22.15
Reaksi: 
0 komentar

Alhamdulillah wa syukurillah

sejenak meninggalkan kegalauan hati melihat teman yang menikah silih berganti. mengalihkan memang tak mudah dimana aku belum punya aktifitas rutin. yah, S1 sih udah kelar (Alhamdulillah) tapi SIM (surat izin Mengajar ) apalagi SIM (Surat Izin Menikah) dari ortu belum dapet juga. Prinsipku bahwa "apapun yang orang tua katakan TURUTI dan IKUTI nasihatnya" kan memang kita masih hak orang tua walau merasa matang secara usia.

oya, cerita dulu ah.. sejak beberapa teman menikah memang ada rasa-rasa "ingin" juga. Wajarlah, cewek normal gituh. ditambah sinyal-sinyal yang semakin kuat mengudara, entah tower apa yang begitu kuatnya hingga beberapa teman pun menangkap sinyal itu. mulai dari mbak2 (mbaknya temanku) tinggal di Bandung dan kami lamaaa banget gak ketemu yang tiba2 kirim message banyak banget yang menanyakan kenapa belum nikah, kapan, mengapa (5W+1H) lah. sampai2 mau dicarikan sama si mbak itu, aiiih baik banget mbak. nasehatnya padaku "Lanjut pendidikan bagus, tapi kamu itu eman lo ning gak nikah dulu". duh mbakyu pengennya aku ikuti saranmu, tapi....

Ahad 1 di pondok sekian lama tak bertemu Ustadzah yang subhanallah ilmunya bak sumur di tengah padang sahara, airnya menyegarkan hingga dikira surga #apaan ini. Pengajian itu banyak nyebut2 "nyindir" aku si alumni yang males "sowan" ke pondok.. malunyaaaa...
diakhir halaqoh Ustadzah yang q anggap ibu ke-2 menanyakan mulai aktifitas serta menasihati agar segera menikah. apa lagi yang dicari perempuan jika usianya telah cukup, wanita memang tak wajib tuk mencari nafkah. Juga tak baik menunda menikah, Orang tua akan berdosa bila anak gadisnya sampai pacaran bahkan bermaksiat karena dihalang-halangi untuk menikah. "Ayo orang tuamu dikasih pengertian ini, dosa lo larang2 anaknya menikah padahal telah mampu, ada jodoh. po mau tak carikan? -Gleeeg.. cerita usai disini 

Trus esoknya sore hari berangkat rapat badko Kalasan, disini pun tak sengaja (rencana Allah pastinya) aku duduk sebelahan sama mbak2 yang ternyata temen seangkatanku kuliah, ini istrinya Ust .Wahyu. woow.. baru kenal padahal tapi udah luar dalam aja nasehatin aku (sampe aku ga tau apa isi rapat sore itu). 
Lebih kurang sama pertanyaannya (5W+1H) juga. yang paling ngancem tuh kata2nya "Jangan berani-berani loh nolak ikhwan yang baik agamanya". Dia pun bercerita ketika semester 6 menikah orang tuanya belum mengizinkan namun si calon suami dengan sungguh-sungguh meyakinkan orang tua si calon istri. Alhamdulillah sekarang hidup lebih tenang katanya, suami saya jadi tulang punggung bahkan ortu kami yang dulu kurang yakin pun kini "ngandelke" kami untuk urusan apapun. Wah.. berbinar-binar aku mendengar segala ceritanya. 
dan beberapa kisah lagi yang mengusik hati (koq yo beruntutan ketemu orang2 yg spiritnya oke gini)

Terakhir saat mulai menenangkan diri, sambil menyalakan laptop, ngonekin internet. eladalaaah... aq mbaca postingan mbak2 yang judulnya mirip #mirip apa ya.. Jadi mbak2 itu dilarang keras menikah dan harus menyelesaikan s2 nya dulu. Namun, si Ikhwan yang gigih itu datang hingga akhirnya sungai menemukan muaranya #syahdu lah pokoke

Yah, itulah kalian dan ini aku. aku tak ingin egois namun aku menunggu ridho. Ridho hingga orang tua dengan  ikhlas bertitah padaku. Ridho yang menjadikan tiket surga di kakinya untukku. Ridho yang menjadikan bumi pun bertasbih. semoga.. segera.. Doanya...

"Pak Ndut"

di 21.38
Reaksi: 
0 komentar
pak ndut..begitulah ia akrab di sapa,
pembawaannya yang ramah membuat siapapun baik kenal ataupun tidak akan terpana dengannya. berbeda dengan namanya, pak ndut adalah lelaki kurus yang merantau ke jogja untuk mencari sebongkah berlian meninggalkan anak istri di cirebon.

Siang tadi tetangga sebelah (bulek) rame bersih2 karena pak ndut datang, bersamaan dengan itu aku keluar untuk memandikan revo cantikku, eh di sapalah "Mba alim, nikah sama orang cirebon ya" weew.. aku yg saat itu membawa ember+sabun tercengang "tu orang SKSD deh,, lum kenal dah sok akrab aja #mbatin.. terjadilah percakapan2 jarak jauh. akhirnya bapak itu menanyakan ibuku yang langganan jualan rosok padanya.

Sore menjelang si bapak datang, tapi hanya "say hello" lalu ke tetangga belakang rumah untuk solat asar *keren ni bapak (batinku) seharian muter2 sambil nunggu ibuku pulang sekolah ibadah tetep kuenceng 
lalu mulailah kami mengeluarkan seluruh "sampah" bersih dari rumah mulai buku2 skul yang tak terpakai, botol, plastik dsb dst...

sambil sibuk pilah-pilih aku bercerita "pake dipilih2 disini ya pak, pengalaman aku dulu jual rosok ya langsung timbang aja ga pake dsortir segala"
"yah, sebenarnya gitu bisa mba, cuma saya gak tega selisih haganya jauh.. kalo kertas putih perkilonya 1400, duplek (buram dsb) 500, kan jauh to mba. kita kerja apapun cari barokah dan ridhonya si penjual, kan ini untuk makan anak istri saya di kampung, itu lo bu (sambil mengarah pada ibuku) tak kirim lewat A..T.M.. hihiii padahal gak seberapa yang penting cukup" jelasnya
hmmm,,, jujur amat ni bapak (batinku lagi)
sambil asik menyortir si bapak menyapa setiap orang yang lewat (tambah kagum aja.. aku yg orang sini gak akrab sama mereka)

Segelas kopi dibuatkan ibu menemani pak ndut dan aku yang mengantarkan ke depan "aduh, ni kopi dikasih apa ya koq badan jadi seger banget, duh mbaknya bikin kopi gimana tuh kok badan saya jadi enak gini" wolala si bapak gak tau aja aku cuma mbawain 

Lanjut dengan pesan-pesannya, "Bu aku di tanya orang2 sini pake pelet apa koq sehari aja gerobak dah penuh gini, padahal tiap habis tahajud kan qt selalu doa "Ya Allah jauhkan aku dari orang-orang dzalim, "rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a'yun, wajalna lil muttaqina imama". kalo udah doa itu apa lagi yg mau di sombongkan ya bu, wong kita ini ya gini2 aja. gak punya apa2, semua titipan dan ujian. ngapain iri liat rejeki orang lain kalo selama ini kita masih cukup, keluarga sehat. Wah terima kasih pak ndut, jumpa pertama langsung jatuh cinta ni.




                                                  













halaman rumahku, 16.00, 160513




3 Mei 2013

AYo ingat mati

di 21.48
Reaksi: 
0 komentar
Bila Izrail datang memanggil
Jasad terbujur di pembaringan
Bila Izrail datang memanggil
Jasad terbujur di pembaringan

Seluruh tubuh akan menggigil
Terkujur badan dan kedinginan
Seluruh tubuh akan menggigil
Terkujur badan dan kedinginan

Tiada lagi gunanya harta
Kawan karib sanak saudara
Tiada lagi gunanya harta
Kawan karib sanak saudara

Jikalau ada amal di dunia
Itulah hanya pembela kita
Jikalau ada amal di dunia
Itulah hanya pembela kita

Janganlah mahu disanjung-sanjung
Engkau digelar manusia agung
Janganlah mahu disanjung-sanjung
Engkau digelar manusia agung

Sedarlah diri tahu diuntung
Sebelum masa keranda diusung
Sedarlah diri tahu diuntung
Sebelum masa keranda diusung

Datang masanya insaflah diri
Selimut putih pembalut badan
Datang masanya insaflah diri
Selimut putih pembalut badan

Tinggal semua yang dikasihi
Berbaktilah hidup sepanjang zaman
Tinggal semua yang dikasihi
Berbaktilah hidup sepanjang zaman

Bila Izrail datang memanggil
Jasad terbujur di pembaringan
Bila Izrail datang memanggil
Jasad terbujur di pembaringan

Seluruh tubuh akan menggigil
Terkujur badan dan kedinginan
Seluruh tubuh akan menggigil
Terkujur badan dan kedinginan


tiba2 saya teringat teman PPL 2 di MAN Yogyakarta 1 dulu. mas Kasim yang kepergiannya membuat kami shock dan kaget. siang itu saya di sms oleh teman bahwa kasim meninggal, karena sudah terlanjur janji mau ngeles akhirnya saya tunda takziah dan memilih les dulu baru nanti mampir. kosny memang cukup jauh yaitu di jl. Wahid Hasyim dan anak les saya udah panik karena PR nya saat itu cukup banyak.
gemetaran saya membalas sms teman2 yang menanyakan perihal kejadiannya tapi saya pun tak punya cerita apa-apa.
sambil berjalan menuju jl. kaliurang km.10 panik, zikir dan kenangan MAN 1 campur aduk. mengingat betapa dia dulu pribadi yang begitu "keras" dimata saya. banyak hal yang saya dapat darinya selama 3 bulan pertemanan kami. yah itulah

26 April, hari yang bersejarah bagiku. 24 tahun sudah berada di bumi Allah ini, alhamdulillah. sontak kaget dengan meninggalnya UJE alias Ustad Jefrry Al-Bukhori yang terlihat segar bugar namun bi-iznillah Allah ambil haknya. Innalillahi wa inna ilaihi ro'jiun

kematian memang siklus manusia, lahir-anak2-dewasa-tua-meninggal. tak ada yang bisa menduga di fase mana ia diambil, di bumi mana ia meninggal.

hikmah yang saya ambil :
  • selalu jaga wudhu dimanapun dan sikon apapun
  • utamakan sholat 5 waktu diawal waktu
  • jangan tunda kebaikan
  • minta maaf kepada siapapun baik kawan maupun lawan


Wallahu 'alam bisshowaf, semua kita mendamba khusnul khotimah namun Allah jua yang kuasa dengan takdir-Nya.


                                                                                                                    kalasan, 5 Mei 2013. 21.47
Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review