29 November 2013

Kapan Mau Menghafal Qur'an??

di 07.42
Reaksi: 
0 komentar

Menurut riwayat Ibnu Sina Ia menamatkan Qur'an usia 10 tahun (jadi ia menamatkan al Qur'an dalam masa 3 tahun, kalau masuk kutab 7 tahun)
Al Amin bin Harun Ar Rasyid mulai belajar dalam usia 4 tahun
Ath Thabary tamat mengahafalkan Qur'an usia dalam usia 7 tahun, ia mulai mengahafal usia 5 tahun, qur'an tamat dalam 2 tahun
Imam Syafi'i selesai mengahafalkan QUr'an usia 7 tahun.

Ibnul Araby menghafal usia 9 tahun. 2 tahun menghafal 3 tahun belajar ilmu lain.
Saat itu murid-murid yang selesai dengan cepat akan diberi keistimewaan dengan diperbolehkan berlibur. yang berhasil lulus dengan hasil gemilang akan dikirap dengan naik unta dan disepanjang jalan mereka dilempari buah almond.

Lalu kita diusia berapa mau menghafal qur'an??

ZIKIR IMAM GHOZALI

di 07.33
Reaksi: 
0 komentar

Dalam sebuah ceramah pagi di MQ FM, ada ustadz yang memberikan zikir yang bagus untuk diterapkan. Tentu tidak melupakan bahwa sebaik-baik zikir adalah membaca Quran 
Zikir ini diterapkan setiap hari dalam aktifitas apapun,


Jumat ya Allah

Sabtu la ilahala

Minggu ya hayyu ya qayyum

SeninLa haula wala quwwata illa billah

Selasa sholawat

Rabu istighfar

Kamis subhanallah bihamdihi subhanahil adzim


12 November 2013

Efek Positif Gossip

di 14.46
Reaksi: 
0 komentar
Tayangan Ayu ting-ting entah mengapa mempengaruhi rasa "nrimo" saya sehingga tambah ikhlas saja menghadapi hidup ini. Tidak perlu ada yang dirisaukan dan di takutkan dalam hidup. Yang penting menyiapkan semuanya dengan maksimal, masalah hasil pasrahkan pada Ilahi. 
Melihat dia yang selalu tampak 'biasa' yang ditinggal suami bahkan suaminya seperti 'lepas tangan' dan acuh saja terhadap si ayu..
Atau meliha si Edies yang suaminya menipu orang, yah.. hatinya entah tapi dhohirnya begitulah
==> Ibrah lain melihat gosip, tidak melulu mengenai hal negatif

Saat banyak waktu kosong begini malah tidak produktif -_- 

8 November 2013

Menyiapkan Calon Penulis dari TPA

di 22.27
Reaksi: 
0 komentar
TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an) menjadi salah satu alternatif belajar bagi anak-anak disore hari yang sudah ada sejak lama. Namun seiring berkembangnya zaman, kondisi yang ada tidak lagi seantusias zaman nenek kita dulu. Anak-anak sekarang selain disibukkan dengan les-les yang “dianggap” menunjang masa depannya mulai dari les bahasa inggris, musik, les mata pelajaran sekolah, ikut karate, pencak silat, sanggar tari dan sebagainya juga tergiur oleh aneka permainan sampai gadget yang menyenangkan.

Perkembangan tekhnologi sedemikian rupa mengakibatkan banyaknya pilihan bagi anak yang menyita waktu serta membuatnya tidak aktif. Lembaga seperti TPA harus punya stategi bagaimana menarik minat santri untuk tetap datang TPA.

Salah satu yang saat ini ingin terapkan adalah menulis. Menulis apapun yang mereka bisa mulai dari puisi, cerita, pengalaman dan nanti saya bantu kirim ke media. Memang sulit, mengingat anak-anak saya ini hidup di desa dan akses dari orang tua kurang begitu baik. Awalnya mereka kebingungan ketika saya minta untuk menulis apapun yang mereka suka. Sedikit memang yang suka atau bisa dibilang anak-anak tidak tau menulis itu mulai dari mana dan akan menulis apa.

Saya pun mengakui bahwa menulis memang tidak mudah apalagi jika tak terbiasa. Untuk membiasakan mereka menulis sesulit apapun itu peru strategi dan latihan keras. Iming-iming dimuat dimedia massa yaitu selain bangga namanya masuk majalah/koran juga mendapat uang jajan tambahan ternyata menambah antusias mereka, bahkan beberapa anak langsung ingin menulis dan ada juga yang menggambar.  Banyak sekali koran/ majalah yang menerima tulisan anak TK-SD usia TPA seperti: majalah Bobo, KR minggu pagi, Annida, Majalah Mombi (untuk TK dan SD), Kompas Anak (Rubrik anak tiap hari Minggu yang menerima karangan, puisi, dan resensi buku khusus untuk rubrik, Majalah Aku Anak Saleh yang menerima cerpen anak islami dan banyak lagi alternatif lainnya.

Kondisi TPA yang sepi memang terjadi dibanyak tempat, dengan berbagai kendala dan hambatan. Namun bukan solusi jika harus menyalahkan zaman, karena tanpa bisa dibendung zaman akan terus bergulir dan teknologi akan tumbuh sedemikian pesatnya. Kalaupun menyalahkan pemerintah yang tidak kunjung mengucurkan dana untuk operasional, maka sampai kapan kita menunggu dana tersebut turun. Perlu kreatifitas dan kerja keras serta kerja ikhlas guru TPA dalam mengajar. Para penulis besar bisa kita munculkan dari TPA, sebagai selingan mengaji mereka pun bertambah wawasan tentang kepenulisan. Bila guru-guru TPA lepas tangan dan acuh terhadap kurikulum yang berkembang di TPA maka siapa lagi yang akan peduli dengan generasi emas ini?



Sri purwaningsih Romadhon
Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga

Endank Soekamti ^^

di 16.18
Reaksi: 
0 komentar
Lagu yang easy listening (sekarang)
==> pas sama kondisi hati *_*




Apa kabar mu Teman-temankuKu tahu kamu setia menungguWalaupun aku selalu sangsimuKini ku datang hanyalah untukmu



Reff:
Aku ada di sini menghiburmuSekali lagi seperti duluSenang ataupun susahSelalu ceria Long Live My Family



Ku ingat semua tingkah gilamuKu ingat juga wajahmu yang lucuKita semua seperti saudaraTumbuh bersama sampai kita tua



Apa kabarmu teman-temankuLama tersa tidak bertemuMungkin dirimu telah banyak berubahJadi apapun tidak masalah



Back To Reff



6 November 2013

Pak Muqowim,

di 09.09
Reaksi: 
0 komentar
Mengawali Tahun Baru 1435 H ini,,
Perbaiki diri dan Konsisten terhadap target..
Bismillah, 

Saya mau cerita tentang dosen/ orang2 yang saya kagumi selain..Ayah--Ibu yang otomatis jd motivator no 1
inspirasi, samudra tak bertepi
Ada dosen di kampus saya yang cukup menyita perhatian, awal kuliah dg beliau sudah terasa dosen ini punya inner yang kuat.
gelap bgt :D

2 November 2013

Jadi Pendidik Cerdas dengan Tekhnologi

di 09.41
Reaksi: 
0 komentar
Teknologi merupakan angin segar bagi dunia pendidikan. Tak terelekkan lagi alat komunikasi seperti HP tidak sedikit bentuk dan ragam desainnya, bahkan dalam hitungan hari sudah muncul lagi jenis HP yang baru. Itu baru HP, kini bak jamur di musim penghujan berbagai tablet, ipad, laptop mini dan lain sebagainya saling bersaing untuk memunculkan yang terbaik. Angin segar ini haruslah ditangkap para pendidik khususnya dalam pembahasan ini. Mengapa? Inilah sarana efektif salah satu media yang manfaatnya sangat besar, rugi sekali bila disia-siakan oleh pendidik.

Kenapa harus media teknologi?

Tak dapat dihindari lagi semua lini kehidupan kita berhubungan dengan tekhnologi. Untuk absen saja para guru di sekolah mulai dasar hingga dosen di perguruan tinggi sudah menggunakan finger print (absen sidik jari) yang memudahkan kerja staf Tata Usaha, contoh kecil betapa dekatnya teknologi dengan kita. Tidak seperti dahulu seseorang bisa saja mengelabui dengan tanda tangan palsu atau “titip” ke teman. Tes kerja atau tes masuk sekolah (SMP, SMA dan perguruan tinggi) juga sudah menggunakan CBT (Computer Based Test) yang dipercaya lebih akurat dan tak ada kongkalikong antara petugas dan siswa yang di tes. Teknologi hadir bukan untuk dihindari, menghindari sama saja kembali ke zaman purba dan anti progresif (kemajuan). Tetapi manfaatkan ia sebijak mungkin untuk membantu kerja kita, meminimalisir “lupa” dan meringkankan tugas-tugas untuk mencapai target berikutnya.
Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review