14 Maret 2014

LOMBA UPDATE

di 06.39
Reaksi: 
Ini hanya beberapa yang saya dapatkan, mungkin bisa ditambahkan ato revisi lagi yaak.
DL adalah Deadline akhir/ batas pengumpulan lomba...
  • CERPEN, ESAI FOTOGRAFI, DL 14 MARET (KHUSUS S1/D3 dan SMA)
  • Lomba Menulis Cerpen OBOR AWARD 2: Inovatif dan Progresif

    Lomba Menulis Cerpen OBOR AWARD 2
    Wujudkan Mimpi Anda Menjadi Pengarang Terkemuka dan Mendunia
    Sajikan ragam kearifan budaya lokal (daerah) ke ajang sastra internasional.
    Berhadiah OBOR AWARD, Uang Tunai dan Royalti Penjualan Buku
    20 Cerpen Pemenang akan diterbitkan Pustaka Obor. Antologi Pemenang Lomba Menulis Cerpen Obor Award tersebut akan dipamerkan dan djual di Frankfurt Book Fair 2015 pada saat Indonesia menjadi Guest of Honor (Tamu Kehormatan) dalam pameran akbar ini.

    Syarat-Syarat Lomba

    1. Lomba terbuka bagi umum berusia 16 – hingga tak terbatas, warga Indonesia di Tanah Air maupun yang bermukim di luar negeri
    2. Lomba dibuka 20 Februari 2014, ditutup 30 Agustus 2014 (Stempel Pos/Jasa Kurir)
    3. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia literer dan komunikatif
    4. Naskah yang dilombakan karya asli (bukan jiplakan, terjemahan atau saduran), belum pernah dipublikasi dalam bentuk apa pun. Juga tidak sedang disertakan lomba serupa. Jika terjadi praktik plagiat, kemenangan karya dibatalkan dan dituntut secara hukum pelanggaran Hakcipta.
    5. Tema bebas. Cerita mengangkat potret kehidupan dan masyarakat sekitar kita. Dengan kata lain, mengangkat kearifan budaya lokal atau lingkungan di mana pengarang bermukim. Diharapkan cerita pendek yang dilombakan dapat memberikan pencerahan pembacanya.
    6. Panjang naskah 5 – 10 halaman A4, 1,5 spasi Times New Roman 12 Font, 2 (dua) rangkap, dilampiri file naskah dalam CD/DVD, foto copy identitas KTP/Kartu Pelajar/Paspor/SIM (Pilih salah satu). Naskah dilampiri sinopsis cerpen dan Biodata Pengarang serta alamat lengkap. Cantumkan HP yang mudah dihubungi.
    7. Setiap peserta boleh mengirimkan maksimal 2 (dua) judul. Naskah yang dilombakan dilampiri Bukti Bon Pembelian buku-buku terbitan Pustaka Obor minimal Rp 100.000,- (akumulasi pembelian dari bulan 20 Februari s/d 5 Agustus 2014 ).
    8. Naskah dikirim ke Sekretariat Lomba Menulis Cerpen OBOR AWARD ke: Jalan Plaju No.10 Jakarta Pusat. Masukkan ke dalam amplop tertutup dilampiri persyaratan Butir 7 dan 8, naskah per judul rangkap 2 (dua): asli dan fotocopy.
    9. Naskah yang dikirimkan tidak dikembalikan (menjadi milik penyelanggara)
    10. Pengumuman pemenang 6 Oktober 2014 akan diumumkan FB Yayasan Pustaka Obor Indonesia, FB Oboraward Komunitas dan situs: www.rayakultura.net serta situs: www.obor.or.id dan jejaring sosial Komunitas Sastra dan Kepenulisan.

    Daftar Pemenang dan Hadiah sebagai berikut:

    - Pemenang 1: OBOR Award, Uang Tunai Rp 2.500.000,- + Royalti Penjualan Buku
    - Pemenang 2: Piagam OBOR, Uang Tunai Rp 2.000.000,- + Royalti Penjualan Buku
    - Pemenang 3: Piagam OBOR, Uang Tunai Rp 1.500.000,- + Royalti Buku
    - 17 (Tujuh Belas) Pemenang Karya Unggulan masing-masing memperoleh: Piagam OBOR, Paket Buku Terbitan OBOR + Royalti Penjualan Buku
    - Pajak hadiah uang tunai ditanggung para pemenang.
    - Surat Kontrak Penerbitan Buku akan disusun sesuai dengan keperluan
    * Info lomba dan update warta lomba silakan Add FB: Oboraward Komunitas
    * Konsultasi e-mail ke: rayakultura@gmail.com

    Jakarta, 16 Februari 2014
    Ketua Pelaksana Lomba,
    Naning Pranoto 

    • EVENT NULIS #BERGURUPADATOKOHMUSLIM (YUK BIKIN BUKU ISLAMI-TEEN-INSPIRATIF RAME-RAME LAGI) 

      dari http://ediakhiles.blogspot.com/2014/03/event-nulis-bergurupadatokohmuslim-yuk.html 



      Baca dulu ini ya.
      ORANG KEREN PASTI BISA NAHAN DIRI!
      By @edi_akhiles
      “Tidaklah akan memuliakan wanita kecuali laki-laki mulia
      dan tidaklah akan menghinakan wanita kecuali laki-laki hina”
      (Ali bin Abi Thalib)
      Pernahkah kamu menyaksikan seorang cowok (ya tua, ya muda) memarah-marahi wanitanya (bisa pasangannya atau keluarganya) di keramaian sebuah mal?
      Nggak sedikit kita menjumpai pemandangan begitu kan. Atau, jangan-jangan, kita pula nih yang menjadi bagian dari pelakunya. Setidaknya, pernah melakukannya.
      Please deh, Guys!
      Nggak peduli berjenis kelamin wanita atau laki, semuanya sama manusianya. Sama punya perasaannya. Sama punya malunya. Pun semuanya sama punya peluang untuk melakukan kesalahan.
      Bahwa orang lalu melakukan sebuah khilaf dalam hidupnya, ya wajar aja kan. Manusiawi. Mahallul khata’ wan nisyan. Tempatnya salah dan lupa. Bukankah yang terpenting dari sebuah kesalahan yang telah terjadi ialah bagaimana setiap kita mengambil pelajaran darinya untuk kebaikan di esok harinya?
      Hemm, memarahi orang yang dianggap berbuat salah emang mudah banget. Bahkan, rasanya, enak banget. Lebih enak dari pizza kali.
      Tapi, ingat deh, bahwa meskipun tujuan kita untuk memberikan peringatan atau nasihat mulia pada seseorang yang berbuat salah, sebutlah misal pasanganmu, kita harus memelihara nama baiknya. Martabatnya. Kemuliaannya.
      Apa coba yang bakal menimpuk kepalanya saat kau memarahinya habis-habisan di depan orang lain? Di keramaian?
      “Udah kubilang jangan beli itu, masih saja ngeyel! Telinga apa tanduk sih itu? Dasar bego!”
      Uuhhh, bayangin deh kamu sendiri dihajar amarah seperti itu. Bayangin, bentar aja!
      Sontak, tubuhmu seolah habis kan. Lenyap. Punah diterkam mata-mata orang ramai yang menatapmu sedemikian rupa.
      No!
      Jangan pernah lakukan itu. Tahan diri, tahan emosimu, sederas apa pun, lalu bicaralah dengan baik saat sikonnya udah tepat. Tempat dan waktunya udah pantas. Itu baru namanya lelaki mulia.
      So, sebaliknya, jika kau nggak bisa menahan diri, mempermalukan wanitamu di depan orang lain, itu berarti sesungguhnya kau bukanlah laki-laki mulia. Iya, kau hina, Sob!
      Simak aja tuh wejangan sahabat Rasulullah Saw., Ali bin Abi Thalib di atas tuh. Jelas kan? Kagak mungkin kan kau menyatakan dirimu mulia tapi kau demen menghinakan orang lain, termasuk wanitamu?
      Nggak logis banget.
      Itu emang baru satu contoh kasus lho ya. Masih seabrek jenis kejadian yang bisa kita jadikan ukuran apakah “kita ini mulia atau hina” berdasarkan nasihat Ali bin Abi Thalib tersebut.
      Mari introspeksi, mikir-mikir, renungkan, dan paksain dirimu untuk menjadi bagian dari laki-laki mulia yang tercermin dari kata-kata dan sikap-sikapnya yang memuliakan wanitanya.
      Oke, Guys?!
      ****
      Yuk, yuk, mareeeee…..
      Ikutin event menulis #BERGURUPADATOKOHMUSLIM ini. Itu di atas hanya sebuah contoh dari “karakter tulisan” yang kita inginkan ya. Jadi, perhatikan benar ya!
      Tulisanmu harus mengandung unsur: (1) Mengutip kata-kata mutiara di awal tulisan dari tokoh-tokoh muslim terkemuka. Misal sahabat atau ulama terkenal salaf (bukan ustadz tivi, apalagi hasil kontes, ntar marah-marah lagi atau minta bayaran selangit #eh). (2) Mengandung nilai inspiratif buat pembacanya, (3) Disajikan dalam bentuk ringan ala remaja (boleh cerita atau narasi/analisa/paparan).
      ****
      Kelak, naskah-naskah terpilih akan kami terbitkan dalam buku, didistribusikan se nusantara, dan namamu) akan dipajang di dalamnya. Syaratnya?
      Syarat teknis:
      1. Karakter naskah Islami (tidak harus mengutip ayat atau hadits pula sih). Tidak mengandung SARA.
      2. Gunakan gaya bahasa yang ringan-ringan ala teen saja. Penyajian ringan tapi inspiratif jelas berpeluang besar untuk lolos.
      3. Berlaku hanya dari tanggal 10 Maret 2014-10 April 2014.
      4. 1 orang hanya boleh mengirim 1 tulisan. Tulisan diketik dengan font Times New Roman ukuran  12 pts spasi ganda (spasi 2), antara 2-3 halaman (sudah termasuk alamatmu). Kasih judul dan nama akun tweetermu (atau namamu) di bawah judul. Juga sertakan nama asli dan alamat lengkapmu di bagian akhir tulisanmu (ini penting untuk ngirim bukunya nanti kalau sudah terbit jika naskahmu lolos). Misal:
      Yang Banyak Baiknya Pasti Banyak Sahabatnya
      @iyunk-Myunk
      5. Ukuran kertas A4 dengan page setup: 4 – 3 – 4 – 3  (kiri-kanan-atas-bawah).
      6. Tulisanmu kirim ke email: berguru.divapress@gmail.com dengan subjek #BerguruPadaTokohMuslim.
      7. Badan email dibiarkan kosong. File tulisanmu diattach.
      8. Peserta diwajibkan LIKE fanpage Penerbit DIVA Press dan follow Twitter @divapress01
      9. Buat status di wall FB kami dan tweet yang isinya “Asyik, saya nggak DL-er, udah ngirim tulisan #BerguruPadaTokohMuslim @divapress01 @edi_akhiles
      Penjurian:
      1. Penjurian akan dilakukan maksimal 30 hari setelah penerimaan naskah terakhir.
      2. Juri akan memilih dan menerbitkan tulisan-tulisan yang layak terbit (memenuhi syarat teknis tersebut) dalam buku.
      3. Seluruh peserta yang tulisannya diterbitkan akan mendapat sertifikat penghargaan + sampel buku terbitnya.
      4. Semua naskah yang dikirimkan otomatis kami anggap bersetuju untuk diterbitkan dengan ketentuan tersebut.
      5. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
      6. Semoga yang lolos buku #BerguruPadaTokohMuslim ini, jika masih jomblo segera mendapatkan kekasih. Jika sudah pacaran, semoga segera dilamar. Jika sudah dilamar, semoga segera dinikahin. Jika sudah dinikahin, semoga segera dikarunia anak yang shalih/shalihah. O ya, nyaris lupa, jika sedang LDR-an, semoga segera disatukan di dunia nyata, bukan maya (doa tulus kami senantiasa tercurah untuk kalian).

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review