Tampilkan postingan dengan label TAHFIDZ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAHFIDZ. Tampilkan semua postingan

6 Agustus 2014

Al Qur'an, Obat Stroke Ampuh..

di 15.46 0 komentar
Mengawali tulisan ini saya ingin berkisah tentang kunjungan kami ke salah satu rumah sakit di Kalasan. Saat itu mengunjungi simbah yang tinggal dibelakang rmh.

Saat itulah anak simbah ini menceritakan perihal mertuanya yang juga tinggal dekat rumah bagaimana bisa sembuh dari penyakit stroke yang dialaminya. Menurut prediksi kesembuhannya sangat kecil dan harus terus diterapi. Ibu ini kemudian menceritakan bahwa saat ayahnya stroke berat itu (mati setengah, lupa ingatan dan sdh kena jantung) maka semua anak-anaknya, cucu, mantu dan semua keluarga diberbagai pulang kerumah, hanya untuk melihat bapak ini. 
Bahkan murid-murid SD nya yang sebagian besar sudah berkeluarga pun berdatangan setiap hariinya. Para anak membagi tugas siapa yang menjaga, menggerak-gerakan tubuh ayahnya yang lumpuh total (mati) karena saran dokter setiap hari semua anggota badan harus bergerak. Mereka tidak putus asa, setiap hari semua cucu menghibur dan menyenangkan hati si ayah.

Alhamdulillah..mu'jizat si ayah yang telah lama lumpuh, tak mampu bicara, lupa semua hal kini sehat bugar sampai hari ini. yang mencengangkan kata si Ibu, hal pertama yang ayahnya ingat adalah bacaan solat, dan huruf al qur'an pun beliau ingat semua.
dalam Al Qur'an digambarkan: 
“..dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya…” (QS. Al Hajj:5)

 Sayapun kagum dengan beliau, pagi-pagi sekali sudah jalan-jalan dengan istrinya, lalu menyapu halaman, menyirami semua tanaman, lalu mandi, mengaji (ini setiap hari lo), baca koran, menonton tivi, tidur sebentar, solat duhur, dan begitu daily activity si ayah yang membuat takjub semua keluarga.

satu pesan yang nempel banget dikepala saya, yaitu dengan mengaji. ya mengaji, menghafalkan bacaan solat, itulah yang membuat ingatan ayah ini pulih total.
MasyaAllah..Tabarokallah..













Tidak berlebihan kalau dikatakan, siapa yang menghafalkan al Qur'an dia tidak akan pikun. Bukan hanya teori tapi dibuktikan bahwa salah satu fadhilah belajar, menghafalkan qur'an adalah jauhnya dari pikun.
Semoga Allah selalu melindungi kita dan tidak menimpakan pikun hingga akhir hayat.

29 Juli 2014

METODE MENGHAFAL AL-QUR'AN DENGAN JARI TANGAN.

di 15.42 0 komentar
Tulisan ini hanya share dari FB Hafidz Indonesia yang saya baca bagus sekali dicoba baik muda maupun tua, sumber dari sini
 
Di awal penjelasannya, ustadz menceritakan bahwa metode menghafal Al-Qur’an merupakan metode baru, dan juga merupakan metode yang mirip dengan metode yang sekarang sedang populer di Arab. Hal ini beliau sampaikan juga ketika Bait Qur’any mendapat kunjungan dari tim QLC (Quran Learning Center). Dengan metode jarimatika Al- Qur’an anak akan belajar melatih otak kanannyadengan menghafal dan melatih otak kiri dengan berhitung. Sehingga ada keseimbangan dalam perkembangan otak kiri maupun kanan. Kalau dicermati sebenernya inti dari semua metode menghafal Al-Quran adalah mengulang-ulang bacaan, jarimatika Al-qur’an juga demikian, namun dikombinasikan dengan berhitung.
Ada beberapa catatan dari workshop tersebut (diambil dari beberapa materi yang dibagikan)
: Menghafal dengan jari : 
1. Membuka Al-Qura’an 
2. Al-Qur’an diletakkan di tangan kiri 
3. Telapak tangan kanan dipersiapkan untuk menghafal 
4. 5 jari tangan akan digunakan untuk menghafal 14 ayat dan kelipatannya, diaman tiap jari akan dibagi
menjadi 3 ayat, 1 ayat per ruas jari kecuali jempol yang hanya 2 ruas/ayat : 1. Jari kelingking : dimulai dari ruas jari paling bawah dengan ayat 1, ruas tengah ayat 2, ruas paling atas ayat 3 2. Jari manis : dimulai dari ruas jari paling bawah dengan ayat 4, ruas tengah ayat 5, ruas paling atas ayat 6 3. Jari tengah : dimulai dari ruas jari paling bawah dengan ayat 7, ruas tengah ayat 8, ruas paling atas ayat 9 4. Jari telunjuk : dimulai dari ruas jari paling bawah dengan ayat 10,
ruas tengah ayat 11, ruas paling atas ayat 12 5. Jempol : dimulai dari ruas jari paling bawah dengan ayat 13, dan ruas paling atas ayat 14, untuk ayat selanjutnya mengulang lagi dari jari kelingking dan
seterusnya 5. Ayat 3,6,9,12,14 adalah ayat kunci yang berada di ujung atas masing-masing jari yang
harus dihafal posisinya. Hal ini digunakan untuk mengetahui posisi ayat, misalnya kita ingin tahu ayat yang ke 13, kita tidak perlu mengurutkan hafalan dari ayat 1 sampai menuju ayat 13, tapi cukup mengurut dari ayat 12 (sebagai kunci) 
Fenomena Pendidikan Anak
Usia Dini :
 - Menyerahkan pendidikan sepenuhnya pada TPA==TKA atau ibu saja 
- Menyerahkanpengasuhan anak di atas 6 jam pada pengasuh 
 
Teknik Menghafal dengan pendekan Home Learning 1 hari satu ayat untuk pemula (0-2) tahun,
tekniknya : 
1. Bacakan 5-10 kali setiap ayat pada 1 aktivitas anak sehari-hari 
2. Membacakan surat dengan sempurna 
3. Makhroj dan tajwid benar 
4. Dengan mimik dan gerak 
5. Beri penguat pada bacaan baik dengan mimik, gerak naupun suara 
6. Bacakan dengan gembira 1 ayat setiap waktu sholat untuk lanjutan (3-6 tahun, jika dimulai usia sebelum 3 tahun) : 
1. Jika belum dapat membaca Al-Qur’an bacakan 5-10 kalisetiap ayat pada setiap aktivitas anak setiap hari 2. Tambahkan hafalan setiap waktu sholat
3. Menyetor setiap magrib atau shubuh 
4. Ceritakan maksud setiap ayat yang dibaca dan dihafal 
5. Minta anak untuk menceritakan maksudnya Tingkat tinggi 1. Menghafa Al-Qur’an sendiri 2. Melaporkan setiap hafalan setiap waktu sholat 3. Menghafal 1 hari 1 lembar 4. Pahami artinya 5. Pahami maksudnya

Tren Menghafal Qur'an

di 15.12 0 komentar
Setelah adanya tanyangan Hafidz Cilik, Hafidz Indonesia di 2 stasiun TV kemarin selama romadhon, maka tahfidz mendadak jadi tren. Sekolah Tahfidz menjadi pilihan orang tua tak peduli berapapun biaya yang dikeluarkan. Tak ada masalah sebenarnya, malah justu saya pribadi bangga, lepas dari apa niat masing-masing orang itu konsekuensi yang ia terima sendiri.

Harapan saya semoga tren ini diikuti oleh stasiun yang lain, lembaga yang lain juga agar membaca dan menghafalkan al Qur'an bukan lagi hal tabu. Malu ya kalau sambil nunggu bis buka al Qur'an, atau dikelas nunggu dosen datang buka Qur'an tuh hal langka. Tapi kalau serentak kita anywhere n anytime dengan Qur'an pasti bukan hal aneh yang dipandangi tanpa kedip. Sekarang tren juga tuh, mengaji dengan gadget dari pada membuka Qur'an dengan berbagai alasan.. yah apapun sarananya yang penting ngaji sodara.

Remaja kita sekarang ini diberondong dengan berbagai fasilitas mulai dari gadget keren, mahal dan berkelas. Iklan TV tak lagi peduli usia. Anak dewasa sebelum waktunya bukan lagi hal aneh.

Bulan lalu saat TPA saya tersentak atas laporan seorang anak yang bilang kalau ditangan si mbak A ada tulisan Aliando loh us, waduh.. saya juga tau untungnya siapa tuh Aliando yang lagi digandrungi remaja. Padahal anak ini baru kelas 5 SD, sudah segitu ngefansnya sama artis yang nun jauh disana #OMGHello

Lebih tersentak lagi pas diajak tepuk Nabi xxx, banyak yang tidak bisa #jlebabrakadabra. Saya jadi sedikit 'baca' siapa guru mereka di rumah. ya Tivi.. kotak bergambar yang suka mengumbar

Jadi mari ramaikan bumi ini dengan menghafal, murnikan niat dan jalani saja. Susah-tempuh-susah-tempuh begitu terus. Ada teman yang cerita kenapa ya aku menghafal butuh 30x diulang kok si C cuma dipandangi sekali udah lancar. 
Inget, ada hadis Nabi SAW yang berbunyi : “Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari  Al-Qurán dan mengajarkannya” (HR Bukhari). Bagi siapa yang belajar dan mengajarkan, keduanya berpahala.

Ibnu Masúd berkata bahwa Rasulullan SAW bersabda,”Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, ia akan mendapatkan satu kebaikan yang nilainya sama dengan sepuluh kali pahala. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf” (HR Tirmidzi).

Hadits lain, Rasulullah bersabda, “Perumpamaan orang yang membaca Al-Qurán dan hafal maka ia bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedangkan perumpamaan orang yang senantiasa membaca Al-Qurán meskipun sulit dan terbata-bata maka baginya dua pahala” (HR Muttafaq álaih) . 

Nabi SAW, “Dikatakan kepada ahli Al-Qurán, “Bacalah, naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membaca di dunia, karena kedudukanmu terletak pada akhir ayat yang kau baca” (HR Tirmidzi).

Semoga Allah SWT mudahkan kita dalam menghafal al Qur'an..amiin

Metode Jibril dalam Menghafal Qur'an

di 14.42 0 komentar
Alhamdulillah, puji syukur kita limpahkan pada Ilahi Rabbi hingga saat ini oksigen masih bisa kita hirup sempurna. Tidak terganjal selang dihidung, atau cincin di jantung seperti apa yang saya dengar dari dosen beberapa bulan lalu. Bersyukur umur kita disampaikan hingga syawal 1435 H, tanpa halangan tanpa syarat. Namun kita yang suka memberi syarat macam-macam..

Ok well,, kali ini saya ingin menulis Metode Jibril dalam Menghafal Qur'an. Kata ini saya dengar ketika menonton anak luar biasa di Hitam Putih Trans7, episode lengkapnya bisa buka ini. Nawala, seorang pemuda kecil berumur 6 tahun yang bisa menghafalkan al Qur'an. Nawala Aji Pradana adalah putra dari bapak Muslim dan Ibu Nur Rahmi berasal dari Aceh.

Kondisi fisik lah yang menjadikan banyak orang haru bahkan tak menyangka, anak sekecil itu bisa menghafal Al Qur'an. Hanya diajarkan oleh ayahnya yang juga Difable,dan untuk menghafalkan mereka membutuhkan al Qur'an Braille. Konon katanya harga al Qur'an ini 90 juta full 30 juz. Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan, Allah...ampuni kami..

Bulan Romadhon kemarin 2 stasiun tv menyiarkan acara Hafidz Qur'an yang diisi oleh anak-anak kecil bahkan sangat belia. Ini membuka mata bahwa di Indonesia banyak orang tua yang peduli dan mempersiapkan anaknya untuk Islam. Karena merekalah generasi mendatang yang akan memimpin Indonesia. Semoga sejak kecil al Qur;an telah terhujam di dadanya hingga akhir hayat.

Sebagai para dewasa kita iri banget, bahkan sangat iri. Bagaimana melihat Musa, pemuda cilik 5 tahun bisa hafal al Qur'an bahkan mendapat penghargaan dari Raja Saudi. Musa, bocah yang berumur 5,5 tahun fasih menghafal 29 juz Al Quran. Hanafi, orang tua musa mengisahkan bahwa sejak masih dalam kandungan Musa sudah dikenalkan dengan bacaan Al-Qur’an yang dibacakan oleh ia dan ibunya. Bila kebanyakan janin yang didalam rahim menurut penelitian akan merasa rilek bila didengarkan musik klasik, kami mendengarkan Musa yang saat itu masih dalam kandungan dengan bacaan- bacaan Al-Qur’an” Hanafi mengenang. Membimbing Musa untuk menjadikan seorang penghafal Al Quran, bukan tanpa perjuangan bagi orang tuanya yang hanya bekerja sebagai petani yang tinggal di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. 

Bahkan ia sempat dicap sebagai ekstrimis karena tidak memberikan ruang untuk Musa untuk melakukan kegiatan sebagimana anak kecil lainnya, bahkan ia merasa iba bila anaknya menangis. Hanafi menceritakan saat Musa berusia dua tahun ia mulai mengenalkan dengan huruf- huruf hijaiyah. Metodenya sederhana ia menempel di dinding satu dua huruf hijaiyah untuk selalu diulang-ulang oleh Musa. Setelah beberapa hari dan meyakini anaknya sudah hafal huruf tersebut ia mengganti dengan huruf lainnya. Metode tersebut terus dilakukan hingga keseluruhan huruf hijaiyah tuntas. Bahkan saat umur Musa menginjak 3,5 tahun ia sempat bosan, dan bahkan sering menangis saat diajak mengaji, namun dengan tekat yang sudah kuat untuk menjadikan anaknya seorang penghafal Al Quran, Hanafi tidak menghiraukan dari anaknya tersebut. Untuk lebih meningkatkan hafalan Al Quran, musa juga dibantu oleh rumah tahfidz Sabilar Rosyad. Sekarang jeri payah yang dirintis oleh orang tua musa sejak kecil menuai hasilnya, Hanafi sangat bersyukur dan bangga dengan metode yang ia terapkan. Selain sudah dapat menghafal 30 Juz dalam 3 tahun, Musa kecil selalu membangunkan dirinya untuk Qiyamullail. Bahkan Musa setelah itu tidak tidur lagi tetapi ia menunggu waktu subuh, dan setelahnya ia bermain dengan anak-anak sebayanya. Satu yang membedakan di kala bermain Musa menyempatkan untuk Murojaah, mengulang kembali, hafalan Qur’annya. Bahkan juri pada Ajang Hafidz Indonesia 2014, host Irfan Hakim dan seluruh penonton di studio menitikan air mata haru, dimana bocah berumur 5,5 tahun ini benar semua dalam melanjutkan alunan ayat suci Al Quran yang diberikan oleh Juri ataupun penonton. (sumber: fb HI)


Photo: Musa Bocah 5 Tahun Hafal
29 Juz Al Quran 
#Subhanallah

Memiliki anak yang soleh, rajin shalat
dan pintar dalam mengaji
merupakan kebanggaan
orang tua yang memang dari
kecil diajarkan untuk
mendalami agama. Inilah sekarang yang dirasakan oleh
kedua orang tua Musa, bocah
yang berumur 5,5 tahun yang
sudah fasih menghafal 29 juz
Al Quran. Hanafi, orang tua
musa mengisahkan bahwa sejak masih dalam kandungan
Musa sudah dikenalkan
dengan bacaan Al-Qur’an yang
dibacakan oleh ia dan ibunya. Bila kebanyakan janin yang
didalam rahim menurut
penelitian akan merasa rilek
bila didengarkan musik klasik,
kami mendengarkan Musa
yang saat itu masih dalam kandungan dengan bacaan-
bacaan Al-Qur’an” Hanafi
mengenang. Membimbing Musa untuk
menjadikan seorang
penghafal Al Quran, bukan
tanpa perjuangan bagi orang
tuanya yang hanya bekerja
sebagai petani yang tinggal di Kecamatan Muntok,
Kabupaten Bangka Barat,
Kepulauan Bangka Belitung.
Bahkan ia sempat dicap
sebagai ekstrimis karena tidak
memberikan ruang untuk Musa untuk melakukan
kegiatan sebagimana anak
kecil lainnya, bahkan ia
merasa iba bila anaknya
menangis. Hanafi menceritakan saat Musa
berusia dua tahun ia mulai
mengenalkan dengan huruf-
huruf hijaiyah. Metodenya
sederhana ia menempel di
dinding satu dua huruf hijaiyah untuk selalu diulang-
ulang oleh Musa. Setelah
beberapa hari dan meyakini
anaknya sudah hafal huruf
tersebut ia mengganti dengan
huruf lainnya. Metode tersebut terus dilakukan
hingga keseluruhan huruf
hijaiyah tuntas. Bahkan saat umur Musa
menginjak 3,5 tahun ia sempat
bosan, dan bahkan sering
menangis saat diajak mengaji,
namun dengan tekat yang
sudah kuat untuk menjadikan anaknya seorang penghafal Al
Quran, Hanafi tidak
menghiraukan dari anaknya
tersebut. Untuk lebih
meningkatkan hafalan Al
Quran, musa juga dibantu oleh rumah tahfidz Sabilar Rosyad. Sekarang jeri payah yang
dirintis oleh orang tua musa
sejak kecil menuai hasilnya,
Hanafi sangat bersyukur dan
bangga dengan metode yang
ia terapkan. Selain sudah dapat menghafal 30 Juz dalam
3 tahun, Musa kecil selalu
membangunkan dirinya
untuk Qiyamullail. Bahkan
Musa setelah itu tidak tidur
lagi tetapi ia menunggu waktu subuh, dan setelahnya
ia bermain dengan anak-anak
sebayanya. Satu yang
membedakan di kala bermain
Musa menyempatkan untuk
Murojaah, mengulang kembali, hafalan Qur’annya. Bahkan juri pada Ajang Hafidz
Indonesia 2014, host Irfan
Hakim dan seluruh penonton
di studio menitikan air mata
haru, dimana bocah berumur
5,5 tahun ini benar semua dalam melanjutkan alunan
ayat suci Al Quran yang
diberikan oleh Juri ataupun
penonton.

Seperti diberitakan atjeh.org, Nawala merupakan salah satu dari 224 peserta anak berusia 3-7 tahun yang mengikuti audisi di Banda Aceh pada 12-13 April 2014 lalu. Nawala merupakan anak dari pasangan Muslim dan Nur Rahmi. - See more at: http://atjehpost.com/articles/read/7095/Hafidz-Cilik-Asal-Aceh-Bikin-Juri-Hafidz-Cilik-Indonesia-Menangis#sthash.Hwyz5WFQ.dpuf
Seperti diberitakan atjeh.org, Nawala merupakan salah satu dari 224 peserta anak berusia 3-7 tahun yang mengikuti audisi di Banda Aceh pada 12-13 April 2014 lalu. Nawala merupakan anak dari pasangan Muslim dan Nur Rahmi. - See more at: http://atjehpost.com/articles/read/7095/Hafidz-Cilik-Asal-Aceh-Bikin-Juri-Hafidz-Cilik-Indonesia-Menangis#sthash.Hwyz5WFQ.dpuf
Seperti diberitakan atjeh.org, Nawala merupakan salah satu dari 224 peserta anak berusia 3-7 tahun yang mengikuti audisi di Banda Aceh pada 12-13 April 2014 lalu. Nawala merupakan anak dari pasangan Muslim dan Nur Rahmi. - See more at: http://atjehpost.com/articles/read/7095/Hafidz-Cilik-Asal-Aceh-Bikin-Juri-Hafidz-Cilik-Indonesia-Menangis#sthash.Hwyz5WFQ.dpuf
Seperti diberitakan atjeh.org, Nawala merupakan salah satu dari 224 peserta anak berusia 3-7 tahun yang mengikuti audisi di Banda Aceh pada 12-13 April 2014 lalu. Nawala merupakan anak dari pasangan Muslim dan Nur Rahmi. - See more at: http://atjehpost.com/articles/read/7095/Hafidz-Cilik-Asal-Aceh-Bikin-Juri-Hafidz-Cilik-Indonesia-Menangis#sthash.Hwyz5WFQ.dpuf
Seperti diberitakan atjeh.org, Nawala merupakan salah satu dari 224 peserta anak berusia 3-7 tahun yang mengikuti audisi di Banda Aceh pada 12-13 April 2014 lalu. Nawala merupakan anak dari pasangan Muslim dan Nur Rahmi. - See more at: http://atjehpost.com/articles/read/7095/Hafidz-Cilik-Asal-Aceh-Bikin-Juri-Hafidz-Cilik-Indonesia-Menangis#sthash.Hwyz5WFQ.dpuf

kembali ke cerita ayah Nawala, bagaimana seorang Difabel bisa menghafal? Mungkin ini metode Jiibril kata ayahnya. Seperti Rasulullah yang didiktekan al Qur'an oleh Jibril, saat itu Rasul dalam keadaan tidak bisa membaca namun Jibril memerintahkan untuk mengikuti apa yang ia baca. 
Hal itu pula yang dilakukan ayahanda Nawala, setiap selesai solat dan waktu luang maka ayahnya memandu menghafal al Qur'an. Mudah bukan? tak mudah bila tak pernah dicoba.

Setiap anak punya cara berbeda untuk menghafal, tidak bisa disama ratakan. Penemuan metode yang tepat harus melalui riset alami dengan mengajarkan anak melalui berbagai metode mana yang ia cocok. Saya mempunyai teman yang ketika menghafal ia tidak bisa ditempat ramai dan hafalan itu hanya dipandanginya tanpa diucapkan, hasilnya ia bisa menghafalkan dengan baik. Ada juga teman yang harus ditempat ramai, katanya dia stres jika menghafal ditempat sepi, ada pula yang harus teriak sekencang-kencangnya bahkan tidak jarang banyak teman yang berjejer dipinggir kali dekat ma'had kami karena lebih konsen dengan cara begitu. Ada juga yang bisa menghafal setelah mendengar bacaan Syaikh kesukaannya seperti Musyari Rasyid, Ghomidi dsb. Sekali lagi, metode hanya sarana, yang tujuan utamanya hafal. Boleh kita gunakan berbagai metode dan strategi yang anak enjoy dengannya.

Anak kecil ibarat spons, ia menyerap semua yang diberi orang tuanya. baik-buruk semua ia telan, terlebih masa anak-anak yang belum banyak beban adalah masa terbaik untuk menghafal. Bukan berarti orang dewasa tak bisa, tapi upayanya harus lebih ekstra.

Simple bukan, namun orang tua harus rutin. Harus ada pengorbanan, bila orang tua tak menguasai maka bisa membawa anak pada orang yang lebih ahli dalam menghafal serta terjaga akhlaknya. Tetapi lebih baiknya orang tua langsung yang mengajarkan dan harus rutin.

Apakah anak akan stres menghafal segitu banyak ayat al Qur'an?
MasyaAllah, sudah kita saksikan begitu banyak anak kecil yang menghafal Qur'an. Mereka tetap bisa senyum, bisa bermain dengan temannya, tetap sekolah. dan belum ada sejarahnya orang yang menghafal al Qur'an akan stres/gila bahkan sebaliknya.

Tapi perlu diperhatikan pada siapa anak belajar, sangat disayangkan bila hafalan sudah melekat kuat tapi salah tajwid atau huruf, karena sulit membenarkannya. Untuk itulah wajib bagi orang tua memberi ilmu agama pada anaknya, melalui apapun. Bisa menyekolahkan anak di rumah tahfidz maupun dididik sendiri.

Semoga Allah swt mudahkan kita dalam membimbing anak hingga menjadi mutiara dunia-akhirat.
Amiin

29 November 2013

Kapan Mau Menghafal Qur'an??

di 07.42 0 komentar

Menurut riwayat Ibnu Sina Ia menamatkan Qur'an usia 10 tahun (jadi ia menamatkan al Qur'an dalam masa 3 tahun, kalau masuk kutab 7 tahun)
Al Amin bin Harun Ar Rasyid mulai belajar dalam usia 4 tahun
Ath Thabary tamat mengahafalkan Qur'an usia dalam usia 7 tahun, ia mulai mengahafal usia 5 tahun, qur'an tamat dalam 2 tahun
Imam Syafi'i selesai mengahafalkan QUr'an usia 7 tahun.

Ibnul Araby menghafal usia 9 tahun. 2 tahun menghafal 3 tahun belajar ilmu lain.
Saat itu murid-murid yang selesai dengan cepat akan diberi keistimewaan dengan diperbolehkan berlibur. yang berhasil lulus dengan hasil gemilang akan dikirap dengan naik unta dan disepanjang jalan mereka dilempari buah almond.

Lalu kita diusia berapa mau menghafal qur'an??

9 Januari 2012

Rahasia dan Hikmah (Qs. Al-furqan : 53)

di 09.37 0 komentar
elis
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara TV `Discovery Chanel’ pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia.
Captain Jacques Yves Costeau, saat menemukan patung-patung perunggu peninggalan kapal romawi kuno yang karam.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Captain Jacques Yves Costeau, saat melakukan pendakian di Gunung Alpine. Saat itu terjadi kecelakaan fatal yang menyebabkan dirinya hampir mati.
Fenomena ganjil itu membuat bingung Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini
yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laayabghiyaan…” Artinya: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” Artinya “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi  yang jauh terpencil di kedalaman samudera.
Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.
Subhanallah… Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan.
Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim. Rasulullah s.a.w.
bersabda:
“Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”
Waullahu a’lamu bishawab…
sumber : eramuslim.com

10 Oktober 2011

ayo ubah hidupmu dengan Al-Qur'an

di 22.34 0 komentar

Bismillahirrahmanirrahim..
               Cerita ini saya dapat ketika mengikuti majelis bersama Ust. Yusuf Mansur di masjid Mujahidin UNY.  Begini ceritanya,,
Suatu ketika dalam sebuah perjalanan mobil yang digunakan Ust. Yusuf Mansur bocor, kemudian mampirlah ke sebuah bengkel tambal ban kecil. Ternyata yang menjadi montir adalah seorang lelaki yang masih muda (usia anak kuliahan) lalu terjadi percakapan antara montir dan Ust. Yusuf Mansur. Kurang lebih begini:
Ustad           : Wahai anak, sudah lama menjadi penambal ban? Apa tidak kuliah?
Pemuda        : Ustad, saya ini dulu pernah kuliah, lulus 6 tahun yang lalu, kemudian saya bekerja sebagai penambal ban ini sudah 2 tahun ustad tapi kenapa nasib saya ini tidak juga berubah? (*menghindari resiko salah ingat tahun maka tak dicantumkan,, tapi sekitar tahun 2000/ masa krismon)
Ustad       : Sambil bergumam,”ada yang salah ni dengan anak ini, sampai rizkinya dikunci Allah” (dalam hati ni ye..)
Pemuda          : Apa saran ustad untuk merubah hidup saya ini?
Ustad       : Nak, coba kamu praktekkan bila masuk adzan sholat 5 waktu maka tinggalkan semua pekerjaanmu dan bergegas ke masjid. Rutinkan 5 waktu di masjid, lalu pada pagi dan sore kamu baca surah Ar Rahman dan Al-Waqiah 3x saja kalau kamu keberatan. Lalu perbanyak tadarus dan dekatkan dirimu dengan masjid.
Pemuda          : Insyaallah ustad, terima kasih dan akan saya laksanakan.
         Kemudian ustad berpamitan dan melanjutkan perjalanan, singkat cerita. Selang setahun dari pertemuan dengan pemuda tersebut, ada sebuah surat mampir ke rumah Ust. Yusuf Mansur. ‘Di mohon untuk menghadiri pembukaan swalayan X di daerah X’. begitulah perihal surat tersebut, lalu pada hari yang dimaksud bertemulah ustad dengan pemuda yang setahun lalu ia temui. Ternyata kini pemuda tersebut telah mempunyai sebuah swalayan.
Subhanallah, la hawlawala quwwata illa billah.
Ustad           : Subhanallah bagaimana bisa kamu berubah secepat ini nak?
Pemuda       : Iya ustad, saya coba mengamalkan apa yang ustad sampaikan setahun yang lalu, saya membaca Ar Rahman dan Al-Waqiah bukan hanya 3x tapi berkali-kali ustad, dan Alhamdulillah keadaan saya berbalik 360 derajat. Ada seseorang yang meminjamkan saya uang lalu saya buat swalayan, kini Alhamdulillah keuntungan saya sudah 1 M lebih dan berencana menambah usaha lagi.
(kesimpulan jangan hanya berhenti sampai pada harta/ apa yang ia dapatkan,, tapi perkiraan saya pasti banyak hal yang dia amalkan bukan sekedar sholat dan mengaji)
Note: amal yang kecil tapi konsisten lebih Allah cintai dari pada besar tapi jarang2.
Ustad juga berpesan, “jangan sampai kesibukan dunia menjadi alasan untuk tidak membaca qur’an, niatkan saja “ Ya Allah aku membaca Al-Qur’an dan tolong selesaikan duniaku, Ya Allah aku ingin jodoh, Ya Allah aku butuh biaya untuk kuliahku, Ya Allah aku butuh pekerjaan dan apa saja yang kita inginkan sampaikan kepada Allah”.  Karena kalau mengeluh pada manusia yang sama2 lemahnya percuma,, mending langsung saja sama yang punya dunia.
Singkat cerita……
 (begitu semangatnya,, sampai lupa banyak tugas kuliah. Energi besar pengen nulis dikit soale buku ni mo q kembalikan,, hehe resiko pinjeman .^-^!!!)))
Buku PANDUAN CEPAT MENGHAFAL AL-QUR’AN karya Ahmad Salim Badwilan adalah tips dan langkah A-Z buat siapa saja yang ingin menghafal Al-Qur’an. Loh, ngapain harus dihafal? Berat taw,, lembar aja ada 302 lmbar (yang pojokan)
(Owalah intinya ini tow,, hehe, iya yang tadi Cuma sharing cerita)
Hehe.. jalani dulu, ga usah di buat berat.. santai tapi terprogram, ajaib lho.. misal hari ini kita menghafal satu surat (hafal bener tapi.. ) tu tidak akan lupa sampai mati, atau ketika kita lama tidak membacanya (jangan sampai…) tetap lengket, paling tidak org lain membaca kita tahu bunyi ayat itu.. subhanallah..
Tau penyakit Al-Zhaimer (pikyun), tidak akan dialami oleh para huffadz (penghafal qur’an). Yang paling menyenangkan adalah org tua kita akan diberi mahkota di surge kelak, (aduuuh jadi makin tertarik ini).
Ayo menghafal…
 
9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya

45. dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,
Nasihat bagi para penghafal:
-      Bersikap rendah hati dihadapan Allah SWT dan memperbanyak doa. Sabda Nabi SAW, “ akan dikabulkan doa seorang hamba selama tidak berdoa tentang hal2 yang berdosa, tidak memutuskan silaturrahmi, dan tidak tergesa2. (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
-      Jadikan Al-Qur’an wirid harian anda.
-      Rutinkan membaca dzikir pagi sore, saat menjelang tidur dan doa2 penjagaan ex: muawwidzatain,
  •       Hadiri majlis2 ulama terutama kajian Al-Qur’an, jika ada uzur prioritaskan sesuai pertimbangan.
  •      Hendaknya memiliki teman yang bisa membantu mengingat Allah S
  •       Bila sholat dibelakang imam dan kebetulan hafal ayatnya, jadilah pendengar bukan pengkoreksi. (Dari Abu Hurairoh ra. Rasul SAW besabda,”Barang siapa yang mempelajari suatu ilmu untuk berbangga-banggaan dengan para ulama, dan mendebat orang-orang bodoh atau untuk memalingkan wajah banyak org kepadanya, maka Allah akan memasukkan orang itu kedalam neraka jahannam)
  •       Ketahuilah bahwa ilmu yang pertama adalah menghafal Al-Qur’an. Setiap ayat yang dihafal merupakan pintu menuju Allah.
  •           Jagalah wudhu dan berlaku ihsan.
  •      Terus-menerus beristighfar karena sebab lupa salah satunya adalah dosa.Ibnu Qoyyim dalam kitab Al-Fawa’id: dosa itu seperti luka yang terkadang membawa pada kematian. Tidaklah seseorang dicambuk lantaran dosa yang lebih besar dari kekerasan hati dan jauh dari Allah SWT. Hati yang paling menjauh dari Allah adalah hati yang keras. Apabila hati menjadi keras, maka mata menjadi kering. Keras hati karena 4 hal yang apabila melampaui kadarkebutuhan : makan, tidur, berbicara, dan bergaul.
  •    Berhati-hati terhadap tipu daya terhadap Al-Quran yang telah dihafal (jaga tawadhu dan niat untuk mencari ridha Allah)
  •   Ketahuilah saudaraku menghafal Al-Qur’an adalah bentuk kenikmatan bagi penghafalnya. Karenanya pujilah dan syukuri nikmat ini.

           Ya Allah jadikan Al-Qur’an ini cahaya dihati kami. Hujamkan kecintaan kedalam hati kami dan putra-putri kami untuk membaca, menghafal dan berpegang teguh kepadanya. Jadikan ia sebagai cahaya bagi jalan kehidupan mereka. Amin ya Rabbal Alamin

30 September 2011

Ketika Al Qur'an Sekedar Bacaan

di 18.51 0 komentar



Umat islam adalah agama mayoritas di negeri ini. Hampir 89% dari total 240 juta penduduk Tidak disangsikan lagi banyaknya masjid megah yang berdiri kokoh mudah kita jumpai, apalagi dikota-kota besar seakan berlomba-lomba memperindah masjid yang hamper 70 ribu lebih jumlahnya (walau kita tau pasti hanya terisi 2 atau 3 shof). Tapi apa pernah terpikirkan untuk membangun imamnya? Setelah masjidnya berdiri orang-orang bingung siapa yang akan dijadikan imam? Situasi mendesak akhirnya diangkatlah seorang imam yang belum jelas kualitasnya. Bagaimana agamanya, bacaannya, serta keseharian ibadahnya.
Ilustrasi singkat diatas merupakan gambaran fakta yang terjadi di negeri kita tercinta.terlihat sibuknnya pencalonan presiden atau caleg kita waktunya pemilu, dengan berbagai cara dan janji-janji manis mereka. Negeri kita dilanda demam “korupsi” suatu penyakit yang sulit ditemukan vaksinnya, seperti mata rantai yang tiada putusnya. Contoh nyata saja Gayus yang merupakan “salah satu” oknum kunci yang memiliki jaringan luar biasa. Sulit menilai siapa yang salah, apa pemerintahnya, lembaga pajaknya, atau dia sendiri. Anehnya mata rantai ini tak kunjung usai hingga hari ini, padahal kita tau musibah merapi dan lainnya masih butuh perhatian bersama. Disusul Nunun dan Nazarudin, yang bukannya segera menyelesaikan masalahnya malah kabur entah kemana.
Mengapa mereka tega berbuat seperti itu? Sebenarnya kita malu mengatakan pelakunya orang islam bahkan kita marah kalau ada yang mengatakan pelakunya muslim. Tapi coba renungkan perkataan itu, sebenarnya setuju ataupun tidak kita mengiyakan dalam hati kalau pelakunya islam. Padahal sangat jelas pedoman kita Al-Quran Al-Karim yang berisi ajaran-ajaran mulia. Muncul pertanyaan mengapa yang berpedoman Al-Quran tapi berperilaku demikian?? Setiap kita haruslah mengetahui bahwa bertambahnya keimanan yang timbul dengan membaca al-Quran tidak akan terwujud kecuali orang-orang yang memperhatikan kandungan Al-Quran dan mengamalkannya, bukan sekedar membaca tanpa memahami dan menghayatinya. Berapa banyak orang yang membaca Al-Quran sementara Al-quran menjadi hujjah dan musuhnya pada hari kiamat.
“Sesungguhnya Allah mengangkat dengan kitab ini beberapa kaum dan menjatuhkan kaum yang lain” (HR.Muslim, I/559)
Nabi SAW juga pernah bersabda:
“Dan Al-Qur’an itu bisamenjadi hujjah (yang bermanfaat) untukmu atau menjadi hujjah (bumerang) yang akan membinasakanmu.” (HR. muslim, I/ 203) 
Al-Quran bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi setiap kita dan menambah keimanan jika kita mengamalkannya. Kebalikannya Al-Quran akan membinasakan bahkan mengurangi keimanan jika kita mengabaikannya dan melalaikan petunjuk-petunjuknya.
            Al-Hasan Al- Basri ra. Berkata ketika menjelaskan makna tadabur Al-Quran, “Demi Allah , tadabur itu bukan menghafal huruf-hurufnya sementara petunjuknya dilalaikan. Seseorang berkata,”aku telah membaca Al-Quran semuanya dengan tidak meninggalkannya satu huruf pun,”Demi Allah, dia telah  meninggalkan semua hurufnyakarena Al-Quran tidak terlihat didalam akhlak dan amalnya. Walaupun seorang diantara mereka berkata.”sesungguhnya aku membaca satu surat (dari Al-Quran) didalam diriku (hafal diluar kepala),’demi Allah mereka bukanlah para ahli didalam membaca Quran (Qurrra’).bukan para ulama, bukan orang-orang yang bijak dan bukan pula orang-orang yang wara’. Seandainya para Qurra’ kriterianya hanya seperti mereka, niscaya Allah akan memperbanyak orang-orang seperti mereka.”(HR. Abdurrazaq dalam Mushannaf-nya,III/363).
            Memang tidak mudah menyelaraskan perkataan dan perbuatan. Banyak sindiran Allah kepada manusia seperti dalam surat Ash-Shof
“ sungguh tercela dihadapan Allah apa yang mereka katakan padahal mereka tidak mengerjakannya’
            Muncul pertanyaan, bagaimana agar Al-Quran benar-benar bisa merasuk kedalam hati kita? Tentu Al Quran harus dijadikan pedoman, rutinitas setiap hari dan bukan semata aktifitas.  Contoh sederhana dalam sebuah keluarga, setiap habis magrib anak-anak serta semua anggota keluarga mengaji bersama walau hanya 15 menit keteladan ini akan terus diingat oleh anak-anak sampai mereka berkeluarga dan akan terbawa sampai mati. Karena keluarga merupakan orang pertama yang paling berarti. Anak mentaati segala pendidikan keagamaan bukan karena sadar dan tahu. Mereka hanya mengucapan dan meniru perbuatan yang mendatangkan persetujuan dari autoritas / orang yang berpengaruh darinya seperti ayah dan ibu. (Robbert Crapps:1994).
            Ketika nilai dan kebiasaan itu dibawa dimanapun ia berada, maka dipastikan ketika menemui hal-hal yang bertentangan dan menggiurkan akan ada kontrol dalam dirinya yang akan mengusik hatinya karena bertentangan dengan yang telah membudaya dalam dirinya.
Indahnya bila tiap keluarga bertanggung jawab terhadap anak-anak penerus mereka kelak, bisa dipastikan Indonesia bertambah baik kedepannya, tidak usah kita menuntut terlalu banyak. Seperti kata Aa Gym mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang dan mulai dari hal yang kecil
Semoga Bermanfaat bagi kita demi hidup yang lebih berkualitas.




 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review