Tampilkan postingan dengan label CHSL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CHSL. Tampilkan semua postingan

17 Juli 2014

Stop tanya "kpn nikah" #CHSL

di 21.27 0 komentar
pertanyaan menyebalkan ini tentu sering lajangers dengar..baik dari teman, sodara, tetangga bahkan sosmed. yups..bagi paraa lajang kata2 ini penuh sensasi..mulai dari rasa sebel, pengen nonjok yg tanya sampe rasa ingin ngajak dia debat ala tv one..hehe

Eh tapi ciyus loh..mungkin beda kalo yg ditanya orang yg seminggu ato sebulan lg nikah, istilahnya udh ketok palu deh... mereka bisa menjawab dengan suka cita jumawa adiwicaksono kusumawangisepanjang hari #geje..

Sapaan mereka tuh gini "udah deh nunggu apa sih ga nikah2, tunggu benang biru kau sulam menjadi kelambu ya..#meggy Z kalee?

ato gini "kmu udh mapan, umur dah cukup..knp ga nikah2.tar ketuaan lo. tar laki2 hbis ddunia ini ato jgn sekolah tinggi2 tar laki2 takut ngelamar #OMG hello..urusan dunia g cuma nikah kalee

Kebayang gak, saat itu teman yg kmu tegur begitu baru aja ngalami ditinggal ikhwan yg udh ngelamar, atau ortu cew or cow nya susaah bgt ditakhlukan pdhl mrk udh 'klop' pgn menikah, ato nih si akhwat dtinggal nikah lelaki yg ia taksir..
Padahal kamu gak tau ya, liat pp fb mu yg foto berdua tmbh relationship berubah jd menikah dg A,di khayangan sm B  ato g sengaja mbaca status kmu lg dinner naschieng (nasi kucing) di angkringn pojok jembatan aja dia dh gigit bibir, sambil mengepalkan tangan kuat2 serta berujar...Allahhhh dengan pelan bahkn gak sadar hpnya sampe ngehang gara2 dipencet lama banget...bukan mo ngepoin kamu, dia cm gak nemu tombol unfollow biar g ilfiil liat fbmu..hahaa


Terlebih bila perempuan yg ditohok dg pertanyaan macam itu.. ya bunda Khadijah mmg mencontohkn tak ada salahnya wanita melamar pria dengan cara yang ahsan...sayang disayang...banyak hati wanita yg belum bisa melihat aura kesolehan seperti Rasulullah saw yg dilamar khadijah mllui pamannya.

Saya pernah menulis 'menikah bukan syarat masuk surga' nanti sy aplud ah..
iya kan? apa ada jaminan yg sudah menikah bakal ke surga? sekilas sy jadi ky aktifis gender ya...tapi dalami maknanya..
ada berjuta episode yg Allah siapakan..kejutan, hadiah dari tangis berganti tawa yg semuanya bukan karena pertanyaanmu yg menohok itu. 

Ah...intinya plis deh...udh tau belom nikah masih diinterogasi sebab musababnya. klo gw tau juga mungkin udh males doa kali krn bisa cari solusi sendiri...#hammer
Semoga pertanyaan cerdas sgr muncul.. kaya tmn yg suka blg..
"ah...apapun terbaik buatmu aku dukung n doakn sllu"
"ayo..umur nambh minta ddoakn apa ini?"
"asik...mumpung kmu libur tmnin blnja yuk..tar q traktir deh.. #tipe materialistis akut --_-
"ayo..bljr masak, bljr ngurusi rt mumpung lajang..kerenin diri" #belon ada yg blg gini

*d ppt 8 nih bundanya Azam blg kurleb gn sm kslila pas dia galaw lht dirinya : jalani hdup sbgmn bysnya..biarkn kejutan n rasa prnasaran mnjadi pnyemngt hari2mu..cayooo..



14 Juli 2014

CHSL (catatan hati seorang lajang)

di 13.05 0 komentar
Bagi penikmat tivi seperti saya, melacak acara bagus tentu jadi aktifitad yg menyenangkan bukan. Siapa sih yg gak tau CHSI ( catatan hati seorang istri). konon katanya rating no.1 dstsiun tsb.


yups...apapun alasan kita lht film ini asalkan menambah iman maka lanjutkanlah..jika melalaikan maka mulai beranilah meninggalkannya..hehee

kita boleh memposisikan diri sebagai hana, anisa, vina bahkan karin sekalipun. namun ttp hati2 dlm menonton. hati2 pd genderism. Tetaplah pada aturan dlm Al quran bahwa laki-lai itu pemimpin. Maka ketegasan dan kehati2an mutlak hrs dmiliki pemimpin.

satu yang kurang yaitu eksplorasi bgm perasaan para lajangers ky sofi...datarr pdhl bagi kami *uhuhuk...itu yg dalemm
ah ini cuma curcol ajaaa

3 Maret 2014

Quote hari ini

di 09.40 0 komentar
Setiap hari, kerjakanlah sesuatu yg membuat kita lebih dekat satu inchi dari kesuksesan #darimana-mana. 
 
Orang hebat harus jadi orang diatas rata-rata. Tidurnya lebih sedikit diatas orang rata-rata, makannya dan usahanya.. #bismillah..smg bisa

Perang Melawan Kejenuhan adalah memperjelas Cita-Cita #Prof. Imam Suprayogo

13 Februari 2014

Lamaran sering ditolak ortu, Mengapa?

di 11.09 0 komentar
google.com
Hew-hew..tema yang seksi untuk diuraikan, paling tidak sedikit pengalaman saya orang-orang dekat yang kebetulan saya tau ceritanya.
Lebih spesifik pasti sudah ditebak lelaki yang melamar perempuan (ada juga kasus perempuan melamar lelaki). Dibanyak referensi sudah banyak dibahas, tulisan ini sekedar melengkapi mengapa sih masih ada juga lelaki yang ditolak camer untuk menikah, padahal bukan mengajak pacaran anaknya lo ya, catet.
Mengingat surat An-Nur
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih sendiri (belum menikah) di antara kalian, demikian pula orang-orang yang shalih dari kalangan budak laki-laki dan budak perempuan kalian. Bila mereka dalam keadaan fakir maka Allah akan mencukupkan mereka dengan keutamaan dari-Nya.” (An-Nur: 32)
Dari beberapa cerita teman ternyata ada beberapa hal yang menjadikan lamaran ditolak:
  • Datang tanpa wali/orang tua
Ada orang tua yang menilai apabila datang tidak membawa wali berarti anak ini coba-coba/belum serius. Tetapi adapula yang justru bangga dengan keberanian si laki-laki. Perlu mengenali calon mertua lebih dalam, bisa dengan tanya orang sekitar atau calon istri sebelum meminang
  • Bahasa kurang tertata
Sudah datang sendiri, tak bisa ngomong lancar pula, dipastikan orang tua bakal bingung dan kesan pertama kurang menggoda :D, sebaiknya memang dipersiapkan dengan baik. Jika akan datang sendiri persiapkan dengan baik apa saja yang akan dibahas, apa yang akan ditanyakan dan bagaimana tekhnik menjawabnya. Perlu banyak bertanya pada orang yang sudah menikah untuk menambah pengalaman. Memang kesannya berlebihan seperti mau interview kerja saja, namun dengan bahasa yang lugas, tegas orang tua yang notabene tidak mengenal kita akan muncul keyakinan juga dan mantap meneruskan pembicaraan. Kalau anda termasuk orang yang pendiam sebaiknya memang mengajak wali/ teman untuk menyampaikan maksud tujuan agar tidak dikira mempermainkan orang tua. Sekali lagi penting juga mengetahui latar belakang orang tua (pendidikan, pekerjaan) sesuaikan tingkat bicara, jangan terlalu bicara sok intelek padahal camer tidak paham. Kenali dulu camer dengan baik.
  • Gaya bak presenter bola
Pernah lo, datang-datang tanpa ba-bi-bu langsung melamar, menjelaskan kerjanya, punya rumah di daerah A, punya motor beli sendiri, saat ini gajinya berapa, dan pengen nikah kapan. Otomatis camer akan melongo dan membuka pintu lebar-lebar untuk segera beranjak
  • Tau jam kunjung (bertamu)
Dikatakan oleh shahabat Anas :

كَانَ رَسُولُ اللهِ لاَ يَطْرُقُ أَهْلَهُ لَيْلاً وَكَانَ يَأْتِيْهِمْ غُدْوَةً أَوْ عَشِيَّةً
“Rasulullah tidak pernah mengetuk pintu pada keluarganya pada waktu malam. Beliau biasanya datang kepada mereka pada waktu pagi atau sore.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
       
Intinya jika serius ingin melamar segera bulatkan tekad untuk sungguh-sungguh melewati semua tantangan dan rintangan yang ada. 
singkatnya sih jika sudah serius
  • Istikhoroh 
Bicarakan dengan orang tua (camer) kehendak yang diinginkan, jalani semua sebisanya semisal ortu mempersyaratkan harus mapan, ilmu agama harus mumpuni dan sebagainya. Jikapun kita merasa berat, kembalikan semua pada Allah. Kalaupun merasa kita tidak mampu lagi menjalani segala persyaratan karena bumi Allah sangat luas, Yakinlah janji Allah bahwa semua sudah ada jodohnya. Jikapun tidak berjodoh di dunia, maka bidadari surga sudah menanti di surga-Nya.
Pernah ya kita mendengar kisah heroik seorang lelaki yang berjuang sangat keras untuk dapat memiliki wanita yang dia idam-idamkan. Tidak ada salahnya selagi tetap pada koridor yang Islam ajarkan, tidak menyulitkan dan jangan sampai menyusahkan.
  • Persiapkan semua sebaik mungkin
Sebagai laki-laki yang mengaku sudah siap menikah haruslah mempunyai perencanaan yang baik, baik dari segi fisik maupun materi. Bukan masalah sebera banyak gaji atau apa saja yang sudah kita siapkan namun seberapa siap kita menjelaskan pada orang tua.
Berbahagialah dengan kondisi anda saat ini, jangan risau, galau apalagi sampai mau bunuh diri. Hidup lebih indah bukan harus menikah dengan si A tapi berbuat yang terbaik untuk saat ini dan selamanya. Dan tidak ada syarat masuk surga harus menika. 

10 Februari 2014

FOKUS, No Wang Sinawang ^^

di 09.34 0 komentar
Belum satu teori pun yang saya temukan mengenai kapan batas 'labil' seseorang bisa hilang. Labil disini saya maksudkan untuk memiliki kemapanan sikap, berfikir dan lebih mantapnya adalah punya prinsip.
Saya pribadi merupakan orang yang tidak cukup baik dalam memegang prinsip, baik dalam cita-cita, hubungan sosial maupun kemapanan berfikir. 
Diusia 'matang' ini pun saya merasa belum bisa menghalau fikiran itu. Sederhananya begini: 'Saat ini saya sedang s2 lalu ada teman yang sukses dibisnisnya, adapula yang sukses dengan bimbel atau usaha kecil-kecilan miliknya, ada juga teman yang menceritakan dunia kerjanya yang dilingkupi orang-orang hebat, dimana mereka sama sekali bukan golongan akademisi namun bisa sukses.
Hal-hal ini lalu 'menggoncang' fikiran saya, akan apa yang sudah dan akan saya lalui kedepannya.
'Galau' tapi saya kurang suka dengan istilah ini. 'Wang sinawang' istilah yang sedang saya dalami dan unik saja, sederhana dan tetap merunduk rasanya.
Pasti tidak hanya saya yang mengalami hal ini karena siapapun kita mempunyai naluri untuk menjadi baik bahkan terbaik dari yang baik. Namun yang suka kita lupakan adalah kita lupa start and finish kita, yups kita tidak fokus.
Sedikit cerita di asrama dulu (karena saya 'mantan' santri jadi boleh lah cerita ulang-ulang tentang kisah hidup saya), masa-masa MTs-MA yang merupakan usia-usia mencari jati diri adalah dorongan terbesar untuk menjadi lebih dari orang-orang sekitar. Saat itu yang sedang booming adalah guru bahasa inggris karena cara mengajar beliau yang very interesting bagi kami yang sangat-sangat asing dengan bahasa inggris.
Beliau mengajarkan bahasa Inggris dengan hal-hal yang 'aneh' out of box untuk saat itu. Bagaimana tidak untuk merangsang keaktifan kami beliau membuat beberapa strategi seperti nonton film bersama, sering menginap dikamar kami lalu menceritakan dunia perkuliahannya atau aktifitas-aktifitas menyenangkan (menurut kami) yang ia alami di luar sana. Decak kagum itu wajar mengingat kami tak tahu apa yang ada diluar sana, point-nya adalah beliau sukses besar menjadi guru yang menyenangkan.
Imbas dari kekaguman itu berlanjut hingga beberapa dari kamipun sangat menggandrungi bahasa Inggris (terlihat positif bukan) ya walaupun melenceng dari tujuan utama sih karena yang kami gandrungi itu adalah film koreanya, hehee... tapi positif lo, saat itu prounonceation kami lumayan baik.
Suatu kali Ibu pengasuh tercinta saya ingat betul beliau mengatakan "Otak kita ini hanya bisa mengerjakan 1 hal saja (kudu FOKUS), jadi pilihan bagi kalian apakah ingin menjadi 'ahlul injliziyah' atau 'ahlul Qur'an'. Kalau hafal Qur'an dunia-akhirat saya jamin kalian selamat, kalau bisa bahasa Inggris apa semua santri-santri Ibu mau ke LN, mau jd TKW. (Saat itu belum bisa n berani jawab apa-apa hanya menunduk khusyuk)
Makjleb juga tuh saya dengernya, nyaris mulai hari itu porsi kegandrungan saya akan miss English yang menggoda saya kurangi. dan efek 'terjebak' harus menyelesaikan hafalan (saa itu). Tapi saya menghargai betul Pengasuh Pondok, walaupun background beliau bukan psikologi tapi nasehatnya hingga saat ini masih nempel. Saya yakin ini fadhilah Qur'an, seperti doa Nabi Musa di surat Maryam
Nah, kini setelah tak ada lagi Ibu Pengasuh jadi 'ngambang' lagi. Sedari awal sudah merancang cita mau ini dan itu, namun ketika mendengar orang lain sukses dengan cara 'A-B-C-D'nya saya jadi gamang lagi.
Hehe... katanya sih wajar 
Wang sinawang..
Beberapa hal yang menjadikan saya seperti ini sejak mengenal FB (bukan menyalahkan FB lho), yah tapi karena fasilitas upadate status dan bertambahnya teman-teman menjadikan FOKUS saya kabur, seakan Kompas yang saya pegang mulai kehilangan medan magnet kemana menuju. dan ini yang ingin saya obati. Nasihat Ustadzah saya diatas bahwa kita hanya bisa menekuni satu hal, Jika Qur'an yang FOKUS qur'an dulu, kalau Inggris ya Inggris dulu, Kalau nulis ya nulis dulu rupanya ada dalam Al Qur'an “Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (QS. Al Insyirah: 7).
Mengapa? karena kita butuh FOKUS, tekun untuk menjalankan satu persatu. Baru saya fahami bagaimana ketika dulu kami diwajibkan hafal Qur'an sekaligus faham bhs Inggris, Arab, pinter menjahit, menyulam,  memasak, dan kreatifitas lainnya pasti hasilnya juga setengah-setengah.

So, untuk kembali mengaktifkan Fokus dalam fikiran ada beberapa tips! 
  • Rancang ulang rencana (cita-cita), pisahkan mana yang urgent dan mana yang kurang 
  • Bagian yang urgent segera dipecah mana yang paling prioritas dan mendesak dan mana yang tidak
  • Yang paling mendesak langsung di desain bagaimana cara kerjanya, misal ya: Saya ingin menulis buku dari skripsi S1 kemarin, lalu mulai menentukan langkah bagaimana mencari bahan tambahan, kemana? apa perlu surat izin atau tidak, temui kembali subjek yang diteliti, tambahkan hal yang perlu,  lalu susun sebaik-baiknya setelah jadi temui dosen psikologi bu A atau siapapun yag berkaitan. setelah mendapat saran coba ajukan kepenerbit.
  • Setelah proyek pertama cukup mendapat titik terang dan bisa dikatakan 90% beres lalu berlanjut pada rencana selanjutnya dan terus begitu. Intinya jangan ditinggalkan yang lebih urgent
  • Sekali lagi pakai "KACA MATA KUDA" jangan banyak melihat orang disekitar, FOKUS-FOKUS-FOKUS,
  • Perbanyak doa, dan jadikan list no. 1 adalah menghafal Qur'an. Jangan tanya apa manfaatnya bagiku? kerjakan saja dan tunggu keajabiannya.
Jangan habiskan waktumu untuk membuka-buka, membaca-baca status orang yang tidak penting, apalagi menambah pikiran negatif. Ingat, waktu yang Allah kasih untuk orang kafir dan orang muslim sama, kita yang mengolahnya. 
Jangan cemburu dengan rezeki orang lain, karena setiap kita ada jalannya. Wang sinawang, kita lihat orang lain rezekinya berlimpah ruah tetapi kita jua tak pernah tahu berpa limpahan ujian yang ia terima.
Jadilah orang bersyukur agar selalu Allah berikan rasa cukup dalam hati sehingga rezeki terus ditambah (QS.Ibrahim; 7). karena sifat manusia tidak akan puas sehingga tanah yang menutupinya (dikubur) sudah dapat 1 gunung emas tetap saja kurang pengennya 2-3 lagi
Terakhir mari berdoa 
'ALLAHUMMA A'INNI ALA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI IBADATIK'
Ya Allah, bantulah aku untuk selalu berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dg baik padaMu

للَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ
Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung pada-Mu  dari hati yang lemah, aku berlindung dari dikembalikan ke umur yang jelek, aku berlindung kepada-Mu dari musibah dunia dan aku berlindung pada-Mu dari siksa kubur.”


8 November 2013

Endank Soekamti ^^

di 16.18 0 komentar
Lagu yang easy listening (sekarang)
==> pas sama kondisi hati *_*




Apa kabar mu Teman-temankuKu tahu kamu setia menungguWalaupun aku selalu sangsimuKini ku datang hanyalah untukmu



Reff:
Aku ada di sini menghiburmuSekali lagi seperti duluSenang ataupun susahSelalu ceria Long Live My Family



Ku ingat semua tingkah gilamuKu ingat juga wajahmu yang lucuKita semua seperti saudaraTumbuh bersama sampai kita tua



Apa kabarmu teman-temankuLama tersa tidak bertemuMungkin dirimu telah banyak berubahJadi apapun tidak masalah



Back To Reff



16 Mei 2013

Tulang Rusuk Tak kan Pernah Tertukar ^^

di 22.15 0 komentar

Alhamdulillah wa syukurillah

sejenak meninggalkan kegalauan hati melihat teman yang menikah silih berganti. mengalihkan memang tak mudah dimana aku belum punya aktifitas rutin. yah, S1 sih udah kelar (Alhamdulillah) tapi SIM (surat izin Mengajar ) apalagi SIM (Surat Izin Menikah) dari ortu belum dapet juga. Prinsipku bahwa "apapun yang orang tua katakan TURUTI dan IKUTI nasihatnya" kan memang kita masih hak orang tua walau merasa matang secara usia.

oya, cerita dulu ah.. sejak beberapa teman menikah memang ada rasa-rasa "ingin" juga. Wajarlah, cewek normal gituh. ditambah sinyal-sinyal yang semakin kuat mengudara, entah tower apa yang begitu kuatnya hingga beberapa teman pun menangkap sinyal itu. mulai dari mbak2 (mbaknya temanku) tinggal di Bandung dan kami lamaaa banget gak ketemu yang tiba2 kirim message banyak banget yang menanyakan kenapa belum nikah, kapan, mengapa (5W+1H) lah. sampai2 mau dicarikan sama si mbak itu, aiiih baik banget mbak. nasehatnya padaku "Lanjut pendidikan bagus, tapi kamu itu eman lo ning gak nikah dulu". duh mbakyu pengennya aku ikuti saranmu, tapi....

Ahad 1 di pondok sekian lama tak bertemu Ustadzah yang subhanallah ilmunya bak sumur di tengah padang sahara, airnya menyegarkan hingga dikira surga #apaan ini. Pengajian itu banyak nyebut2 "nyindir" aku si alumni yang males "sowan" ke pondok.. malunyaaaa...
diakhir halaqoh Ustadzah yang q anggap ibu ke-2 menanyakan mulai aktifitas serta menasihati agar segera menikah. apa lagi yang dicari perempuan jika usianya telah cukup, wanita memang tak wajib tuk mencari nafkah. Juga tak baik menunda menikah, Orang tua akan berdosa bila anak gadisnya sampai pacaran bahkan bermaksiat karena dihalang-halangi untuk menikah. "Ayo orang tuamu dikasih pengertian ini, dosa lo larang2 anaknya menikah padahal telah mampu, ada jodoh. po mau tak carikan? -Gleeeg.. cerita usai disini 

Trus esoknya sore hari berangkat rapat badko Kalasan, disini pun tak sengaja (rencana Allah pastinya) aku duduk sebelahan sama mbak2 yang ternyata temen seangkatanku kuliah, ini istrinya Ust .Wahyu. woow.. baru kenal padahal tapi udah luar dalam aja nasehatin aku (sampe aku ga tau apa isi rapat sore itu). 
Lebih kurang sama pertanyaannya (5W+1H) juga. yang paling ngancem tuh kata2nya "Jangan berani-berani loh nolak ikhwan yang baik agamanya". Dia pun bercerita ketika semester 6 menikah orang tuanya belum mengizinkan namun si calon suami dengan sungguh-sungguh meyakinkan orang tua si calon istri. Alhamdulillah sekarang hidup lebih tenang katanya, suami saya jadi tulang punggung bahkan ortu kami yang dulu kurang yakin pun kini "ngandelke" kami untuk urusan apapun. Wah.. berbinar-binar aku mendengar segala ceritanya. 
dan beberapa kisah lagi yang mengusik hati (koq yo beruntutan ketemu orang2 yg spiritnya oke gini)

Terakhir saat mulai menenangkan diri, sambil menyalakan laptop, ngonekin internet. eladalaaah... aq mbaca postingan mbak2 yang judulnya mirip #mirip apa ya.. Jadi mbak2 itu dilarang keras menikah dan harus menyelesaikan s2 nya dulu. Namun, si Ikhwan yang gigih itu datang hingga akhirnya sungai menemukan muaranya #syahdu lah pokoke

Yah, itulah kalian dan ini aku. aku tak ingin egois namun aku menunggu ridho. Ridho hingga orang tua dengan  ikhlas bertitah padaku. Ridho yang menjadikan tiket surga di kakinya untukku. Ridho yang menjadikan bumi pun bertasbih. semoga.. segera.. Doanya...

30 Januari 2013

Renungan Sore Itu, Tentang Ego

di 23.11 0 komentar


Saat asa tak sesuai realita
Kita sering berontak dan tak terima
Merasa  Dia tak adil dan pilih kasih
Lalu sangsikan Dia yang Maha Pengasih
Lihat yang diatas pasti lebih gemilau
            Karena rumput tetangga memang lebih hijau
            Cobalah pandang si anak jalanan
            Bahwa kita diciptakan untuk saling bergandengan
Nestapa hidup bukan untuk dimaki
Kesulitan hidup janganlah dicaci
Susah dan senang adalah tempaan diri
Agar menjadi manusia sejati yang punya hati
            Cobalah tuk memaknai tiap babak
            Karena susah-senang tak bisa ditebak
            Ketika senang syukuri, maka pasti bertambah
            Saat diuji yakin akan janjiNya maka bersabarlah
           

Skesta kehidupan

di 23.06 0 komentar

Tampak tak ada beban di hidupmu
Kicau nan riang selimuti hariku
Tak pernah risaukan rezeki hari ini
Karena yakin Rabbmu yang janjikan rezeki
            Puluhan kilo kaki melangkah
            Jajakan barang pecah belah
            Terbayang tangisan anak istri
            Bila ku pulang tak bawa nasi
Aku iri liat pejabat
Kerja sebentar rezeki berlipat,
Tapi ya apa boleh buat
Harapanku kelak walau anakku tak jadi pejabat
Yang penting jadi orang yang manfaat
           

22 Januari 2013

Menanti Pemimpin Dunia Akhirat.

di 22.49 0 komentar
            Dunia politik tak pernah surut menjadi tema pembahasan, mulai dari carut marut kasus korupsi bank, perputaran kasus dana Nazarudin yang melibatkan banyak orang mulai dari petinggi negeri ini sampai rekan-rekan sesama anggota komisi. Kasus tersebut secara tidak langsung berimbas pada wisma atlet yang sebentar lagi akan segera digunakan untuk menyambut perhelatan olah raga terbesar di Asia Tenggara.Tentu ini menjadi perhatian bersama karena menyangkut nama baik bangsa Indonesia sebagai tuan rumah.

       Menantikan pemimpin yang adil dan dapat memperhatikan rakyatnya bukanlah dongengan semata. Ada pepatah mengatakan selama darah masih mengalir, tak ada yang tak mungkin terjadi di dunia ini. Persoalan memilih pemimpin yang pantas memimpin memang bukan perkara mudah. Sistem di tanah air ini tidak selalu mememilih yang terbaik tapi memilih yang berduit.

            Pernahkah kita membayangkan khalifah Umar r.a ketika beliau memimpin umat islam?. Sebelum tidur beliau selalu berkeliling wilayahnya untuk memastikan bahwa semua rakyatya dalam keadaan aman, tidak kelaparan dan baik-baik saja. Sampai suatu ketika ada seorang pemuda kampung yang menyuruh Umar r.a untuk mengangkat pikulan barang majikannya karena mengira Umar ra yang saat itu sedang berkeliling adalah seorang kuli yang membutuhkan uang. Maka heranlah pemuda tersebut ketika sepanjang perjalan orang-orang menundukkan wajah seraya menatap geram padanya hingga saat melewati sebuah rumah seseorang menegur. “wahai amirul mukminin hendak kemana dirimu?”. Mendengar itu pemuda tersebut kaget dan langsung tersungkur melihat Umar r.a dan taka da raut marah sedikitpun pada wajah Umar r.a. coba ilustrasikan jika presiden kita mencontoh Umar ra. Apa yang akan ia lakukan untuk negeri ini?

           Faktor pemimpin merupakan faktor utama/penting yang dapat menetukan maju mundur juga bisa hidup matinya suatu organisasi/ negara dan kepemimpinan merupakan kunci pembuka suksesnya organisasi/negara. Wahab Abdul Kadir mendefinisikan pemimpin adalah orang yang memiliki kesanggupan mempengaruhi, memberi contoh, mengarahkan orang lain atau suatu kelompok untuk mencapai tujuan baik formal maupun non formal

         Menurut konsep Al-Qur’an, sebagimana ditulis oleh Khatib Pahlawan Kayo, bahwa seorang pemimpin harus memilki beberapa persyaratan sebagi berikut : 1. Beriman dan bertaqwa. (Al-A’raf : 96) 2. Berilmu pengetahuan. (Al-Mujadalah : 11) 3. Mampu menyusun perencanaan dan evaluasi. (Al-Hasyr : 18) 4. Memiiki kekuatan mental melaksanakan kegiatan. (Al-baqarah : 147) 5. Memilki kesadaran dan tanggung jawab moral, serta mau menerima kritik. (Ash-Shaf:147). 

          Islam menghendaki seperti berikut ini :gaya yang harus dimilki seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya: Selalu ramah dan gembira, menghargai orang lain, mempelajari tindakan perwira yang suses dan menjadi ahli dalam hubungan antar manusia, mempelajari bentuk kepribadian yang lain untuk mendapatkan pengetahuan dalam sifat dan kebiasaan manusia. Mengembangkan kebiasaan bekerjasama, baik moral maupun spiritual, Memelihara sikap toleransi (tenggangrasa), Memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan. Terakhir sebagai rakyat kita hanya bisa berdoa semoga kelak pemimpin ideal itu muncul atas izin Allah.


kalasan, 21 Juli 2011

15 Desember 2012

“Jodohmu, Aku bukan ya?”

di 10.34 0 komentar

Hanya bisa tersenyum2 kecil saat melihatmu, yah kembali lagi imajinasiku merampas privasimu #Maaf
Ini hanya imajinasi yang suka bermain liar tak terarah. Membayangkan setiap kalian adalah kesatria dambaan itu. 
pilih mana yaa??
Bukan hanya sekali ini namun berkali-kali. Setahun lalu Ust. A yang nampak gagah berani, pandai menguntai kata dan makna dalam ceramahnya. lalu saat frame beliau dalam memoriku mulai redup muncul si Akhi B yang nampak di mataku adalah kesempurnaan #selalu tampar dirimu untuk terus bersyukur. Mensyukuri bahwa Allah jaga dirimu maka jangan kau bongkar aibmu

Kembali ke Akhi B yang kunilai ia kesatria dambaan itu, pandai, ganteng pula, serta.. hmmm sikapnya padaku yang membuat ku berbunga-bunga. Lalu sirna saat kulihat foto mereka dengan bidadari yang membawa buah cinta dipangkuannya.
Ku yakinkan diriku sendiri bahwa mereka bukanlah kesatriaku.
hiks..hiks..
Okey.. dalam sedih aku masih bisa menyadarkan anganku bahwa engkau bukanlah kesatria dambaanku.
Sesaat berlalu, dua mata ini kembali menemukan sosok yang “menggetarkan”, tak menunggu lama ku cari seluruh info tentangmu lewat berbagai cara. Kuikuti seluruhh berita tentangmu serta berbagai konsermu, sayang..aku tak bisa datang tuk melihatmu secara langsung. Hatiku remuk saat menemukanmu telah bersanding dalam diammu, hingga putri kecil itu jadi saksi cinta kalian.

Haha......dan ini banyak sekali #efek doyan TV dan baca majalah suka berfantasi aneh2
Tapi gak dari tv aja lo, di dunia nyata pun pernah ya saat priksa trus ketemu dokter yang jenggotan dan “kayaknya” single suka spontan mbatin coba aja.... ............... hehe #lanjut gan,

13 Desember 2012

“Cinta dalam Lima Belas Menit"

di 22.18 0 komentar
“Lima belas menit. Aku terus tersenyum sembari menyusuri lima belas menit. Menunggu di depan pembatas rel sambil memandangi lampu yang berkedip2 lalu memberi senyuman pada petugas yang setia melambaikan tangan pada masinis kereta, adalah hal yang menyenangkan sambil menikmati sapuan angin kereta yang melambai sambil berpesan “sayang..kamu harus bahagia”. Perjalananku berlanjut ditemani sepoi angin yang membelai syahdu menyusuri indahnya rimbunan padi, terus tersenyum membawa anganku padamu. Ingin kuceritakan pada alam bahwa aku bahagia hari ini, petak sawah membawa imajinasiku ingin berguling-guling sambil meneriakkan “Aku bahagia”........... yah aku memang harus bahagia “
#limabelasmenit itu antara engkau dan aku
“Lima belas menit, serasa aku tak ingin ia berlalu. Yang membawa anganku padamu, rinai hujan siang tadi mengatakan padaku bahwa “Aku harus bahagia” rasakan hangatnya hujan ini, jangan keluarkan mantelmu karena hujan bukan untuk dihindari. Ini rahmat-Nya untukmu siang ini yang memijat lembut pundakmu saat kau lelah menempuh waktu lima belas menit.

“Lima belas menit, kian terasa cepat. Dikala itu pun aku tersadar, bahwa tidak baik aku secepat ini. Lalu ku kurangi kecepatanku untuk menempuh lima belas menit.

11 Desember 2012

Istriku…Berhentilah Mengeluh ...

di 06.51 0 komentar

Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Kisah ini menceritakan sepasang suami istri yang memiliki tujuh orang anak. Suatu hari, suaminya melihat sang istri sedang menangis sambil memasak makanan.

Melihat hal itu, suami bertanya, “Wahai Istriku, apa yang terjadi denganmu? Apa yang membuatmu menangis?”

“Aku menangis karena merasa sangat lelah dalam mengurus keluarga dan melakukan semua pekerjaan rumah,” sahutnya. “Aku mengurus tujuh anak kita dengan berbagai tabiat mereka. Aku harus menyediakan makanan, membereskan rumah, mencuci baju yang sangat banyak. Aku bekerja 24 jam sehari. Rasanya, aku tidak sanggup lagi untuk melakukan semua ini.”

Sang suami tersenyum. “Apa yang harus aku lakukan?” tanyanya.

“Tolong carikan aku budak perempuan yang dapat membantuku mengurus semuanya.”

“Tentu saja, aku akan mencarikannya. Tapi, tolong dengarkan aku sebentar saja,” kata sang suami sambil membelai istrinya dengan penuh kasih sayang.

“Allah senantiasa membantu hamba-Nya yang tidak pernah berputus asa dan ikhlas dalam mengerjakan apa pun yang mengandung kebaikan. Kau adalah seorang istri yang sangat sabar dalam menjaga keluargamu, seorang ibu yang menjadi teladan bagi ketujuh anakmu, dan menjadi pendampingku yang salihah dengan beratnya tugas-tugasmu. Aku bisa saja mencarikan seorang Pembantu untuk meringankan pekerjaanmu. Namun, jika kau tetap mengerjakan semua kebaikan itu untuk keluarga kita maka Allah akan menghapus semua salah dan dosamu.” Ujar suaminya.

Sang suami kemudian berkata lagi, “Istriku yang salihah, perempuan yang tidak pernah lelah menjaga keluarganya dan ikhlas dengan apa yang dilakukannya, Allah akan menetapkan setiap butiran keringatnya menjadi kebaikan yang dapat melebur keburukannya sekaligus mengangkat derajatnya.”

Sang Suami membelai Istrinya yang masih terisak menahan malu, lalu diajaknya duduk santai di ruang dapur mungil yang sangat sederhana itu, lalu Sang Suami melanjutkan nasehatnya,

“ coba ingat kembali Wasiat Rosulullah SAW kepada Fatimah putri Beliau, yang dipersunting Ali Bin Abi Thalib yang sangat miskin, yang ketika itu juga sedang mengeluh kepada Ayahnya Rosulullah SAW karena tangannya yang dulunya halus kini berubah menjadi kasar dan lecet-lecet karena setiap hari harus menumbuk gandum sendiri, mengolah dan memasaknya. Ada 10 WASIAT Beliau kepada Putrinya :

1.Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak Allah akan tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya, dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.

2.Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.

3.Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

4.Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangga-tetang ganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat meminum Telaga Kautsar pada hari kiamat nanti.

5.Wahai Fatimah ! Yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu,maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah Fatimah, Kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6.Wahai Fatimah ! Disaat seorang wanita hamil, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, serta melebur seribu kejelakan. Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para Pejuang Allah. Disaat seorang wanita melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Disaat seorang wanita meninggal karena melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, didalam kubur akan mendapat taman yang indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

7.Wahai Fatimah! Disaat seorang istri melayani suaminya selama sehari semalam, dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya dihari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Allahpun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.

8.Wahai Fatimah! Disaat seorang istri tersenyum dihadapan suaminya, maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

9.Wahai Fatimah! Disaat seorang istri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

10.Wahai Fatimah! Disaat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggotnya dan memotong kumisnya serta kuku-kukunya, maka Allah akan memberi minuman yang dikemas indah kepadanya, yang didatangkan dari sungai-sungai surga. Allah pun akan mempermudah sakaratul maut baginya, serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga. Allah pun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat.

Istrinya pun menangis karena merasa malu. Sejak itu, dia tak pernah lagi mengeluh.

Subhaanallah, wasiat ini merupakan mutiara termahal nilainya, khususnya bagi setiap istri yang mendambakan kesalehan.

Betapa Agung dan Mulianya Posisi Wanita dalam rumah tangga ketia ia rela dan ikhlas menjalani Fitrahnya sebagai seorang Istri.

Wallahu’alam bishshawab

sumber :Grup Fb Alumni TA

10 Desember 2012

Wanita Terhebat..

di 17.55 0 komentar

sebelum nulis mo nyanyi dulu ah, buat ibuku yang paling cantik sedunia ^^

Airmata Ibu

Apakah sebenarnya
Terbuku dikalbumu
Apakah erti linang airmata di pipimu

Ucapkanlah padaku
Tak bisa kurungkainya
Rahsia yang kau pendam itu

( korus )
Aku hanya menduga
Tidak mampu merasa
Sebenar-benar perasaanmu

Pengorbanan yang kau lakukan
Untuk dewasakan ku
Pengorbanan yang kau lakukan
Untuk dewasakanku
Hanya bisa ditangguing oleh hati ibu

( bridge )
Namun kupercaya
Takkan terlerai kasih
Ikatan ini takkan putus

Telah kau telan lara
Dan terima segala
Dugaan dan badai yang melanda...
Duhai ibu
Ibu.. tertegun aku melihat pengorbananmu
Tak kuasa haru berubah menjadi bulir2 perdu
Siti Nurhaliza (Aiman / Ad Samad)

 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review