Tampilkan postingan dengan label RESENSI BUKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RESENSI BUKU. Tampilkan semua postingan

14 Desember 2013

Melihat Wartawan Dan Kebebasan Pers Indonesia

di 16.52 0 komentar
Judul                 : Wartawan Dan Kebebasan Pers Ditinjau Dari Berbagai Perspektif
Cetakan           : I, Oktober 2013
Penerbit           : UNY Press
Tebal               : 166 halaman
ISBN               : 978-602-7981-22-5
 Artis dengan modal ketampanan atau kecantikannya bisa menjadi terkenal diseluruh pelosok negeri tanpa ia pernah kunjungi satu persatu wilayah tersebut. Modal untuk menjadi terkenal terutama bagi orang biasa sebenarnya mudah yaitu lewat dunia literasi. Ya, menulis adalah jawaban untuk menjadi terkenal, tentu bukan sekedar terkenal tetapi berbagi manfaat hanya lewat lembaran kertas. Kebebasan pers sekarang ini tidak lagi dibatasi, dengan mengusung demokrasi, kebebasan mengeluakan pendapat maka semua orang berhak “bicara”, bahkan tulisan  tidak bisa dituntut ke pengadilan tapi dibalas pula dengan tulisan.
Saat ini siapapun boleh menulis, bukan hanya wartawan yang terikat dengan aturan media tempat ia bekerja. Adanya citizen journalism menjadikan siapapun boleh mengolah berita dan mempublikasikannya lewat media cetak maupun elektronik. Hanya saja setiap calon-calon wartawan ini perlu memahami seluk beluk tentang jurnalistik secara lengkap agar bisa menyajikan bertita yang berimbang.
Buku karya bapak Hamdan Daulay ini sangat tepat menjawab segala pertanyaan dan bisa menjadi panduan dalam memahami dunia literasi khususnya setiap kita yang ingin menjadi wartawan dan mengetahui segala hal yang berkaitan dengan jurnalistik. Kode etik jurnalistik sangat perlu dilihat dari kacamata Islam yang menjadikan nilai plus buku ini. Mengapa penting? Seorang jurnalis muslim harus memiliki kode etik tersendiri sesuai tuntunan ajaran Islam. Dengan demikian umat Islam yang sedang menghadapi cobaan berupa hinaan, cemoohan dan intimidasi dari kelompok-kelompok yang tidak menyukai Islam akan kembali bangkit  melalui media massa Islam (hal. 25).
Dari pernyataan diatas juga terlihat adanya koridor yang harus dipatuhi, tidak sekedar bebas tanpa batas. Hak dan kebebasan pers esensinya tidak absolut dan tidak terbatas. Deklarasi HAM tahun 1948 pasal 29 dan UUD pasal 28, intinya kebebasan berekspresi termasuk kebebasan pers mempunyai batas-batas tertentu untuk saling menghargai antar umat beragama, ras, suku, dan bangsa (hal.32).
Sebagai wartawan yang malang melintang di dunia kepenulisan, pak Hamdan memberikan tips dan trik bagaimana menulis di media massa yang beliau khususkan di Koran Kedaulatan Rakyat dimana sebagian tulisan-tulisan beliau sering terbit melalui media itu. Tentu penting untuk diketahui bagaimana karakteristik media yang kita ingin tuju, aspek apa saja yang perlu dperhatikan ketika menulis artikel atau opini, yang tidak jarang sebagai penulis pemula kita sering kecewa karena tulisan kita tidak jua terbit. Memang pemula dituntut untuk sabar dan sungguh-sungguh untuk menjadi penulis yang prodktif. Hal menarik lainnya adalah minimnya penulis wanita diharian ini (hal. 49), ini juga pemantik bagi kita semua agar lebih semangat menuangkan ide di media massa dari pada sekedar berceloteh sia-sia di media sosial (fb, twitter,dsb) selain berbagi manfaat juga honor yang diterima lumayan.
Menulis sebagai sarana dakwah dengan jangkauan tak berbatas  merupakan sarana edukasi yang efektif. Konflik kerukunan umat beragama yang sering memanas dapat dimediasi oleh media (hal.127). Pembaca media massa tidak hanya para orang tua atau orang-orang terdidik, saat ini diwarung-warung kopi, bengkel, warung bakso dan mi ayam pun tersaji koran sebagai teman duduk menunggu pesanan. Jadi jangan dianggap remeh, jika serius ingin memperbaiki bangsa jangan memikirkan hal-hal diluar jangkauan, mulailah dengan menulis siapapun kita dan dari latar belakang apapun. Siapa yang memegang media maka dunia ditangannya agaknya bisa terbukti jika kitapun memulai.


12 Januari 2012

Kesan dari Novel "KEMI" (Kebebasan yang tersesat) karya Adian Husaini.

di 09.22 0 komentar
   
          Tulisan ini bukan bermaksud menggurui, sok pinter, sok bener n sok2 lain… Cuma skdr uneq2Q untk mnmbah catatan pribadi.
Memang berat kawan hidup diera sekarang, bahkan sudah diprediksi Nabi ratusan tahun yg lalu: Islam itu asing dan akan kembali dengan asing, maka beruntunglah bagi orang2 yang asing) juga hadis Nabi “akan datang banyak fitnah di suatu zaman sehingga di waktu pagi seseorang berada dalam keadaan mukmin, paginya menjadi kafir”
Fatuba lil ghuroba’I (beruntunglah org yang asing),,, dulu masa Belanda kita dengan giatnya memerangi penjajah tapi kini,,, kita secara tidak sadar diperangi dengan logika (Ghozwul Fikri),, dengan menyajikan kata-kata yang dikemas menarik dan retorika yang terkesan indah, memukau, modern dan alasan lain.. seperti surat Al an’am: 112 yang menyebutkan bahwa Allah menjadikan untuk setiap Nabi ada musuh2 yakni setan dari jenis manusia dan jin, mereka senantiasa membisikkan kata-kata indah (Zhukhrufal Qouli) dengan tujuan untuk menipu (ghururo). Tentu ini lebih bahaya karena terkesan “kasat mata” dan “indah” menggoda (cieee bahasanya…)))
Ups sory….next..


            Alhamdulillah setelah membaca novel ini membuka wawasanQ lebih banyak, paling tidak sdikit2 tau lah alur logika para orientalis, liberalis dan lis2 sesat lainnya. Bukan untuk niat mendebat mereka, paling tidak kita tambah yakin dan Bangga dgn Islam. Dalam  ayat Qur’an bahwa “orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela sebelum engkau mengikuti agama mereka………” Al- Baqoroh: 120
 mengapa saya rasa penting? Ya… karna saya adalah Islam (muslimah).
Jika saya bilang ya… benar itu kan relative perspektif masing2,, kyo kyane qt ga tanggungjawab dg konsekuensi mnjadi seorang muslim, wong sudah jelas2 yang benar  itu menurut Qur’an dan Sunnah knp harus perspektif masing-masing????
.              Tegas saja, kalau bertentangan ya salah, ga usah” pekewoh”  kalo kata org jawa makanya kita bilang (untuk menjaga perasan mrk) emmm,, smuanya bnr kog mnr msg2… gleg…
mungkin kalau kita takut/ segan  berargumen paling tidak jangan sekali-kali mmengiyakan kata-kata mereka. Prinsip amar ma’ruf yang terakhir kan mengingkari dengan hati….
Kita ingat pada khutbah Nabi Shollallahu Alaihii Wasallam yang terakhir (haji wada’) Nabi mengatakan bahwa: Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu….. (Al Maidah:3) ini sudah sangat, sangat, sangat, sangat, sangat>> hihi kelebihan sakingg smangate…. Sangat jelas.. Islam tu sempurna mbo’yo  g usah diembel-embeli pluralis, liberalis,,, n list2 laenx…
Jamaah…….
           Para orintalis dan org2 jahat n ngeyel lainnya mayoritas belajar Islam dengan susah payah,, slh satunya aja tar yg laen cri sndiri,, pling prjuangan mrk g jauh2 dr pnhulux…
 Snouck Hurgonje yang kita tahu sepak terjangx dlm mempelajari Islam serta mnguasainya Selanjutnya, dalam suratnya, Snouck menegaskan bahwa keIslaman dan semua tindakannya adalah permainan untuk menipu orang Indonesia demi mendapatkan informasi. Ia menulis “Saya masuk Islam hanya pura-pura. Inilah satu-satulnya jalan agar saya bisa diterima masyarakat Indonesia yang fanatik. ” Temuan lain Koningsveld dalam surat Snouck mengungkap bahwa ia meragukan adanya Tuhan. Ini terungkap dari surat yang ia tulis pada pendeta Protestan terkenal Herman Parfink yang berisi, ‘Anda termasuk orang yang percaya pada Tuhan. Saya sendiri ragu pada segala sesuatu” Tapi tidak sedikit juga lo mereka yg berniat menghancurkan Islam dg mempelajari Islam mlh mndpt hidayah. Seperti dr  Abdul Karim Germanus, pas mbaca di http://namakugusti.wordpress.com/2010/07/29/dr-abdul-karim-germanus-orientalis-yang-mendapat-hidayah/.
Subhanallah Allah yang menentukan hidayah bagi setiap makhlukNya…
         Tak bisa dipungkiri, para orientalis dan lis2 laennya tu juga manusia yang punya hati nurani (bukan nur’aini apalagi ramadhani lho!!!... ups,, po kui,,, yuks srius lagi….)
Sebenarnya hati terdalam ato nurani mereka itu mengakui kebenaran yg Haqiqi (Qur’an n Sunnah) tapi dengan berbagai alasan, contohnya: orang yahudi dulu itu menolak keNabian Muhammad Shollallahu Alaihii Wasallam tapi mereka menolaknya karena hawa nafsu (alasan bahwa Nabi bukan dari golongan bangsanya). Jadi kadang mereka tidak mengakui kebenaran yg Haq karena tidak tahu (asal taklid krn dibungkus bahasa2 keren n modern), nafsu (alasan mempertahankan prinsip krn “malu/ gengsi dong,,, masa’ aq dh smantep ini trus mngaku salah… mo ditaruh dimana mukaku…) tentu kita tahu kebohongan yg satu biasanya diikuti oleh kebohongan2 berikutnya n harta dunia yg menggoda.
         Tentu sebagai pelajar Islam mengapa kita diperintahkan untuk menimba ilmu dari siapapun n kapanpun (unzhur man qola wala tandzur man qola). Ya inilah.. dengan tau ilmu qt tdk akan terombang-ambing oleh kerasnya hantaman ombak     (wuuuuz bahasne…. )
Tentu tetap mohon perlindungan Allah Subhanahuwata’ala selalu diberi petunjuk n didekatkan dengan orang2/ teman2 yang beriman.. karena tidak ada yang lebih nikmat selain berkawan dengan orang sholeh…
Wallahu a’lam bis showab..
Wassalamualaikum wr wb…
 


 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review