Tampilkan postingan dengan label Tarbiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tarbiyah. Tampilkan semua postingan

29 Juli 2014

Bersabar dalam sakit

di 16.44 0 komentar
Setiap orang pasti punya penyakit, dilema bahkan masalah besar dalam hidupnya. Kenapa begitu? karena Allah SWT adil. Ada siang-malam, susah-senang, bumi-langit, kaya-miskin, surga-neraka, dsb. Keadilan ini tercermin dari sumpah-sumpah yang Allah SWT gunakan seperti di surat Al Lail, As-Syam, dan lainnya.

Dalam sebuah keluarga pastilah muncul berbagai karakter, walau dari orang tua yang sama tapi karakter anak bisa berbeda. Bapak, Ibu baik tapi anak tidak, bapak, anak baik tapi Ibu tidak, Ibu anak baik tapi bapak tidak. Kebaikan ini bisa dari sifat maupun fisik diri, sakit misalnya. 

Banyak dari kita mencerca mengapa ada orang tua normal yang mempunyai anak difabel, obesitas, sakit aneh, gangguan jin, gila/ayan, kecelakaan berat serta hal lain yang dianggap musibah.

Zaman Nabi SAW, ada seorang wanita yang berpenyakit ayan
Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”
Aku menjawab, “Ya”
Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’
Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’
Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

MasyaAllah..bayangkan jika wanita itu kita,ya kita. Mungkin lebih dari sembuh yang kita minta. Namun wanita itu lebih memilih bersabar dan hanya minta didoakan agar auratnya tak tersingkap.

Sahabat, dunia ini sementara dan penuh fatamorgana..
Siapapun saudara kita yang sedang bermasalah dalam keluarga, anak, adik, saudara, istri, suami dan siapapun yang sakit berat bahkan prediksi dokter umurnya tinggal sekian hari, tolong ceritakan..sampaikan kisah ini. Bahwa zaman Nabi saw pun banyak orang berpenyakit berat bahkan cacat karena perang. Tapi mereka tak mengelu katena jaminan Nabi saw untuk mereka yang bersabar yaitu SURGA.

Ingat juga kan kisah Nabi Ayub AS, yang mengalami penyakit kulit hingga 7 tahun lebih. Ketika istrinya minta agar ia berdoa minta kesembuhan, Nabi Ayub hanya berkata "Apakah pantas meminta sembuh padahal ia hanya memberi sakit sedikit dari sekian lama aku hidup".

Sahabat, tidak ada yang menimpa yang menimpa seorang muslim walaupun sakit panas maka pahala baginya, dosanya akan berguguran (hadis),
Maka sabarlah, sabar.. keadaan terlemah adalah saat mustajabnya doa. 
Semoga Allah SWT limpahkan karunia kesembuhan bagi saudara kita yang sakit.

اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ فَأَنْتَ الشَّافيِ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً


ALLAHUMMA ROBBANNAS ADZHIBILBA' SA ISYFI ANTASYSYAFI LA SYIFAUKA SYIFA' AN LA YUGHODIRU SAQOMA .

Artinya ;
“Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” ( HR. Bukhori Muslim)

13 Juni 2014

Teknologi Jendela bagi Pendidikan, jadi Pendidik Cerdas dengan Tekhnologi

di 07.36 0 komentar

Teknologi merupakan angin segar bagi dunia pendidikan. Ketika mencoba memetakan peta kemajuan teknologi kapan mulai boomingnya internet ya di kurun 2009(bener gak)  hingga kini. Tak terelekkan lagi alat komunikasi seperti HP tidak sedikit bentuk dan ragam desainnya, bahkan dalam hitungan hari sudah muncul lagi jenis HP yang baru. Itu baru HP, kini bak jamur di musim penghujan berbagai tablet, ipad, laptop mini dan lain sebagainya saling bersaing untuk memunculkan yang terbaik. Angin segar ini haruslah ditangkap para pendidik khususnya dalam pembahasan ini. Mengapa? Inilah sarana efektif salah satu media yang manfaatnya sangat besar, rugi sekali bila disia-siakan oleh pendidik.

Kenapa harus media teknologi?
Tak dapat dihindari lagi semua lini kehidupan kita berhubungan dengan tekhnologi. Untuk absen saja para guru di sekolah mulai dasar hingga dosen di perguruan tinggi sudah menggunakan finger print (absen sidik jari) yang memudahkan kerja staf Tata Usaha, contoh kecil betapa dekatnya teknologi dengan kita. Tidak seperti dahulu seseorang bisa saja mengelabui dengan tanda tangan palsu atau “titip” ke teman. Tes kerja atau tes masuk sekolah (SMP, SMA dan perguruan tinggi) juga sudah menggunakan CBT (Computer Based Test) yang dipercaya lebih akurat dan tak ada kongkalikong antara petugas dan siswa yang di tes.

Teknologi hadir bukan untuk dihindari, menghindari sama saja kembali ke zaman purba dan anti progresif (kemajuan). Tetapi manfaatkan ia sebijak mungkin untuk membantu kerja kita, meminimalisir “lupa” dan meringkankan tugas-tugas untuk mencapai target berikutnya.

Seorang guru atau dosen misalnya sangat terbantukan dengan adanya laptop atau tablet dalam menyusun rencana belajar. Mengupdate info yang selalu berubah juga menjadi aktifitas wajib bagi para pendidik, tentu sangat memalukan bila guru atau dosen tersebut “kudet” dalam istilah Raditya Dika (kurang update) dengan info-info saat ini karena anak-anak antuasias ketika diawal pembelajaran guru menyuguhkan peristiwa aktual tentang apapun, ini stategi menarik minat anak. Pendidik merupakan anutan siswa yang perkataan dan perbuatannya digugu dan dititu (didengar dan dijadikan panutan) maka haruse seiring sejalan tahu realita apa disekitarnya.

Internet juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran jarak jauh sebagai selingan dalam belajar, dimana tidak lagi dibatasi ruang dan waktu. Dalam pembelajaran jarak jauh ini guru/dosen tidak perlu bertatap muka dan para siswa juga bisa berada dimanapun selama ia masih terhubung dengan internet. Di sisa waktu atau sambil menunggu aktifitas lain, pendidik juga dapat membuat slide presentasi dengan segera tanpa perlu menunggu waktu untuk duduk depan komputer. Dengan sentuhan jari di tablet/ipad sebuah slide presentasi atau bahan ajar siap digunakan.

Siswa atau mahasiswa yang mengeluhkan mahalnya biaya kursus dapat diberi solusi dengan internet. Contohnya untuk les bahasa inggris di suatu lembaga tepatnya di Jogja untuk 1 paket (conversation) saja sudah butuh biaya 1 juta minimal, belum untuk paket yang lain (prounoncation dan Toefl) bisa jadi 3 juta lebih yang menjadikan anak enggan ikut les dengan alasan biaya mahal. Sekarang bukan zamannya lagi berkata mahal, bahkan youtube dan sosial media lain jadi sarana efektif untuk belajar. Atau ketika membutuhkan info beasiswa maka selain info dari sekolah juga penting untuk searching internet mencari sekolah-sekolah berkualitas di luar negeri. Anak-anak kita banyak yang mampu hanya saja info-info beasiswa ini yang sering tidak “terbaca” oleh pendidik

Saya pernah menghadiri seminar “Pemburu Beasiswa” yang dihadiri kak Nadia K Hakman dan kak Nur Febriani Wardi saya buku Haram Keliling Dunia menceritakan bagaimana sekolah mereka di luar Negeri berkat beasiswa tersebut. Di kampus-kampus luar negeri segala aktifitas perkuliahan serba internet, mulai dari mengirim tugas, absen, diskusi, jurnal terbaru, buku-buku ilmiah hingga populer, sharing dengan dosen dan sebagainya. Cerita menarik dari kakak-kakak ini yaitu pola pengiriman tugasnya ada deadline, (seperti lomba menulis ini misal yang deadlinenya 31 oktober 2013) begitu pula dengan mahasiswa disana bila terlambat 1 detik saja dari ketentuan jam maka ia tidak dapat mengirimkan tugasnya, hebat ya.

Sebagai mahasiswa mereka juga mendapat pasword dari pihak kampus sehingga bisa mengakses sebanyak mungkin jurnal baru yang meminimalisir mendapat ilmu yang “basi”  ibarat makanan. Karena ilmu (termasuk juga tekhnologi) selalu update setiap hari bahkan menit setiap orang di belahan dunia melakukaan penelitian lalu mempublish di jurnal sehingga dapat dilanjutkan oleh peneliti berikutnya. Kalau tidak membaca tentu kita tertinggal dan menggunakan ilmu yang “basi” tadi. Ternyata ini kunci suksesnya negara-negara maju, mereka sangat perhatian dengan ilmu bahkan dana penelitian disiapkan negara berapapun yang dibutuhkan. Beberapa jurnal online yang penting bagi para pendidikan diantaranya EMERALD, EBSCO, CENGANGE, Oxford Islamic Studies (bagi pendidikan Islam dan wacana ke-Islaman) dan lain sebagainya. Didalamanya berisi ratusan hasil penelitian yang selalu baru dan memberi “warna” dalam memperbaiki pendidikan.

Peran orang tua dalam pemanfaatan teknologi.
Ada ketakutan-ketakutan tak beralasan dari sejumlah orang yang bahkan menghindarkan putra-putrinya dari teknologi. Tidak boleh membawa HP seperti teman-teman lainnya, tidak ada televisi di rumah, tidak boleh menggunakan internet. Untuk pengkondisian mungkin bisa jadi ada yang membenarkan, tetapi disayangkan sekali bila ini dilakukan oleh orang yang mempunyai pendidikan. Utamanya bila ingin meredam efek negatif tekhnologi bukan dengan cara menutup seluruh akses informasi, gunakan jalur-jalur edukatif dengan baik.

Cara yang wajib dilakukan orang tua adalah membimbing putra-putrinya, selalu melakukan dialog dengan baik tentang keseharian anak (terbuka), menjadikan orang tua teman akrab anak. Juga yang terpenting adalah orang tua menguasai lebih dahulu teknologi tersebut. Sebutlah HP bagi anak usia SD bila pun sangat diperlukan maka orang tua harus lebih tahu tentang pemanfaatan HP mulai dari fitur, aplikasi,serta bagian lain sehingga dapat mengawasi aktifitas anak dengan Hpnya juga dapat memblokir situs-situs atau aplikasi yang tidak bermanfaat.

Habibi pernah berkata: kita harus jadi pemain, jangan hanya jadi penonton globalisasi. Habibi tidak sekedar berkata tapi membuktikan dengan dedikasi yang tinggi membuat ia diakui Jerman. Kini, ketika menutup mata terhadap teknologi kapan mimpi menguasai dunia terwujud?

  

29 November 2013

ZIKIR IMAM GHOZALI

di 07.33 0 komentar

Dalam sebuah ceramah pagi di MQ FM, ada ustadz yang memberikan zikir yang bagus untuk diterapkan. Tentu tidak melupakan bahwa sebaik-baik zikir adalah membaca Quran 
Zikir ini diterapkan setiap hari dalam aktifitas apapun,


Jumat ya Allah

Sabtu la ilahala

Minggu ya hayyu ya qayyum

SeninLa haula wala quwwata illa billah

Selasa sholawat

Rabu istighfar

Kamis subhanallah bihamdihi subhanahil adzim


6 November 2013

Pak Muqowim,

di 09.09 0 komentar
Mengawali Tahun Baru 1435 H ini,,
Perbaiki diri dan Konsisten terhadap target..
Bismillah, 

Saya mau cerita tentang dosen/ orang2 yang saya kagumi selain..Ayah--Ibu yang otomatis jd motivator no 1
inspirasi, samudra tak bertepi
Ada dosen di kampus saya yang cukup menyita perhatian, awal kuliah dg beliau sudah terasa dosen ini punya inner yang kuat.
gelap bgt :D

2 November 2013

Jadi Pendidik Cerdas dengan Tekhnologi

di 09.41 0 komentar
Teknologi merupakan angin segar bagi dunia pendidikan. Tak terelekkan lagi alat komunikasi seperti HP tidak sedikit bentuk dan ragam desainnya, bahkan dalam hitungan hari sudah muncul lagi jenis HP yang baru. Itu baru HP, kini bak jamur di musim penghujan berbagai tablet, ipad, laptop mini dan lain sebagainya saling bersaing untuk memunculkan yang terbaik. Angin segar ini haruslah ditangkap para pendidik khususnya dalam pembahasan ini. Mengapa? Inilah sarana efektif salah satu media yang manfaatnya sangat besar, rugi sekali bila disia-siakan oleh pendidik.

Kenapa harus media teknologi?

Tak dapat dihindari lagi semua lini kehidupan kita berhubungan dengan tekhnologi. Untuk absen saja para guru di sekolah mulai dasar hingga dosen di perguruan tinggi sudah menggunakan finger print (absen sidik jari) yang memudahkan kerja staf Tata Usaha, contoh kecil betapa dekatnya teknologi dengan kita. Tidak seperti dahulu seseorang bisa saja mengelabui dengan tanda tangan palsu atau “titip” ke teman. Tes kerja atau tes masuk sekolah (SMP, SMA dan perguruan tinggi) juga sudah menggunakan CBT (Computer Based Test) yang dipercaya lebih akurat dan tak ada kongkalikong antara petugas dan siswa yang di tes. Teknologi hadir bukan untuk dihindari, menghindari sama saja kembali ke zaman purba dan anti progresif (kemajuan). Tetapi manfaatkan ia sebijak mungkin untuk membantu kerja kita, meminimalisir “lupa” dan meringkankan tugas-tugas untuk mencapai target berikutnya.

29 Oktober 2013

Kunci Sukses dunia-akhirat

di 11.26 0 komentar

”Sesungguhnya Allah Swt meninggikan (derajat) ummat manusia ini dengan Al-Qur’an dan membinasakannya pula dengan Al-Qur’an” (H.R Muslim).
Inilah rahasia mengapa generasi awal umat Islam (generasi sahabat, tabi’in dan tabi’itabi’in) menjadi generasi terbaik umat ini sebagaimana dinyatakan oleh Rasul saw.

Pernah kan merasakan kok hidup tidak ada peningkatan, begini-begini saja tiap hari-bulan-tahun.  Sudah coba menulis jadwal rutin harian, target besar-besar namun kok jauh api dari panggang.
Buku diary berjilid-jilid berisi target besar, lengkap dengan tahun, bulan dan langkah yang akan ditemuh. Mengapa susah sekali merealisasikan?
atau punya mimpi besar, ingin jadi Insinyur, Dokter, Polisi, Dosen, dsb, tapi kita tidak tau kuncinya apa. kuncinya ini teman 
”Sesungguhnya Allah Swt meninggikan (derajat) ummat manusia ini dengan Al-Qur’an dan membinasakannya pula dengan Al-Qur’an” (H.R Muslim). 

Pagi hari bangun-solat-sarapan-kuliah (pulang sore), lalu malamnya kerja makalah (kalo lagi mood), FB-an sampai ngantuk, dan akhirnya tidur lagi.

Inikah hidup?
Jika umur manusia seperti Rasulullah SAW 63 tahun, tidur dalam sehari 8 jam x 30 hrx 12 blnx63 thn = 

Bayangkan berapa banyak waktu untuk tidur, lalu pernah-kah menghitung berapa waktu untuk ibadah.
Sholat 5 waktu sekitar 5 menit tambah sunnah mungkin dibulatkan menjadi 1 jam plus ngaji atau baca2 buku agama, terjemah, hadis/ tafsir.
1 jam x 30 hrx 12bln x 63 thn= hitung sendiri

Saya menulis ini karena benar-benar merasa "kosong", heran juga mengapa setelah menempuh s1 lalu melanjutkan s2 ini tetap ada yang kurang. Mungkin beda ketika hidup saya disini http://limabelasmenit.blogspot.com/2013/10/refleksi-7-tahun-di-asrama-kehidupan.html. Semua kuliah yang saya dapatkan rasanya "biasa" saja. Apa saya yang tidak bisa mengambil "hikmah" dari para dosen ini, atau saya yang tidak serius. 

24 Oktober 2013

Nabi saja di UJI lho ^^

di 22.29 0 komentar
Pernahkah teman merasakan bahwa dalam sehari kita selalu ditmpa sial.
Sehari ini saya merasakan, mulai dari pagi kuliah terlambat karena ada pemilihan kepala desa. sampai kampus si pak dosen yang menerangkan agak "jutek" karena aku menanyakan sesuatu yang tidak bisa dijawab dengan memuaskan dan merasa "marah" krn tdk terima klaim truth yg saya utarakan -__- kuliah pengganti sih, eh.. diakhir sesi si bapak bilang "Tanya-nya udah ya,, saya ada acara"
Habis itu sembari menunggu jm 15.00 untuk kul sesi 2 saya ke perpustakaan, setelah siap semua perbekalan (Laptop, charger, buku, ktm n hp) yah.. HP saya mana???
barulah teringat hp ketinggalan di kelas -__- payah
Udah balik ke pasca eh, masih dpake kuliah, sungkan juga akhirnya minta tolong teman buat ngubungi HP ku khawatir kalo ternyata bukan di kelas..Saya sih pasrah kalo emg bukan rejeki cuma masalahnya itu HP adek, n kasian kalo ternyata Ibu sms dadakan suruh jemput ato hal lain yg urgent. Setelah mondar-mandir akhirnya ketemu. Saya juga "sakjane" tau kalau "Setiap barang ada ajalnya" (Hadis) tapi yo tetep was2 - Alhamdulillah masih rejeki
Capek muteri perpus-pasca akhire ke masjid UIN buat "ngadem", sebelumnya wudhu dan naik ke lt.2 tempat akhwat. Udah iqomah ternyata, duh gak bawa rukuh akhirnya BUANG MALU pinjem rukuh org baik di masjid, hmmm
Habis itu kan ceritanya laper ni, nah baru inget tadi bawa melon nih pasti seger banget. Pas buka plastiknya waduh koq ga ada. Gemes kroncongan,, 
Sabar..Kontrol diri.. Udah ah, sembari ngetik nunggu jam 14 ke pasca aja biar gak buru-buru. Hehe... kaos kaki saya ilang sebelah pemirsa -_- pas menuruni tangga dekat tempat wudhu ketemu juga pasangannya, wkwkwk.. lucu plus seneng 
Pukul 15.00-17.00 Datar
Saya ngelesin anak di Jakal km 10 smp malem, pulang2 hampir jam 20.00 betapa kroncongannya :D
Pukul 20.00
Alhamdulillah akhirnya sampai rumah, Bapak nawari "Mbak mau mi ayam? sekalian tak belikan" Ya ampun langsung berbinar2, udah ambil nasi tapi gak jadi makan ah, nunggu mi aja..
Sambil cerita2 dengan IBu tentang kejadian sehari ini, Ibu bilang "Firasat ibu gak enak habis kamuu cerita", tidak berapa lama bapak saya datang dengan santainya "Semuanya tutup kan laris td ada pemilu". wkwkwk... nasi udah kering ni,, kata ibu "Tu, kan mbak.. sempurna banget hari ini " :D
Hehe.. tentu sering ya mengalami hal-hal yang mengesalkan seharian penuh, Tapi ketika itu semua udah lewat, coba deh diinget-inget lagi betapa OON-nya kita saat melalui hal-hal konyol itu. INilah Rahmat Allah yang menjadikan warna-warni hidup. Betapa membosankan bila hidup terus bahagia-terus cukup-tak ada masalah.
Prinsip orang muslim kan : Jika di beri nikmat dia SYUKUR dan jika diuji dia SABAR
Tapi memang hikmah selalu datang belakangan, padahal namanya SABAR itu SAAT PUKULAN PERTAMA, jika sedang diuji terus mengeluh-nggresulo ya berarti kita udah kalah di ujian kesabaran.
dan selalu pegang ayat ini :


boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  (QS. Al-Baqarah : 216)

Yang terpenting dari hidup ini adalah proses, bukan hasil semata. Jika merasa terpuruk-bersyukurlah tanda sebentar lagi kamu akan bahagia, Jika protes berarti menolak "jadwal" bahagia yang Allah berikan selanjutnya. Dan tidak sendiri kok, orang lain-pun merasakan hal yang sama bahkan lebih dari yang kau rasa.  Orang lain terlihat bahagia karena tidak menceritakan kesusahan-nya atau kamu tidak tahu masalah yang ia hadapi. 
Selama masih bernafas, tidak akan ada yang "bebas" dari ujian. Nabi dan para sahabat yang lebih mulia pun dalam shiroh-nya penuh dg ujian apalagi kita yang generasi ke sekian... 
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ


"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (QS. Al-Ankabut [29] : 2-3)



*Sekedar, memoar untuk menyadarkan diri bahwa bukan hari, keadaan bahkan kamu yang menyebabkan sial ^_^ 

                                                                                                   



15 Oktober 2013

Belajar dari Ibrahim AS

di 20.40 0 komentar

Allahu Akbar Allahu Akbar..La Ilaha Illallahu Allahu akbar, Allahu Akbar walillahil hamdu
Luhurnya akhlak Ibrahim pesona tersensendiri. Pantaslah ia jadi "bapaknya para Nabi"
sosok penuh Rahmat yang Allah turunkan, ibrah untuk kita semua
kisah Ibrahim tentu kita tidak asing lagi
beberapa point penting :

  • Sejak kecil ia hidup ditengah keluarga yang politeis, tentu sangat riskan dan kecil kemungkinan bila ia tak sepaham dengan orang tuanya. tapi tidak dengan Ibrahim kecil, sinyal Tauhid ia tangkap lewat indrawi. Bagaiman melihat, bintang--bulan--matahari yang pada akhirnya ia sangsikan bahwa dibalik semua ini ada Tuhan yang paling Agung. Intuisi Ibrahim kecil bekerja dengan sempurna
  • Dimasa mudanya, ia ditentang oleh Namrrud, Raja lalim yang kemudian menghukum Ibrahim dengan membakarnya di api yang sangat panas. Tapi dengan perlindungan Allah api menjadi dingin (QS Al-Anbiyaa [21]: 69)
  • Ketika Ismail kecil lahir, Allah perintahkan untuk hijrah ke Bakkah (Makkah) dimana saat itu padang yang tandus lagi gersang. merespon dengan keimanan tanpa ragu ia meninggalkan anak-istrinya bukan karena tega. Justru cinta yang jadi alasan. Hingga kini syariat Haji tetap lestari
  • Setelah lama menikah, tak jua diberkahi putra. Maka kemudian dia sempat berkata kurang lebihnya "Aku sanggup bersedekah dengan harta sebanyak apapun termasuk jika aku punya anak akan ku sembelih ia jika Allah yang memerintah). Hingga akhirnya syariat kurban pun tetap lestari hingga kini
Ibrahim menanggapi semua hal dalam hidupnya dengan SABAR, dan menjalani tiap step hidupnya dengan ketulususan. Inilah makna qurban yang hakiki, bukan sebatas mengenang penyembelihan Ismail. Tapi meneladani akhlak bapak-anak-Ibu..potret satunya keluarga dalam bingkai Iman yang Hanif.


14 Oktober 2013

Prof.Nasarudin Umar

di 23.06 0 komentar
Gambar dr google
(prof Nasarudin Umar)
Alhamdulillah, hari rabu 9 okt 13 ada kesempatan ikut bedah buku yang ada pak WAMENnya. Subhanallah apa yang disampaikan begitu mempesona, Beliau sangat sibuk, namun pembahasan Biografi sangat ia sukai "Itulah yang membawa orang pada kesuksesan", dengan itu beliau merasa penting untuk hadir ditengah padatnya jadwal.
beberapa catatan :
  • Ciri calon orang besar adalah suka membaca biografi orang lain, tidak sekedar baca tapi benar-benar menghayati perjuangan tokoh tersebut. Kelemahan ilmu saat ini karena mahasiswa tidak tertarik membaca biografi padahal biografi memberi spirit luar biasa terhadap kita.
  • Buku biografi paling lengkap yang disukai beliau "Jami' karimatul auliya', biografi paling lengkap.
  • Mengapa "Character Building" nonsense diterapkan di Indonesia? karena tidak meniru ulama terdahulu. Imam Syafi'i misalnya tidak pernah tidur lebih dari 2 jam, "pernah dia diintip oleh orang yang ingin membuktikan mengapa ia cerdas, ternyata tidur jam 8 bangun jam 10 mlm. Lalu apa yang ia lakukan, ternyata tafakur, berdoa, munajat mengumpulkan hikmah dimalam hari lalu siangnya menuliskan semuanya. Subhanallah. Mengapa malam? karena malam adalah saat dimana munculnya spiritual, ayat qur'an pun mengatakan bahwa "bacaan pada malam hari lebih kuat". Tidak ada satu sekolah pun yang melakukan ini, padahal penting sekali untuk bertafakur malam hari.
  • mengapa ada orang yang perkaatannya enak, walaupun sederhana? jawabannya karena yang berbicara bukan dia, tapi tuntunan Allah

  1. Yang bicara aku maka kata2 indah itu sulit menembus hati
  2. Aku sebagai "fasilisator Ilahi" maka apapun perkataannya sangat enak, mudah dan masuk kesanubari.
Melihat orang-orang sekaliber Ust. Nasarudin Umar, Ust.Wijayanto, dan para dosen yang kapabel. Saya jadi sadar dan iriii luar biasa. Menyesal tidak menggunakan dan memaksimalkan waktu yang ada. masih sangat banyak hal yang belum saya kuasai, dan kini tak ada lagi waktu menunda. Semakin sadar bahwa saya harus bisa menguasai bahasa arab, Qur'an, Kitab2 intinya mendalami Islam yang tak asal ikut-ikut orang.
Pesan Bpk. Nasarudin: Orang Islam apalagi IAIN/UIN  itu jangan sampai ikut-ikut mengatakan "SEMUA AGAMA BENAR" kasian, orang intelektual koq tidak mantap dengan agamanya. bahkan beliau menambahkan ada seorang mahasiswanya yang pernah menganut semua agama 100% dan mengambil kesimpulan bahwa : HANYA ISLAM SATU-SATUNYA AGAMA YANG BENAR DAN DIRIDHOI DIMUKA BUMI INI.


2 September 2013

Kajian An- Nahl

di 09.17 0 komentar
Sedikit pengalaman saya ketika mengetahui ada sebuah perkumpulan (kajian) yang diikuti para dosen2 dan PPI (para pencari ilmu *istilah saya). 
awalnya karena iseng sms PA *pembimbing akademik, bertanya beberapa hal lalu beliau menyarankan untuk ikut kajian di An-Nahl. 
2x saya mengunjungi masjid yang terletak di Kota gede ini, ada spirit untuk berkembang dan meningkatkan kualitas diri (walaupun begitu sampai rumah kembali ke 'habit' awal)hehe, manusiawi
kajian kemarin pun (1 sept'13) kembali di sampaikan oleh Prof. Sutrisno, M.Ag yang merupakan guru besar UIN dan mengajar dibeberapa kampus. keren sekali pokoknya, sempat juga malas karena kajian ini dimulai jam 07.00 pagi dan hari minggu pula, males lagi kan
Oya ini kajian rutin ahad pagi untuk umum, ilmu normatif ditarik ke empiris. habis ngaji-terjemah-ceramah

Berikut beberapa yang sempat saya catat :
#masih nyambung LPDP dulu itu
Penduduk Indonesia ini mayoritas ISlam, bahkan 23 % dari penduduk dunia #kereeen
tapi yang menguasai ekonomi hanya 9% #miris, tragis tapi tetep optimis
maka harus segera membenahi diri dengan meningkat kualitas diri, bila tak ada biaya maka sekarang pemerintah banyak membantu dengan beasiswa, salah satunya lpdp ini.
"Kita dimasa depan ditentukan kita yang sekarang", 
  •  Gimana kita yang tua2 pak? "selama belum kiamat, masih ada nyawa berati segalanya mungkin "
- Belajar itu harus dipaksa, 
  • Mengapa kita tidak maju? Al-Ahqof 11-13
- Tidak menjadikan Allah sebagai persaksian
- Tidak punya komitmen. 
Fushilat : 30
As-Shof : 4
kuncinya adalah merapatkan barisan, memperkaya diri dengan ilmu
 
"DUNIA BISA BERBALIK, SIAPAPUN YANG MENSYUKURI"

semoga manfaat ilmunya
 



  



27 Juli 2013

Metode Turki (Ustad Ferhat Baz)

di 08.56 3 komentar
"Allahummarhamna bil Qur'an..........

Sepenggal cerita tentang wisuda ke-2 saya. Alhamdulillah, awalnya hanya iseng saja untuk ikut2 tes wisuda hafalan yang baru pertama di uin, setelah ikut tes pada tgl 7 April (tgl 6 wisuda S1 msh ngantuk2 jm 7 pagi dah dateng tes). agak ragu juga klo lolos sih tp alhamdulillah  

Malam Qur'anic Awards,, Wisuda Hafidz-Hafidzah se-UIN Sunan Kalijaga bersama Dr. Ferhat Baz dari Turki (penggagas metode menghafal al-Qur'an Turki-Utsmani)
Banyak ilmu yang saya dapat ketika gabung dengan teman2 yang suubhanallah keren. banyak prestasi dan ilmu agamany banyak (wlo tak semua aspek saya suka). tapi selalu ambil hikmah dari tiap perjumpaan

Malam itu acara diisi Al Hafidz Dr. Ferhat Baz dari Turki (penggagas metode menghafal al-Qur'an Turki-Utsmani). saya fikir "ah paling sama aja kaya metode yang lain" namun menarik untuk disimak penuturan beliau tentang metode ini.
konsepnya adalah "membalik" ini yang menarik dan beda menurut saya. 
kalau metode yang biasanya kita menghafal qur'an urut dari juz 1,2-30 #pondok TA menerapkan 28,29,30,1,2-27. 
Tetapi metode ini adalah kita menghafal lembaran akhir dari tiap juz. kalau qur'an pojok itu terdiri dari 20 hal/10 lembar maka putaran pertama (30 hari) kita telah hatam. Bangga bukan?
Jadi contoh juz 1 maka kita baca lembar ke 10, besoknya juz 2 lembar ke 10 sampai selesai juz 30.
lalu putaran kedua kita baca juz 1 lembar ke 9 terus sampai juz 30 dan begitu seterusnya.

nah, inilah keunggulannya. Aspek psikologi lebih diutamakan, dengan hatam 30 juz (lembar ke-20) maka akan timbul semangat anak untuk menghafal. lalu putaran berikutnya lembar ke 19, lalu 18 dan sampai ke lembar 1. tentu durasi akan semakin cepat, jika menghafal setiap hari yang awalnya butuh 30 hari untuk 1 putaran maka yang selanjutnya bisa lebih cepat dari itu.
asik bukan, bahkan bagi mereka yang sudah punya hafalan bisa murojaah dari juz 1 lembar 10 hingga juz 30 terus sampai lembar 1 dari tiap juz.


*pesan beliau agar mudah menghafal yaitu :
  • memberi target diri (jam menghafal dll)
  • membaca sambil mengulang2
  • luruskan niat dalam menghafal, ingat hadis nabi "anak yang hafal qur'an kelak di hari kiamat akan memakaikan mahkota untuk kedua orang tuanya" subhanallah
  • menhormati guru/ ustad, ta'zim dg beliau
  • hargai qur'an, jangan letakkan posisi di bawah pusar
Ketika ada yang bertanya, "Bagaimana membagi waktu antara kuliah dan menghafal? apa metode jitu dari anda untuk melancarkan"
Ustad menjawab " berikan waktu untuk qur'an, ingat kemulian penghafal qur'an niscaya kamu selalu akan punya waktu".
"Tidak ada 1 metode pun cara melancarkan dg cepat selain "MUROJA'AH" atau mengulang2 hafalan. karena menghafal itu mudah dan emngulang sangat sulit. "Saya hafal qur'an usia (sekitar) 6 tahun dan sampai sekarang minimal 1 hari 1 juz diulang" kata Ustad Ferhat



sesi foto bersama usai wisuda



Alhamdulillah semoga berkah dan manfaat 

                                                               Convention Hall UIN, Juni 2013 pk. 20.00


16 Mei 2013

"Pak Ndut"

di 21.38 0 komentar
pak ndut..begitulah ia akrab di sapa,
pembawaannya yang ramah membuat siapapun baik kenal ataupun tidak akan terpana dengannya. berbeda dengan namanya, pak ndut adalah lelaki kurus yang merantau ke jogja untuk mencari sebongkah berlian meninggalkan anak istri di cirebon.

Siang tadi tetangga sebelah (bulek) rame bersih2 karena pak ndut datang, bersamaan dengan itu aku keluar untuk memandikan revo cantikku, eh di sapalah "Mba alim, nikah sama orang cirebon ya" weew.. aku yg saat itu membawa ember+sabun tercengang "tu orang SKSD deh,, lum kenal dah sok akrab aja #mbatin.. terjadilah percakapan2 jarak jauh. akhirnya bapak itu menanyakan ibuku yang langganan jualan rosok padanya.

Sore menjelang si bapak datang, tapi hanya "say hello" lalu ke tetangga belakang rumah untuk solat asar *keren ni bapak (batinku) seharian muter2 sambil nunggu ibuku pulang sekolah ibadah tetep kuenceng 
lalu mulailah kami mengeluarkan seluruh "sampah" bersih dari rumah mulai buku2 skul yang tak terpakai, botol, plastik dsb dst...

sambil sibuk pilah-pilih aku bercerita "pake dipilih2 disini ya pak, pengalaman aku dulu jual rosok ya langsung timbang aja ga pake dsortir segala"
"yah, sebenarnya gitu bisa mba, cuma saya gak tega selisih haganya jauh.. kalo kertas putih perkilonya 1400, duplek (buram dsb) 500, kan jauh to mba. kita kerja apapun cari barokah dan ridhonya si penjual, kan ini untuk makan anak istri saya di kampung, itu lo bu (sambil mengarah pada ibuku) tak kirim lewat A..T.M.. hihiii padahal gak seberapa yang penting cukup" jelasnya
hmmm,,, jujur amat ni bapak (batinku lagi)
sambil asik menyortir si bapak menyapa setiap orang yang lewat (tambah kagum aja.. aku yg orang sini gak akrab sama mereka)

Segelas kopi dibuatkan ibu menemani pak ndut dan aku yang mengantarkan ke depan "aduh, ni kopi dikasih apa ya koq badan jadi seger banget, duh mbaknya bikin kopi gimana tuh kok badan saya jadi enak gini" wolala si bapak gak tau aja aku cuma mbawain 

Lanjut dengan pesan-pesannya, "Bu aku di tanya orang2 sini pake pelet apa koq sehari aja gerobak dah penuh gini, padahal tiap habis tahajud kan qt selalu doa "Ya Allah jauhkan aku dari orang-orang dzalim, "rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a'yun, wajalna lil muttaqina imama". kalo udah doa itu apa lagi yg mau di sombongkan ya bu, wong kita ini ya gini2 aja. gak punya apa2, semua titipan dan ujian. ngapain iri liat rejeki orang lain kalo selama ini kita masih cukup, keluarga sehat. Wah terima kasih pak ndut, jumpa pertama langsung jatuh cinta ni.




                                                  













halaman rumahku, 16.00, 160513




10 Januari 2013

Berhentilah Menekan Diri

di 09.28 0 komentar
Suatu ketika dalam sebuah perjalanan saya teringat tentang tawaran teman untuk mengikuti suatu “even”, namun seketika itu juga saya berfikir, “ah nggak deh, kayaknya banyak yang lebih hebat dari saya, biarin yang lain aja deh” atau “Duh bukan bidangku nih”.

Sekedar mengulas tentang ilmu kecantikan “AIR” Masaro Emoto, Ilmuwan Jepang dengan bukunya The Message From Water, yang ditulis seorang peneliti jepang, Prof. Dr. Masaru Emoto, saya terkesima bagaimana dahsyatnya pengaruh dari kata-kata dan pikiran terhadap kualitas air di sekeliling kita. Penemuan ini berdasarkan hasil penelitian panjang yang dilakukan oleh Emoto. Dengan memakai teknik fotografi khusus, ia meneliti bentuk kristal air yang telah dibekukan. 
Bentuk kristal air dari daerah yang terpolusi amat berbeda dengan bentuk kristal dari air yang telah diberi doa. Hal ini berarti imej atau apa yang kita bayangkan ketika kita menuliskan kata-kata akan mempengaruhi gelombang vibrasi yang akan ditangkap oleh air. Jadi mungkin saja kebiasaan orang tua kita yang sering mendoakan air putih untuk diminum ada sisi ilmiahnya, yaitu pikiran dan kata-kata yang diucapkan akan mempengaruhi air sehingga mempunyai kekutan yang menyembuhkan.

Bayangkan bagaimana dampak pikiran dan kata-kata terhadap diri kita sendiri yang sebagian besar tubuh terdiri dari air,apalagi bagi anak-anak kecil yang hampir 80% tubuhnya berisi air. Sedangkan, pada tubuh dewasa hampi 60% tubuh terdiri dari air. Bagian otak dewasa mengandung 75 persen air, paru-paru hampir 86 persen, darah 83 persen, dan jantung 75 persen. Apabila pikiran, ucapan,tindakan kita baik, maka efek yang dihasilkan tubuh kita akan baik. Begitu pula terhadap anak-anak yang akan mempengaruhi citra dirinya dan bahkan perilakunya. Ambil dari http://bicaraanak.com/pengaruh-dari-kata-kata-dan-pikiran-terhadap-anak/

18 Desember 2012

Siapa dulu ibunya..............

di 13.56 0 komentar
Ingatkah kita akan kisah nabi Nuh AS yang taat dan alim, namun memiliki anak dan istri yang membangkang...
Atau Ibrahim yang kokoh kuat dan berani, hidup bersama ayah yang keras tapi berhasil menjadi bapak para Nabi...
Atau Asiah yang mendampingi Fir’aun yang kasar lagi beringas...
Atau Nabi Isa yang tak memiliki bapak namun kokoh iman hingga menjadi Nabi yang mulia...
Jika ibunya baik anaknya pasti baik, contoh: Asiyah==> Musa...
Jika Ibunya tidak baik maka anaknya pasti juga tidak baik, ex: Istri Nuh ==>Kan’an...
Jika suami Istri baik maka anaknya akan baik ==>Ismail...
(notes ceramah MQ FM suatu pagi)



Tarbiyatul Aulad/ Mendidik anak merupakan komponen penting dalam membentuk keluarga sakinah. Tentu mendidik anak diawali dari memilih calon ibu #pra nikah
Tentu sesuai anjuran Nabi,“Utamakan Agama diatas pangkat, keturunan dan kecantikan“. Nah, PR berat ni buat para calon ayah yang menginginkan anak sholeh/hah. Berat namun bila ada niat maka dapat #senyuum

13 Desember 2012

Senyum Sedekah VS Serakah

di 23.13 0 komentar
Pagi tadi..
Dingin yang menusuk sampai ke pori, menarikku tuk segera bergegas meninggalkan singgasana. Saat jendela di buka, hawa dingin semakin menyeruak, namun kali ini aku tak ingin mengalah “aku menang kawan’ #untuk pagi ini
Merindukan senyum pagi ini menambah hasratku tuk segera bangkit menemui senyum2 indah itu.
Berawal dari mas2 ayam kentucy “makasih mbak” dengan lengsung pipit yang enggan terbentuk namun manis walau iya tampak meringis. Oh mungkin efek profesi yang harus selalu sigap melawan panasnya minyak goreng.
Dilanjut dengan mas2 tahu kentucky #lagii.. dengan “mesem”nya yang indah. “segini aja mba? Tiga plastik lo” katanya sambil “mesem”
“Wow 1 aja mas ga usah banyak2” jawabku cepat
“makasih ya mbak”
“sama2... #end
Olala.. indahnya hari ini jika terus begini.

        Sambil tersenyum segera berpacu dengan waktu, tak lupa mengisi bensin mampir SPBU. “Selamat pagi, Silahkan, mau isi berapa mbak? Dari nol ya, ... oke mbak terima kasih sudah mengisi di SPBU ini#kembali dengan senyuman manis.. oh, Tuhan.. indah nian
Kulihat seragam anak itu

13 Januari 2012

Guru dan Pendidikan karakter

di 08.45 0 komentar

              Pengalaman adalah guru yang terbaik. Peribahasa tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya dalam belajar kita tidak harus mencari guru, lalu muncul pertanyaan apakah guru itu  harus orang atau pengalaman (dalam artian alam, lingkungan baru dan lain-lain) dalam pembelajaran? Ini memang pertanyaan fislosofis yang mengecohkan/ memiliki banyak tafsir. Tapi sejatinya guru/ pendidik adalah sarana transformasi ilmu kepada abak didik. Itulah mengapa guru dituntut memiliki sejumlah keahlian (professional) dalam mengajar agar dapat menyampaikan ilmunya dengan tekhnik yang benar bukan asal-asalan. Mengapa penting? Karena anak didik kelak diharapkan menjadi penerus bangsa yang benar , merekalah yang melanjutkan kehidupan.   
            Jika mereka terdidik dengan baik, harapannya bangsa ini menjadi bangsa yang baik.  Memiliki murid yang cerdas, santun dan taat beragama merupakan cita-cita luhur seorang pendidik atau lebih akrabnya kita sebut guru. Namun, untuk mewujudkannya  tidak seperti membalikkan telapak tangan. Perlu usaha keras, semangat tinggi serta kompetensi yang memadai sebagaimana persyaratan menjadi seorang guru. Tugas yang diemban memang memang tidak ringan namun tidak mustahil untuk diwujudkan bila ada kesungguhan dan kerja keras.
Guru dan pendidikan karakter merupakan sebuah kesatuan yang butuhkan untuk mewujudkan bangsa yang berkarakter pula.

Pendidikan karakter
           pengertian pendidikan dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam pasal Pasal 1 butir 1 UU Nomor 20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.
         Menurut Thomas Lickona pendidikan karakter adalah sebagai berikut: “Character education is the deliberate effort to help people understand, care about, and act upon core ethical values”. “Pendidikan karakter adalah usaha sengaja (sadar) untuk membantu manusia memahami, peduli tentang, dan melaksanakan nilai-nilai etika inti”. Berkenaan dengan pentingnya pendidikan ini, kita diingatkan bahwa “Education comes from within; you get it by struggle and effort and thought” (Napoleon Hill). Pendidikan datang dari dalam diri kita sendiri, kita memperolehnya dengan perjuangan, usaha, dan berfikir.
Dari gabungan pengertian tersebut kita memahami bahwa pendidikan karakter merupakan usaha yang dijalankan terus menerus (mulai dari anak memasuki sekolah sampai ke jenjang berikutnya) guru/ pendidik mempunyai tugas menanamkan karakter, nilai-nilai luhur, memahami, memupuk dan membiasakan baik untuk guru itu sendiri dan meluas pada murid yang tentu harapannya manfaat yang diberikan akan sampai pada masyarakat.

Unsur-unsur pendidikan karakter
     Thomas Lickona mengatakan ada 7 (tujuh) unsur pendidikan karakter, yaitu:
  1. ketulusan hati atau kejujuran (honesty);
  2. belas kasih (compassion);
  3. kegagahberanian (courage);
  4. kasih sayang (kindness);
  5. kontrol diri (self-control);
  6. kerja sama (cooperation);
  7. kerja keras (deligence or hard work).
            Tujuh karater inti (core characters) itulah, menurut Thomas Lickona, yang paling penting dan mendasar untuk dikembangan pada peserta didik selain sekian banyak unsur-unsur karakter yang lain. Jika kita analisis dari sudut kepentingan restorasi kehidupan bangsa kita menurut istilah Ir. Sutawi, M. P, maka ketujuh karakter tersebut memang benar-benar menjadi unsur-unsur yang sangat esensial. Katakanlah unsur ketulusan hati atau kejujuran, bangsa saat ini sangat memerlukan kehadiran warga negara yang memiliki tingkat kejujuran yang tinggi. Membudayanya ketidakjujuran merupakan salah satu tanda dari kesepuluh tanda-tanda kehancuran suatu bangsa menurut Lickona.
Selain tujuh unsur karakter yang menjadi karakter inti menurut Thomas Lickona tersebut, para pegiat pendidikan karakter mencoba melukiskan pilar-pilar penting karakter dalam gambar dengan menunjukkan hubungan sinergis antara keluarga, (home), sekolah (school), masyarakat (community) dan dunia usaha (business).
            Tentu kita mengharapkan ketujuh nilai tersebut dapat tertanam kuat dalam jiwa anak sehingaa tertancam kuat dalam dirinya. Dengan mencuatnya kasus Siami bocah SD dari Surabaya yang berteriak lancang membongkar praktek contek masal kita makin bertanya-tanya, apakah bisa merubah sistem UN dengan adanya pendidikan karakter lalu lebih mengedepankan kejujuran?, belum lagi masalah kekerasan, tawuran antar sekolah, bahkan pelecehan dalam kendaraan yang sekarang marak terjadi. Apakah cukup hanya guru yang berperan dalam pendidikan karakter?

Aplikasi Pendidikan Karakter Rasulullah SAW.

di 08.43 0 komentar

Polemik yang dihadapi Indonesia tak kunjung ditemukan titik akhirnya. Berbagai problem dalam segala aspek selalu menyita perhatian, mulai dari kemiskinan, sekolah roboh, tingginya biaya pendidikan, korupsi, kekerasan siswa mulai dari SMP sampai bangku kuliah pun marak terjadi. Sekolah yang menjadi tempat belajar, kini menjadi harapan besar bagi masyarakat untuk merubah keadaan yang sangat merugikan tersebut. Jika berharap banyak pada pemerintah sepertinya mustahil, mereka lebih fokus pada fluktuasi politik dan Negara. Padahal jika ingin serius merubah Indonesia menjadi lebih baik, yang harus mereka perhatikan betul adalah aspek pendidikan. Karena disinilah proses menempa diri dan menanamkan nilai-nilai positif sehiingga menghasilkan bibit yang unggul sebagai penerus bangsa.
  Kita pantas bertanya, mengapa Indonesia menghadapi krisis kronis dan mengalami erosi moralitas. Perilaku positif hilang termakan zaman digantikan produksi perilaku negatif yang cenderung destruktif. Harga diri seorang manusia sangat murah dan terbeli dengan kertas-kertas berangka, seakan tidak lagi mempedulikan penilaian orang demi mewujudkan cita-cita semunya.
Merespon fenomena itu, kita layak bertafakur dan merumuskan kembali sendi kehidupan agama dan kesalehan kolektif yang memudar. Salah satunya mengembalikan kembali posisi ajaran Islam yaitu Al – Qur’an dan Hadits Rasulullah secara proporsional, mengakar kuat dan mampu dirasakan sentuhannya dalam kehidupan masyarakat. Ada baiknya, kita juga kembali belajar membaca ulang bagaimana peri kehidupan teladan terbaik yaitu Rasulullah SAW. 


Menumbuhkan Karakter Islami
Dalam kacamata kaum muslimin, gejala yang merusak di masyarakat akibat hilangnya karakter dan kepribadian Islami. Kita kecanduan produk Barat yang hedonistik, serba bebas dan berkiblat kesenangan duniawi. Konsep permissif itu berdampak rusaknya tatanan kehidupan sosial, kacaunya moralitas dan mengendurnya nilai kebersamaan antar individu.
Jelas, ini konsepsi yang bertentangan dengan nilai Islam yang mengatur tawazun (keseimbangan) kehidupan dunia dan akhirat. Rasulullah SAW dalam membentuk generasi pilihan sangat mengintensifkan tiga kecerdasan yaitu emosional, spritual dan intelektul. Hasilnya dapat dirasakan dimana banyak dilahirkan pejuang Islam hebat seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan sahabat lainnya.
Ada beberapa prinsip strategis pembentukan karakter Rasulullah kepada para sahabat sebagai generasi penerusnya.
Pertama, Rasulullah SAW sangat fokus kepada pembinaan dan penyiapan kader. Fakta itu dapat dilihat sejak beliau mulai mendapatkan amanah dakwah. Tugas menyebarkan Islam dijalankan dengan mencari bibit kepemimpinan unggul berhati bersih. Dakwah beliau fokus tidak menyentuh segi kehidupan politik Makkah. Selain faktor instabilitas dan kekuatan politik, perjuangan dakwah memang difokuskan nilai pembinaan.
Dirinya berusaha menanamkan karakter kenabian yaitu siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan) dan fatonah (cerdas). Rumah Arqam bin Abil Arqam menjadi saksi bagaimana ahirnya kepemimpinan Islam dilahirkan. Point penting pertama pendidikan karakter adalah fokus, bertahap dan konsisten terhadap pembinaan sejak dini.
Kedua, mengutamakan bahasa perbuatan lebih baik dari perkataan. Aisyah menyebut Rasulullah SAW sebagai Al-Qur’an yang berjalan. Sebutan itu tidak salah, mencermati Sirah Nabawiyah menjadikan kita menuai kesadaran rekonstruksi pemikiran dan tindakan Rasulullah SAW. Beliau berbuat dulu, baru menyerukan kepada kaumnya untuk mengikutinya. Kesalehan individu berhasil membentuk kesalehan kolektif di masyarakat Makkah dan Madinah.
Sesungguhnya pada diri Rasulullah saw. terdapat contoh tauladan bagi mereka yang menggantungkan harapannya kepada Allah dan Hari Akhirat serta banyak berzikir kepada Allah” (QS 33 : 21)
Ketika berdakwah di masyarakat Thaif dirinya mendapat perlakuan buruk dilempari kotoran. Pada saat itu datanglah Malaikat Jibril menawarkan jasa. “Hai muhammad jika engkau kehendaki gunung yang ada dihadapanmu ini untuk aku timpahkan kepada penduduk Thaif, niscaya sekarang juga aku lakukan.” Nabi menjawab “Jangan Jibril, semua itu dilakukan mereka karena ketidaktahuan mereka” kemudia nabi berdo’a “allâhumahdî qaumî fainnahû lâ ya’lamûn” “Ya Allah berikanlah hidayah kepada kaumku sesungguhnya mereka tidak mengetahui” Alhamdulillah, Allah SWT mendengar doanya, masyarakat Thaif banyak menjadi pengikut Islam. Point penting kedua, berikan keteladanan baru mengajak orang lain mengikuti apa yang kita lakukan.
Ketiga, menanamkan keyakinan bersifat ideologis sehingga menghasilkan nilai moral dan etika dalam mengubah masyarakatnya. Beliau meluruskan kemusyrikan mereka dengan mengajarkan kalimat tauhid yakni meyakini Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Karakter tauhid menghasilkan pergerakan manusia yang dilandasi syariat Islam dalam menjalankan kehidupan. Mengutip Nur Faizin (Republika, 13/10)
Pendidikan karakter yang terpenting adalah pendidikan moral dan etika. Rasulallah SAW sendiri pun menegaskan hal itu dalam sabdanya, "Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak karimah." (HR Ahmad dan yang lain). Menumbuhkan kembali akhlak karimah haruslah menjadi kompetensi dalam proses pendidikan karakter setiap bangsa.
karakter itu harus memadukan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Rasulullah SAW sudah memberikan teladan itu dengan membangun pendidikan berbasis moral dan etik. Pembangunan pendidikan dapat dimulai dari Pesantren, Kampus dan Sekolah sebagai tempat subur pembinaan sekaligus pemberdayaan karakter generasi muda. Karena dengan moral yang baik dan etika yang berlandaskan ideologi yang benar akan membentuk komunitas masyarakt bangsa yang rahmatan lil alamin.
            Utamanya yang bertugas menanamkan karakter ini bukan semata guru/ pendidik. Tapi yang paling penting adalah keluarga, sejak kecil anak telah merekam nilai-nilai yang ia terima melalui memorinya karena ingatan seorang anak sangat kuat. Anak juga memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga dibanding waktu dia di sekolah. Maka sangat tidak tepat bila kegagalan penanaman karakter hanya disandarkan ke guru. Penanaman karakter membutuhkan waktu yang sangat lama dan akan menjadi kebiasaan/ aktifitas rutin. Disinilah poin penting mengenai penanaman karakter/ akhlak yaitu menjadi tugas bersama antara keluarga (terutama ayah dan ibunya) dan guru/ pendidik.

12 Januari 2012

Orientasi Mahasiswa Baru dan Pendidikan Karakter

di 09.26 0 komentar
Character education is the deliberate effort to help people understand, care about, and act upon core ethical values
(Thomas Lickona)
When we think about the kind of character we want for our children, it’s clear that we want them to be able to judge what is right, care deeply about what is right, and then do what they believe to be right—even in the face of pressure from without and temptation from within
(Thomas Lickona)

          Hari-hari yang melelahkan dan cukup berat telah dilewati maba (sapaan untuk mahasiswa baru) setelah melewati serangkaian “ritual” memasuki kampus putih ini. Diawal perkenalan mungkin terkagetkan dengan berbagai dialektika, wacana, dan berbagai kalimat hentakan yang cukup membakar adrenalin. Tahun ini sospem (sosialisasi pembelajaran) dilakukan sebelum opak (orientasi dan pengenalan akademik kampus), yang berarti memberi kesempatan pada para dosen untuk lebih dulu memperkenalkan kampus dan segala aktifitas perkuliahan dengan bahasa ilmiahnya. Baru setelah itu mahasiswa yang menangani maba ini saat opak. Saya membayangkan dahulu setelah opak dan memasuki bangku perkuliahaan ada tanda tanya besar. Seakan bekal-bekal dan semangat tinggi selama 3 hari itu  sulit diaplikasikan dalam kelas, kadang malah merasa dididik menjadi pemberontak (subyektif ini).
         Penyelenggaraan opak atau apapun namanya (OSPEK, PPM dll) yang bermaksud mengenalkan kampus pada mahasiswa baru memang sangat penting mengingat mereka anak baru dan inilah kesempatan mereka mengenal kampusnya dengan baik, karena bila aktifitas belajar telah dimulai sangat tidak nyaman bila mereka tidak tahu kampusnya. Tak kenal maka tak sayang mungkin itulah kata yang tepat. Pemerintah telah melarang adanya perpeloncoan dan kekerasan fisik saat opak, tentu setelah beberapa kasus yang terjadi di suatu kampus bahkan menelan korban jiwa.
          Beberapa bulan lalu saat masa-masa opak berlangsung saya melewati Jalan Solo dan melihat ada anak-anak usia remaja yang mengenakan baju putih hitam, yang perempuan rambut dikucir 2 dan diberi pita kuning merah, memakai topi koran, kaos kaki beda warna dan dilehernya dililitkan berbagai rafia aneka warna. Siswa laki-laki juga memakai kaos kaki beda warna, rafia dan topi koran lalu mereka diarak sepanjang jalan yang tentu mengundang perhatian orang yang melihatnya. Lalu ditempat berbeda yang tidak jauh dari situ ada juga kelompok serupa. Mungkin memang ini hanya minoritas, tapi sempat membuat dahi berkerut mempertanyakan manfaat apa yang mereka dapat dengan dandanan seperti itu?
Memupuk karakter lewat opak“character is the sum of all the qualities that make you who you are. It’s your values, your thoughts, your words, your actions” (www.educationplanner.org). Karakter adalah keseluruhan nilai-nilai, pemikiran, perkataan, dan perilaku atau perbuatan yang telah membentuk diri seseorang. Jadi karakter adalah jadi diri yang terbentuk melalui proses  pembiasaan yang teraplikasi dalam pola pikir, sikap dan perilakunya.

           Menurut  Thomas Lickona Pendidikan karakter adalah:
“Character education is the deliberate effort to help people understand, care about, and act upon core ethical values”.“Pendidikan karakter adalah usaha sengaja (sadar) untuk membantu manusia memahami, peduli tentang, dan melaksanakan nilai-nilai etika inti”.
         Tentu opak yang hanya 3 hari atau paling lama seminggu harapannya dapat dimaksimalkan untuk menumbuhkan sikap, etika dan wawasan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Berbagai cara dapat dilakukan seperti mengorganisir kegiatan dengan hal-hal yang memacu semangat belajar seperti tugas meresume, membuat karya ilmiah perkelompok, survey sederhana sesuai agenda kampus, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pembangunan karakter. Ketika menjadi mahasiswa, seorang anak perlahan beralih menjadi manusia dewasa yang tentunya memiliki kebutuhan berbeda dari sebelumnya dan disinilah saatnya peran kampus memberi bekal sebagai gerbang awal menjadi mahasiswa unggul.
 
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review