12 Januari 2012

KETIKA AL QUR’AN SEKEDAR BACAAN

di 09.24 0 komentar

            Umat islam adalah agama mayoritas di negeri ini. Hampir 89% dari total 240 juta penduduk Tidak disangsikan lagi banyaknya masjid megah yang berdiri kokoh mudah kita jumpai, apalagi dikota-kota besar seakan berlomba-lomba memperindah masjid yang hamper 70 ribu lebih jumlahnya (walau kita tau pasti hanya terisi 2 atau 3 shof). Tapi apa pernah terpikirkan untuk membangun imamnya? Setelah masjidnya berdiri orang-orang bingung siapa yang akan dijadikan imam? Situasi mendesak akhirnya diangkatlah seorang imam yang belum jelas kualitasnya. Bagaimana agamanya, bacaannya, serta keseharian ibadahnya.
              Ilustrasi singkat diatas merupakan gambaran fakta yang terjadi di negeri kita tercinta.terlihat sibuknnya pencalonan presiden atau caleg kita waktunya pemilu, dengan berbagai cara dan janji-janji manis mereka. Negeri kita dilanda demam “korupsi” suatu penyakit yang sulit ditemukan vaksinnya, seperti mata rantai yang tiada putusnya. Contoh nyata saja Gayus yang merupakan “salah satu” oknum kunci yang memiliki jaringan luar biasa. Sulit menilai siapa yang salah, apa pemerintahnya, lembaga pajaknya, atau dia sendiri. Anehnya mata rantai ini tak kunjung usai hingga hari ini, padahal kita tau musibah merapi dan lainnya masih butuh perhatian bersama. Disusul Nunun dan Nazarudin, yang bukannya segera menyelesaikan masalahnya malah kabur entah kemana.
Mengapa mereka tega berbuat seperti itu? Sebenarnya kita malu mengatakan pelakunya orang islam bahkan kita marah kalau ada yang mengatakan pelakunya muslim. Tapi coba renungkan perkataan itu, sebenarnya setuju ataupun tidak kita mengiyakan dalam hati kalau pelakunya islam. Padahal sangat jelas pedoman kita Al-Quran Al-Karim yang berisi ajaran-ajaran mulia. 
            Muncul pertanyaan mengapa yang berpedoman Al-Quran tapi berperilaku demikian?? Setiap kita haruslah mengetahui bahwa bertambahnya keimanan yang timbul dengan membaca al-Quran tidak akan terwujud kecuali orang-orang yang memperhatikan kandungan Al-Quran dan mengamalkannya, bukan sekedar membaca tanpa memahami dan menghayatinya. Berapa banyak orang yang membaca Al-Quran sementara Al-quran menjadi hujjah dan musuhnya pada hari kiamat.

“Sesungguhnya Allah mengangkat dengan kitab ini beberapa kaum dan menjatuhkan kaum yang lain” (HR.Muslim, I/559)
             Nabi SAW juga pernah bersabda:
“Dan Al-Qur’an itu bisamenjadi hujjah (yang bermanfaat) untukmu atau menjadi hujjah (bumerang) yang akan membinasakanmu.” (HR. muslim, I/ 203)
Al-Quran bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi setiap kita dan menambah keimanan jika kita mengamalkannya. Kebalikannya Al-Quran akan membinasakan bahkan mengurangi keimanan jika kita mengabaikannya dan melalaikan petunjuk-petunjuknya.
           Al-Hasan Al- Basri ra. Berkata ketika menjelaskan makna tadabur Al-Quran, “Demi Allah , tadabur itu bukan menghafal huruf-hurufnya sementara petunjuknya dilalaikan. Seseorang berkata,”aku telah membaca Al-Quran semuanya dengan tidak meninggalkannya satu huruf pun,”Demi Allah, dia telah  meninggalkan semua hurufnyakarena Al-Quran tidak terlihat didalam akhlak dan amalnya. Walaupun seorang diantara mereka berkata.”sesungguhnya aku membaca satu surat (dari Al-Quran) didalam diriku (hafal diluar kepala),’demi Allah mereka bukanlah para ahli didalam membaca Quran (Qurrra’).bukan para ulama, bukan orang-orang yang bijak dan bukan pula orang-orang yang wara’. Seandainya para Qurra’ kriterianya hanya seperti mereka, niscaya Allah akan memperbanyak orang-orang seperti mereka.”(HR. Abdurrazaq dalam Mushannaf-nya,III/363).
          Memang tidak mudah menyelaraskan perkataan dan perbuatan. Banyak sindiran Allah kepada manusia seperti dalam surat Ash-Shof
“ sungguh tercela dihadapan Allah apa yang mereka katakan padahal mereka tidak mengerjakannya’
             Muncul pertanyaan, bagaimana agar Al-Quran benar-benar bisa merasuk kedalam hati kita? Tentu Al Quran harus dijadikan pedoman, rutinitas setiap hari dan bukan semata aktifitas.  Contoh sederhana dalam sebuah keluarga, setiap habis magrib anak-anak serta semua anggota keluarga mengaji bersama walau hanya 15 menit keteladan ini akan terus diingat oleh anak-anak sampai mereka berkeluarga dan akan terbawa sampai mati. Karena keluarga merupakan orang pertama yang paling berarti. Anak mentaati segala pendidikan keagamaan bukan karena sadar dan tahu. Mereka hanya mengucapan dan meniru perbuatan yang mendatangkan persetujuan dari autoritas / orang yang berpengaruh darinya seperti ayah dan ibu. (Robbert Crapps:1994).
          Ketika nilai dan kebiasaan itu dibawa dimanapun ia berada, maka dipastikan ketika menemui hal-hal yang bertentangan dan menggiurkan akan ada kontrol dalam dirinya yang akan mengusik hatinya karena bertentangan dengan yang telah membudaya dalam dirinya.
Indahnya bila tiap keluarga bertanggung jawab terhadap anak-anak penerus mereka kelak, bisa dipastikan Indonesia bertambah baik kedepannya, tidak usah kita menuntut terlalu banyak. Seperti kata Aa Gym mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang dan mulai dari hal yang kecil
Semoga Bermanfaat bagi kita demi hidup yang lebih berkualitas.



 

Kesan dari Novel "KEMI" (Kebebasan yang tersesat) karya Adian Husaini.

di 09.22 0 komentar
   
          Tulisan ini bukan bermaksud menggurui, sok pinter, sok bener n sok2 lain… Cuma skdr uneq2Q untk mnmbah catatan pribadi.
Memang berat kawan hidup diera sekarang, bahkan sudah diprediksi Nabi ratusan tahun yg lalu: Islam itu asing dan akan kembali dengan asing, maka beruntunglah bagi orang2 yang asing) juga hadis Nabi “akan datang banyak fitnah di suatu zaman sehingga di waktu pagi seseorang berada dalam keadaan mukmin, paginya menjadi kafir”
Fatuba lil ghuroba’I (beruntunglah org yang asing),,, dulu masa Belanda kita dengan giatnya memerangi penjajah tapi kini,,, kita secara tidak sadar diperangi dengan logika (Ghozwul Fikri),, dengan menyajikan kata-kata yang dikemas menarik dan retorika yang terkesan indah, memukau, modern dan alasan lain.. seperti surat Al an’am: 112 yang menyebutkan bahwa Allah menjadikan untuk setiap Nabi ada musuh2 yakni setan dari jenis manusia dan jin, mereka senantiasa membisikkan kata-kata indah (Zhukhrufal Qouli) dengan tujuan untuk menipu (ghururo). Tentu ini lebih bahaya karena terkesan “kasat mata” dan “indah” menggoda (cieee bahasanya…)))
Ups sory….next..


            Alhamdulillah setelah membaca novel ini membuka wawasanQ lebih banyak, paling tidak sdikit2 tau lah alur logika para orientalis, liberalis dan lis2 sesat lainnya. Bukan untuk niat mendebat mereka, paling tidak kita tambah yakin dan Bangga dgn Islam. Dalam  ayat Qur’an bahwa “orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela sebelum engkau mengikuti agama mereka………” Al- Baqoroh: 120
 mengapa saya rasa penting? Ya… karna saya adalah Islam (muslimah).
Jika saya bilang ya… benar itu kan relative perspektif masing2,, kyo kyane qt ga tanggungjawab dg konsekuensi mnjadi seorang muslim, wong sudah jelas2 yang benar  itu menurut Qur’an dan Sunnah knp harus perspektif masing-masing????
.              Tegas saja, kalau bertentangan ya salah, ga usah” pekewoh”  kalo kata org jawa makanya kita bilang (untuk menjaga perasan mrk) emmm,, smuanya bnr kog mnr msg2… gleg…
mungkin kalau kita takut/ segan  berargumen paling tidak jangan sekali-kali mmengiyakan kata-kata mereka. Prinsip amar ma’ruf yang terakhir kan mengingkari dengan hati….
Kita ingat pada khutbah Nabi Shollallahu Alaihii Wasallam yang terakhir (haji wada’) Nabi mengatakan bahwa: Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu….. (Al Maidah:3) ini sudah sangat, sangat, sangat, sangat, sangat>> hihi kelebihan sakingg smangate…. Sangat jelas.. Islam tu sempurna mbo’yo  g usah diembel-embeli pluralis, liberalis,,, n list2 laenx…
Jamaah…….
           Para orintalis dan org2 jahat n ngeyel lainnya mayoritas belajar Islam dengan susah payah,, slh satunya aja tar yg laen cri sndiri,, pling prjuangan mrk g jauh2 dr pnhulux…
 Snouck Hurgonje yang kita tahu sepak terjangx dlm mempelajari Islam serta mnguasainya Selanjutnya, dalam suratnya, Snouck menegaskan bahwa keIslaman dan semua tindakannya adalah permainan untuk menipu orang Indonesia demi mendapatkan informasi. Ia menulis “Saya masuk Islam hanya pura-pura. Inilah satu-satulnya jalan agar saya bisa diterima masyarakat Indonesia yang fanatik. ” Temuan lain Koningsveld dalam surat Snouck mengungkap bahwa ia meragukan adanya Tuhan. Ini terungkap dari surat yang ia tulis pada pendeta Protestan terkenal Herman Parfink yang berisi, ‘Anda termasuk orang yang percaya pada Tuhan. Saya sendiri ragu pada segala sesuatu” Tapi tidak sedikit juga lo mereka yg berniat menghancurkan Islam dg mempelajari Islam mlh mndpt hidayah. Seperti dr  Abdul Karim Germanus, pas mbaca di http://namakugusti.wordpress.com/2010/07/29/dr-abdul-karim-germanus-orientalis-yang-mendapat-hidayah/.
Subhanallah Allah yang menentukan hidayah bagi setiap makhlukNya…
         Tak bisa dipungkiri, para orientalis dan lis2 laennya tu juga manusia yang punya hati nurani (bukan nur’aini apalagi ramadhani lho!!!... ups,, po kui,,, yuks srius lagi….)
Sebenarnya hati terdalam ato nurani mereka itu mengakui kebenaran yg Haqiqi (Qur’an n Sunnah) tapi dengan berbagai alasan, contohnya: orang yahudi dulu itu menolak keNabian Muhammad Shollallahu Alaihii Wasallam tapi mereka menolaknya karena hawa nafsu (alasan bahwa Nabi bukan dari golongan bangsanya). Jadi kadang mereka tidak mengakui kebenaran yg Haq karena tidak tahu (asal taklid krn dibungkus bahasa2 keren n modern), nafsu (alasan mempertahankan prinsip krn “malu/ gengsi dong,,, masa’ aq dh smantep ini trus mngaku salah… mo ditaruh dimana mukaku…) tentu kita tahu kebohongan yg satu biasanya diikuti oleh kebohongan2 berikutnya n harta dunia yg menggoda.
         Tentu sebagai pelajar Islam mengapa kita diperintahkan untuk menimba ilmu dari siapapun n kapanpun (unzhur man qola wala tandzur man qola). Ya inilah.. dengan tau ilmu qt tdk akan terombang-ambing oleh kerasnya hantaman ombak     (wuuuuz bahasne…. )
Tentu tetap mohon perlindungan Allah Subhanahuwata’ala selalu diberi petunjuk n didekatkan dengan orang2/ teman2 yang beriman.. karena tidak ada yang lebih nikmat selain berkawan dengan orang sholeh…
Wallahu a’lam bis showab..
Wassalamualaikum wr wb…
 


Menonton Film Kartun Merusak Memori Anak

di 08.39 0 komentar



Mulai sekarang, batasilah saat buah hati anda yang masih balita untuk menonton kartun cepat. Hal ini ternyata merugikan kemampuan mereka dalam berkonsentrasi dan memecahkan teka-teki berbasis logika. Parahnya, satu penelitian menyebutkan kebiasaan ini juga bisa merusak memori jangka pendek mereka.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Virginia di AS ini melibatkan 64 anak yang secara acak dibagi dalam tiga kelompok.

Satu kelompok diminta secara khusus menonton sembilan menit n kartun SpongeBob SquarePants yang populer, di mana perubahaadegan terjadi pada rata-rata setiap 11 detik.

Kelompok lain mengamati kartun pendidikan dengan perubahan adegan rata-rata setiap 34 detik, sedangkan kelompok terakhir diizinkan untuk menggambar.

Setelah itu anak-anak kemudian diminta untuk menyelesaikan berbagai tes. Yang pertama, tes teka-teki, dan tes yang kedua adalah tes mengikuti petunjuk.
"Anak-anak menunjukkan prestasi yang lebih buruk setelah melihat kartun cepat."
Hasilnya, terlihat kelompok anak yang sebelumnya diminta untuk menonton kartun lebih lambat menyelesaikan berbagai tes, bila dibandingkan dengan kelompok yang menonton kartun yang lambat dan kelompok yang menggambar.

"Percobaan memperlihatkan anak-anak menunjukkan prestasi yang lebih buruk setelah melihat kartun. Bahkan ada temuan yang didukung penelitian lain yang menemukan efek jangka panjang akan fakta negatif ini," tutup salah satu peneliti Dr Angeline Lillard.
(sydh/Tn)


sumber: http://www.voa-islam.com

9 Januari 2012

Rahasia dan Hikmah (Qs. Al-furqan : 53)

di 09.37 0 komentar
elis
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara TV `Discovery Chanel’ pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia.
Captain Jacques Yves Costeau, saat menemukan patung-patung perunggu peninggalan kapal romawi kuno yang karam.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Captain Jacques Yves Costeau, saat melakukan pendakian di Gunung Alpine. Saat itu terjadi kecelakaan fatal yang menyebabkan dirinya hampir mati.
Fenomena ganjil itu membuat bingung Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini
yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laayabghiyaan…” Artinya: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” Artinya “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi  yang jauh terpencil di kedalaman samudera.
Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.
Subhanallah… Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan.
Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim. Rasulullah s.a.w.
bersabda:
“Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”
Waullahu a’lamu bishawab…
sumber : eramuslim.com

5 Januari 2012

TV Dan VCD Sebagai Media Pembelajaran

di 15.03 0 komentar


  • Televisi
Omar Hamalik dalam tulisannya mendefinisikan televisi sebagai perlengkapan elektronik yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara. Dari definisi tersebut televisi sebenarnya adalah sama dengan film, yakni dapat didengar dan dilihat. Media ini berperan sebagai gambar hidup dan juga sebagai radio yang dapat dilihat dan didengar secara bersamaan. Televisi juga dapat memberikan kejadian-kejadian yang sebenarnya pada saat suatu peristiwa terjadi dengan disertai komentar penyiarnya. Kedua aspek tersebut secara simultan dapat didengar dan dilihat oleh para pemirsa karena peristiwa tersebut langsung disiarkan dari stasiun pemancar TV tertentu.
Televisi sebagai media pengajaran mengandung beberapa keuntungan antara lain:
1. Bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya.
2. Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah atau berbagai negara.
3. Dapat menciptakan kembali peristiwa masa lampau.
4. Dapat mempertunjukkan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam.
5. Banyak mempergunakan sumber-sumber masyarakat.
6. Menarik minat anak.
7. Dapat melatih guru, baik dalam pre-servise maupun dalam inservice training.
8. Masyarakat diajak berpartisipasi dalam rangka meningkatkan perhatian terhadap sekolah.
Adapun kelemahan-kelemahan TV sebagai media pengajaran, sama halnya yang terjadi pada film, yakni TV terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangan materi tersebut. Kekurangan lainnya yang begitu mencolok adalah sifat komunikasinya hanya satu arah (one way communication).
          Apabila pembelajaran melalui televisi dilakukan dengan siaran langsung, maka yang pasti akan terjadi adalah kesulitan terintegrasikannya jadwal siaran pembelajaran di televisi dengan jadwal pembelajaran di sekolah. Dari sifatnya yang sentralistik ini, guru di sekolah sulit untuk mengontrol proses penyampaian pesannya.
          Dalam penggunaannya televisi sangatlah mudah untuk digunakan akan tetapi dalam proses pembelajaran jangan asal pakai saja. Diperlukan adanya persiapan terlebih dahulu sebelum proses pemebelajaran berlangsung. Hal ini dikarenakan tidak semuanya anak didik faham akan perbendaharaan kata-kata yang digunakan dalam materi yang berlangsung di televisi. Kemudian setelah selesai diadakan kegiatan lanjutan agar semuanya bisa berjalan dengan efektif. Dengan adanya follow up setelah melihat TV, anak didik akan lebih faham akan pelajaran tersebut.
Pada tahun 2004, Menteri Pendidikan Abdul Malik Fadjar meresmikan adanya TV-E (Televisi Edukasi), sebuah stasiun televisi di Indonesia yang khusus ditujukan untuk menyebarkan informasi di bidang pendidikan dan berfungsi sebagai media pembelajaran masyrakat. Televisi inipun disebut sebagai Media Pendidikan Jarak Jauh. Dalam sambutannya beliau mengatakan: “sebagai bangsa yang ingin maju, maka kemnajuan teknologi perlu dimanfaatkan. Hanya saja itu dilakukan dengan kadar kearifan dan etika yang tinggi, khususnya dilihat dari segi pendidikan”. Pernyataan beliau sangat jelas untuk mengajak seluruh civitas pendiddikan menggunakan teknologi sebagai bumbu tambahan dalam proses pengajaran. Disamping agar tidak ketinggalan zaman, pesan ini juga mengandung bahwa teknologi sangatlah penting dalam dunia pendidikan.
Televisi edukasi ini dirancang untuk mendidik dan mencerdaskan masyarakat dengan kemasan acara yang mengasyikkan dan menyenangkan. Karena daya jangkaun televisi bisa sangat luas, keberhasilan memanfaatkan media pembelajaran itu akan mempercepat pembangunan masyarakat belajar yang cerdas.
Program TV-E ini disiarkan melalui satelit dan dapat diakses dengan menggunakan parabola. Siaran dilaksanakan selama empat jam dari pukul 07.00 hingga 11.00 di frekuensi 3782-3790 MHz. Sedangkan komposisi programnya meliputi materi pelajaran pendidikan formal 30%, pendidikan nonformal 30%, pendidikan informal 20%, serta informasi kebijakan dan program berupa berita atau feature 20%. Adanya siaran ini sangatlah membantu guru dan masyarakat untuk melakukan pembelajaran secara individu dan kelompok yang nantinya tidak ada pembatasan ruang gerak proses pendidikan itu sendiri.

  • Video Compact Disk (VCD)
Video yang salah satu bentuknya adalah Video Disc masih termasuk media pembelajaran audio visual. Yudhi Munadi dalam bukunya Media Pembelajaran mendefinisikan video adalah teknologi pemrosesan sinyal elektronik meliputi gambar gerak dan suara.
Karakteristik video banyak kemiripannya dengan media film, di antaranya dari segi kelebihan-kelebihannya yaitu:
1. Mengatasi keterbatasan jarak dan waktu
2. Video dapat diulangi bila perlu untuk menambah kejelasan
3. Pesan yang disampaikan cepat dan mudah diingat
4. Mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa
5. Mengembangkan imajinasi peserta didik
6. Memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan gambaran yang lebih realistic
7. Sangat kuat memengaruhi emosi seseorang
8. Sangat baik menjelaskan suatu proses dan keterampilan
9. Semua peserta baik yang pandai maupun yang kurang pandai mampu belajar dari video
10. Menumbuhkan minat dan motivasi belajar
11. Dengan video penampilan siswa dapat segera dilihat kembali untuk dievaluasi.
Namun selain kelebihan-kelebihan diatas, ia-pun tidak lepas dari kelemahannya, yakni media ini terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangan materi tersebut. Dilihat dari ketersediaannya, masih sedikit sekali video di pasar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran di sekolah. Di sisi lain, produksi video sendiri membutuhkan waktu dan biaya yang cukup banyak.

  • Langkah-langkah Penyajian Video
Pemanfaatan video dalam proses pembelajaran hendaknya memperhatikan hal-hal berikut;
1. Program video harus dipilih agar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2. Guru harus mengenal program video yang tersedia dan terlebih dahulu   Melihatnya untuk mengetahui manfaatnya bagi pelajaran.
3. Sesudah program video dipertunjukkan, perlu diadakan diskusi untuk melatih siswa mencari pemecahan masalah, membuat dan menjawab pertanyaan.
4. Program video bisa diputar dua kali atau lebih, untuk memperhatikan aspek- aspek tertentu.
Agar siswa tidak memandang program video sebagai media hiburan belaka, sebelumnya perlu ditugaskan untuk memperhatikan bagian-bagian tertentu.Sesudah itu dapat dites, berapa banyakkah yang dapat mereka tangkap dari program video itu.
VCD (Video Compact Disk) adalah salah satu bentuk dari Video Disc, yaitu sarana menyimpan dan mencari gambar. Video disc diperkanalkan di pasar tidak lama setelah perekaman pita video menjadi populer. Video disc pertama dipasarkan oleh Philips dari Belanda pada tahun 1972, dan berikutnya oleh Thomson-CSF di Prancis, JVC di Jepang, dan RCA di Amerika Serikat. Sistem yang dipakai adalah capacitance system, yakni sistem pemindahan (scan) informasi gambar dan suara dengan menggunakan tracking arm dan stylus, sebagaimana layaknya pada turn table audio (Arief S. Sadiman, 1990:296).
Kemudian mengalami perubahan menjadi sistem optik. Produsen yang pertama kali menggunakan optical tracking signal system yang menghubungkan ke sinyal video adalah JVC dari Jepang, produk ini kemudian dikenal dengan sebutan laser disc (LD). Teknologi LD ini berbeda dengan teknologi pita video dalam arti informasinya disimpan sebagai spiral lubang-lubang mikro yang dapat dibaca secara optic; galurnya diatur rapat-rapat di permukaan cakram (disc) datar, bukan dalam bentuk magnetic di permukaan pita; dan dibaca menggunakan laser, bukan oleh head magnetic. Perbedaan utama adalah player pita video juga sekaligus recorder. Kita dapat merekam di pita video, sedangkan video disc hanya tersedia dalam bentuk yang sudah direkam. Dengan alasan ini, video disc tidak terlalu populer ketika pertama kali diperkenalkan dan belum diterima konsumen dalam skala besar pada awal tahun 1990-an.
Tidak lama setelah itu, tepatnya pada tahun 1992, Philips mempromosikan video dalam tampilan baru yang disebut Video Compact Disc, yang kebanyakan orang mengenalnya dengan sebutan VCD. Video digital ini memanfaatkan format medium CD yang sebelumnya sudah dikenal luas dalam format audio CD. Dengan memasukkan informasi dan audio untuk memenuhi ruang 650 MB yang disediakan oleh medium CD ini, format VCD diperkenalkan untuk menjadi tandingan Laser Disc (LD), yang secara fisik bentuknya lebih besar dan lebih berat. Teknologi digital yang digunakan adalah teknologi MPEG-1 yang diprakarsai oleh Motion Picture Experts Group, sebuah badan internasional yang mengembangkan kompresi audio dan video. Teknologi MPEG-1 ini memanfaatkan teknik kompresi data rate rendah dengan tujuan agar file yang dihasilkannya dapat efektif memenuhi ruang 650 MB yang disediakan medium CD.
Dengan menggunakan standar VCD ini, sebuah medium CD dapat menampung muatan audio visual sepanjang 74 menit. Kualitas setara dengan VHS video, dan suara setara dengan kualitas CD Audio. Baik LD maupun VCD, bukanlah media penyimpan pada kamera, tetapi hanya untuk diputar pada play back-nya masing-masing.

 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review