29 Juli 2014

Bersabar dalam sakit

di 16.44 0 komentar
Setiap orang pasti punya penyakit, dilema bahkan masalah besar dalam hidupnya. Kenapa begitu? karena Allah SWT adil. Ada siang-malam, susah-senang, bumi-langit, kaya-miskin, surga-neraka, dsb. Keadilan ini tercermin dari sumpah-sumpah yang Allah SWT gunakan seperti di surat Al Lail, As-Syam, dan lainnya.

Dalam sebuah keluarga pastilah muncul berbagai karakter, walau dari orang tua yang sama tapi karakter anak bisa berbeda. Bapak, Ibu baik tapi anak tidak, bapak, anak baik tapi Ibu tidak, Ibu anak baik tapi bapak tidak. Kebaikan ini bisa dari sifat maupun fisik diri, sakit misalnya. 

Banyak dari kita mencerca mengapa ada orang tua normal yang mempunyai anak difabel, obesitas, sakit aneh, gangguan jin, gila/ayan, kecelakaan berat serta hal lain yang dianggap musibah.

Zaman Nabi SAW, ada seorang wanita yang berpenyakit ayan
Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”
Aku menjawab, “Ya”
Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’
Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’
Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

MasyaAllah..bayangkan jika wanita itu kita,ya kita. Mungkin lebih dari sembuh yang kita minta. Namun wanita itu lebih memilih bersabar dan hanya minta didoakan agar auratnya tak tersingkap.

Sahabat, dunia ini sementara dan penuh fatamorgana..
Siapapun saudara kita yang sedang bermasalah dalam keluarga, anak, adik, saudara, istri, suami dan siapapun yang sakit berat bahkan prediksi dokter umurnya tinggal sekian hari, tolong ceritakan..sampaikan kisah ini. Bahwa zaman Nabi saw pun banyak orang berpenyakit berat bahkan cacat karena perang. Tapi mereka tak mengelu katena jaminan Nabi saw untuk mereka yang bersabar yaitu SURGA.

Ingat juga kan kisah Nabi Ayub AS, yang mengalami penyakit kulit hingga 7 tahun lebih. Ketika istrinya minta agar ia berdoa minta kesembuhan, Nabi Ayub hanya berkata "Apakah pantas meminta sembuh padahal ia hanya memberi sakit sedikit dari sekian lama aku hidup".

Sahabat, tidak ada yang menimpa yang menimpa seorang muslim walaupun sakit panas maka pahala baginya, dosanya akan berguguran (hadis),
Maka sabarlah, sabar.. keadaan terlemah adalah saat mustajabnya doa. 
Semoga Allah SWT limpahkan karunia kesembuhan bagi saudara kita yang sakit.

اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ فَأَنْتَ الشَّافيِ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً


ALLAHUMMA ROBBANNAS ADZHIBILBA' SA ISYFI ANTASYSYAFI LA SYIFAUKA SYIFA' AN LA YUGHODIRU SAQOMA .

Artinya ;
“Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” ( HR. Bukhori Muslim)

METODE MENGHAFAL AL-QUR'AN DENGAN JARI TANGAN.

di 15.42 0 komentar
Tulisan ini hanya share dari FB Hafidz Indonesia yang saya baca bagus sekali dicoba baik muda maupun tua, sumber dari sini
 
Di awal penjelasannya, ustadz menceritakan bahwa metode menghafal Al-Qur’an merupakan metode baru, dan juga merupakan metode yang mirip dengan metode yang sekarang sedang populer di Arab. Hal ini beliau sampaikan juga ketika Bait Qur’any mendapat kunjungan dari tim QLC (Quran Learning Center). Dengan metode jarimatika Al- Qur’an anak akan belajar melatih otak kanannyadengan menghafal dan melatih otak kiri dengan berhitung. Sehingga ada keseimbangan dalam perkembangan otak kiri maupun kanan. Kalau dicermati sebenernya inti dari semua metode menghafal Al-Quran adalah mengulang-ulang bacaan, jarimatika Al-qur’an juga demikian, namun dikombinasikan dengan berhitung.
Ada beberapa catatan dari workshop tersebut (diambil dari beberapa materi yang dibagikan)
: Menghafal dengan jari : 
1. Membuka Al-Qura’an 
2. Al-Qur’an diletakkan di tangan kiri 
3. Telapak tangan kanan dipersiapkan untuk menghafal 
4. 5 jari tangan akan digunakan untuk menghafal 14 ayat dan kelipatannya, diaman tiap jari akan dibagi
menjadi 3 ayat, 1 ayat per ruas jari kecuali jempol yang hanya 2 ruas/ayat : 1. Jari kelingking : dimulai dari ruas jari paling bawah dengan ayat 1, ruas tengah ayat 2, ruas paling atas ayat 3 2. Jari manis : dimulai dari ruas jari paling bawah dengan ayat 4, ruas tengah ayat 5, ruas paling atas ayat 6 3. Jari tengah : dimulai dari ruas jari paling bawah dengan ayat 7, ruas tengah ayat 8, ruas paling atas ayat 9 4. Jari telunjuk : dimulai dari ruas jari paling bawah dengan ayat 10,
ruas tengah ayat 11, ruas paling atas ayat 12 5. Jempol : dimulai dari ruas jari paling bawah dengan ayat 13, dan ruas paling atas ayat 14, untuk ayat selanjutnya mengulang lagi dari jari kelingking dan
seterusnya 5. Ayat 3,6,9,12,14 adalah ayat kunci yang berada di ujung atas masing-masing jari yang
harus dihafal posisinya. Hal ini digunakan untuk mengetahui posisi ayat, misalnya kita ingin tahu ayat yang ke 13, kita tidak perlu mengurutkan hafalan dari ayat 1 sampai menuju ayat 13, tapi cukup mengurut dari ayat 12 (sebagai kunci) 
Fenomena Pendidikan Anak
Usia Dini :
 - Menyerahkan pendidikan sepenuhnya pada TPA==TKA atau ibu saja 
- Menyerahkanpengasuhan anak di atas 6 jam pada pengasuh 
 
Teknik Menghafal dengan pendekan Home Learning 1 hari satu ayat untuk pemula (0-2) tahun,
tekniknya : 
1. Bacakan 5-10 kali setiap ayat pada 1 aktivitas anak sehari-hari 
2. Membacakan surat dengan sempurna 
3. Makhroj dan tajwid benar 
4. Dengan mimik dan gerak 
5. Beri penguat pada bacaan baik dengan mimik, gerak naupun suara 
6. Bacakan dengan gembira 1 ayat setiap waktu sholat untuk lanjutan (3-6 tahun, jika dimulai usia sebelum 3 tahun) : 
1. Jika belum dapat membaca Al-Qur’an bacakan 5-10 kalisetiap ayat pada setiap aktivitas anak setiap hari 2. Tambahkan hafalan setiap waktu sholat
3. Menyetor setiap magrib atau shubuh 
4. Ceritakan maksud setiap ayat yang dibaca dan dihafal 
5. Minta anak untuk menceritakan maksudnya Tingkat tinggi 1. Menghafa Al-Qur’an sendiri 2. Melaporkan setiap hafalan setiap waktu sholat 3. Menghafal 1 hari 1 lembar 4. Pahami artinya 5. Pahami maksudnya

Tren Menghafal Qur'an

di 15.12 0 komentar
Setelah adanya tanyangan Hafidz Cilik, Hafidz Indonesia di 2 stasiun TV kemarin selama romadhon, maka tahfidz mendadak jadi tren. Sekolah Tahfidz menjadi pilihan orang tua tak peduli berapapun biaya yang dikeluarkan. Tak ada masalah sebenarnya, malah justu saya pribadi bangga, lepas dari apa niat masing-masing orang itu konsekuensi yang ia terima sendiri.

Harapan saya semoga tren ini diikuti oleh stasiun yang lain, lembaga yang lain juga agar membaca dan menghafalkan al Qur'an bukan lagi hal tabu. Malu ya kalau sambil nunggu bis buka al Qur'an, atau dikelas nunggu dosen datang buka Qur'an tuh hal langka. Tapi kalau serentak kita anywhere n anytime dengan Qur'an pasti bukan hal aneh yang dipandangi tanpa kedip. Sekarang tren juga tuh, mengaji dengan gadget dari pada membuka Qur'an dengan berbagai alasan.. yah apapun sarananya yang penting ngaji sodara.

Remaja kita sekarang ini diberondong dengan berbagai fasilitas mulai dari gadget keren, mahal dan berkelas. Iklan TV tak lagi peduli usia. Anak dewasa sebelum waktunya bukan lagi hal aneh.

Bulan lalu saat TPA saya tersentak atas laporan seorang anak yang bilang kalau ditangan si mbak A ada tulisan Aliando loh us, waduh.. saya juga tau untungnya siapa tuh Aliando yang lagi digandrungi remaja. Padahal anak ini baru kelas 5 SD, sudah segitu ngefansnya sama artis yang nun jauh disana #OMGHello

Lebih tersentak lagi pas diajak tepuk Nabi xxx, banyak yang tidak bisa #jlebabrakadabra. Saya jadi sedikit 'baca' siapa guru mereka di rumah. ya Tivi.. kotak bergambar yang suka mengumbar

Jadi mari ramaikan bumi ini dengan menghafal, murnikan niat dan jalani saja. Susah-tempuh-susah-tempuh begitu terus. Ada teman yang cerita kenapa ya aku menghafal butuh 30x diulang kok si C cuma dipandangi sekali udah lancar. 
Inget, ada hadis Nabi SAW yang berbunyi : “Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari  Al-Qurán dan mengajarkannya” (HR Bukhari). Bagi siapa yang belajar dan mengajarkan, keduanya berpahala.

Ibnu Masúd berkata bahwa Rasulullan SAW bersabda,”Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, ia akan mendapatkan satu kebaikan yang nilainya sama dengan sepuluh kali pahala. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf” (HR Tirmidzi).

Hadits lain, Rasulullah bersabda, “Perumpamaan orang yang membaca Al-Qurán dan hafal maka ia bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedangkan perumpamaan orang yang senantiasa membaca Al-Qurán meskipun sulit dan terbata-bata maka baginya dua pahala” (HR Muttafaq álaih) . 

Nabi SAW, “Dikatakan kepada ahli Al-Qurán, “Bacalah, naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membaca di dunia, karena kedudukanmu terletak pada akhir ayat yang kau baca” (HR Tirmidzi).

Semoga Allah SWT mudahkan kita dalam menghafal al Qur'an..amiin

Metode Jibril dalam Menghafal Qur'an

di 14.42 0 komentar
Alhamdulillah, puji syukur kita limpahkan pada Ilahi Rabbi hingga saat ini oksigen masih bisa kita hirup sempurna. Tidak terganjal selang dihidung, atau cincin di jantung seperti apa yang saya dengar dari dosen beberapa bulan lalu. Bersyukur umur kita disampaikan hingga syawal 1435 H, tanpa halangan tanpa syarat. Namun kita yang suka memberi syarat macam-macam..

Ok well,, kali ini saya ingin menulis Metode Jibril dalam Menghafal Qur'an. Kata ini saya dengar ketika menonton anak luar biasa di Hitam Putih Trans7, episode lengkapnya bisa buka ini. Nawala, seorang pemuda kecil berumur 6 tahun yang bisa menghafalkan al Qur'an. Nawala Aji Pradana adalah putra dari bapak Muslim dan Ibu Nur Rahmi berasal dari Aceh.

Kondisi fisik lah yang menjadikan banyak orang haru bahkan tak menyangka, anak sekecil itu bisa menghafal Al Qur'an. Hanya diajarkan oleh ayahnya yang juga Difable,dan untuk menghafalkan mereka membutuhkan al Qur'an Braille. Konon katanya harga al Qur'an ini 90 juta full 30 juz. Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan, Allah...ampuni kami..

Bulan Romadhon kemarin 2 stasiun tv menyiarkan acara Hafidz Qur'an yang diisi oleh anak-anak kecil bahkan sangat belia. Ini membuka mata bahwa di Indonesia banyak orang tua yang peduli dan mempersiapkan anaknya untuk Islam. Karena merekalah generasi mendatang yang akan memimpin Indonesia. Semoga sejak kecil al Qur;an telah terhujam di dadanya hingga akhir hayat.

Sebagai para dewasa kita iri banget, bahkan sangat iri. Bagaimana melihat Musa, pemuda cilik 5 tahun bisa hafal al Qur'an bahkan mendapat penghargaan dari Raja Saudi. Musa, bocah yang berumur 5,5 tahun fasih menghafal 29 juz Al Quran. Hanafi, orang tua musa mengisahkan bahwa sejak masih dalam kandungan Musa sudah dikenalkan dengan bacaan Al-Qur’an yang dibacakan oleh ia dan ibunya. Bila kebanyakan janin yang didalam rahim menurut penelitian akan merasa rilek bila didengarkan musik klasik, kami mendengarkan Musa yang saat itu masih dalam kandungan dengan bacaan- bacaan Al-Qur’an” Hanafi mengenang. Membimbing Musa untuk menjadikan seorang penghafal Al Quran, bukan tanpa perjuangan bagi orang tuanya yang hanya bekerja sebagai petani yang tinggal di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. 

Bahkan ia sempat dicap sebagai ekstrimis karena tidak memberikan ruang untuk Musa untuk melakukan kegiatan sebagimana anak kecil lainnya, bahkan ia merasa iba bila anaknya menangis. Hanafi menceritakan saat Musa berusia dua tahun ia mulai mengenalkan dengan huruf- huruf hijaiyah. Metodenya sederhana ia menempel di dinding satu dua huruf hijaiyah untuk selalu diulang-ulang oleh Musa. Setelah beberapa hari dan meyakini anaknya sudah hafal huruf tersebut ia mengganti dengan huruf lainnya. Metode tersebut terus dilakukan hingga keseluruhan huruf hijaiyah tuntas. Bahkan saat umur Musa menginjak 3,5 tahun ia sempat bosan, dan bahkan sering menangis saat diajak mengaji, namun dengan tekat yang sudah kuat untuk menjadikan anaknya seorang penghafal Al Quran, Hanafi tidak menghiraukan dari anaknya tersebut. Untuk lebih meningkatkan hafalan Al Quran, musa juga dibantu oleh rumah tahfidz Sabilar Rosyad. Sekarang jeri payah yang dirintis oleh orang tua musa sejak kecil menuai hasilnya, Hanafi sangat bersyukur dan bangga dengan metode yang ia terapkan. Selain sudah dapat menghafal 30 Juz dalam 3 tahun, Musa kecil selalu membangunkan dirinya untuk Qiyamullail. Bahkan Musa setelah itu tidak tidur lagi tetapi ia menunggu waktu subuh, dan setelahnya ia bermain dengan anak-anak sebayanya. Satu yang membedakan di kala bermain Musa menyempatkan untuk Murojaah, mengulang kembali, hafalan Qur’annya. Bahkan juri pada Ajang Hafidz Indonesia 2014, host Irfan Hakim dan seluruh penonton di studio menitikan air mata haru, dimana bocah berumur 5,5 tahun ini benar semua dalam melanjutkan alunan ayat suci Al Quran yang diberikan oleh Juri ataupun penonton. (sumber: fb HI)


Photo: Musa Bocah 5 Tahun Hafal
29 Juz Al Quran 
#Subhanallah

Memiliki anak yang soleh, rajin shalat
dan pintar dalam mengaji
merupakan kebanggaan
orang tua yang memang dari
kecil diajarkan untuk
mendalami agama. Inilah sekarang yang dirasakan oleh
kedua orang tua Musa, bocah
yang berumur 5,5 tahun yang
sudah fasih menghafal 29 juz
Al Quran. Hanafi, orang tua
musa mengisahkan bahwa sejak masih dalam kandungan
Musa sudah dikenalkan
dengan bacaan Al-Qur’an yang
dibacakan oleh ia dan ibunya. Bila kebanyakan janin yang
didalam rahim menurut
penelitian akan merasa rilek
bila didengarkan musik klasik,
kami mendengarkan Musa
yang saat itu masih dalam kandungan dengan bacaan-
bacaan Al-Qur’an” Hanafi
mengenang. Membimbing Musa untuk
menjadikan seorang
penghafal Al Quran, bukan
tanpa perjuangan bagi orang
tuanya yang hanya bekerja
sebagai petani yang tinggal di Kecamatan Muntok,
Kabupaten Bangka Barat,
Kepulauan Bangka Belitung.
Bahkan ia sempat dicap
sebagai ekstrimis karena tidak
memberikan ruang untuk Musa untuk melakukan
kegiatan sebagimana anak
kecil lainnya, bahkan ia
merasa iba bila anaknya
menangis. Hanafi menceritakan saat Musa
berusia dua tahun ia mulai
mengenalkan dengan huruf-
huruf hijaiyah. Metodenya
sederhana ia menempel di
dinding satu dua huruf hijaiyah untuk selalu diulang-
ulang oleh Musa. Setelah
beberapa hari dan meyakini
anaknya sudah hafal huruf
tersebut ia mengganti dengan
huruf lainnya. Metode tersebut terus dilakukan
hingga keseluruhan huruf
hijaiyah tuntas. Bahkan saat umur Musa
menginjak 3,5 tahun ia sempat
bosan, dan bahkan sering
menangis saat diajak mengaji,
namun dengan tekat yang
sudah kuat untuk menjadikan anaknya seorang penghafal Al
Quran, Hanafi tidak
menghiraukan dari anaknya
tersebut. Untuk lebih
meningkatkan hafalan Al
Quran, musa juga dibantu oleh rumah tahfidz Sabilar Rosyad. Sekarang jeri payah yang
dirintis oleh orang tua musa
sejak kecil menuai hasilnya,
Hanafi sangat bersyukur dan
bangga dengan metode yang
ia terapkan. Selain sudah dapat menghafal 30 Juz dalam
3 tahun, Musa kecil selalu
membangunkan dirinya
untuk Qiyamullail. Bahkan
Musa setelah itu tidak tidur
lagi tetapi ia menunggu waktu subuh, dan setelahnya
ia bermain dengan anak-anak
sebayanya. Satu yang
membedakan di kala bermain
Musa menyempatkan untuk
Murojaah, mengulang kembali, hafalan Qur’annya. Bahkan juri pada Ajang Hafidz
Indonesia 2014, host Irfan
Hakim dan seluruh penonton
di studio menitikan air mata
haru, dimana bocah berumur
5,5 tahun ini benar semua dalam melanjutkan alunan
ayat suci Al Quran yang
diberikan oleh Juri ataupun
penonton.

Seperti diberitakan atjeh.org, Nawala merupakan salah satu dari 224 peserta anak berusia 3-7 tahun yang mengikuti audisi di Banda Aceh pada 12-13 April 2014 lalu. Nawala merupakan anak dari pasangan Muslim dan Nur Rahmi. - See more at: http://atjehpost.com/articles/read/7095/Hafidz-Cilik-Asal-Aceh-Bikin-Juri-Hafidz-Cilik-Indonesia-Menangis#sthash.Hwyz5WFQ.dpuf
Seperti diberitakan atjeh.org, Nawala merupakan salah satu dari 224 peserta anak berusia 3-7 tahun yang mengikuti audisi di Banda Aceh pada 12-13 April 2014 lalu. Nawala merupakan anak dari pasangan Muslim dan Nur Rahmi. - See more at: http://atjehpost.com/articles/read/7095/Hafidz-Cilik-Asal-Aceh-Bikin-Juri-Hafidz-Cilik-Indonesia-Menangis#sthash.Hwyz5WFQ.dpuf
Seperti diberitakan atjeh.org, Nawala merupakan salah satu dari 224 peserta anak berusia 3-7 tahun yang mengikuti audisi di Banda Aceh pada 12-13 April 2014 lalu. Nawala merupakan anak dari pasangan Muslim dan Nur Rahmi. - See more at: http://atjehpost.com/articles/read/7095/Hafidz-Cilik-Asal-Aceh-Bikin-Juri-Hafidz-Cilik-Indonesia-Menangis#sthash.Hwyz5WFQ.dpuf
Seperti diberitakan atjeh.org, Nawala merupakan salah satu dari 224 peserta anak berusia 3-7 tahun yang mengikuti audisi di Banda Aceh pada 12-13 April 2014 lalu. Nawala merupakan anak dari pasangan Muslim dan Nur Rahmi. - See more at: http://atjehpost.com/articles/read/7095/Hafidz-Cilik-Asal-Aceh-Bikin-Juri-Hafidz-Cilik-Indonesia-Menangis#sthash.Hwyz5WFQ.dpuf
Seperti diberitakan atjeh.org, Nawala merupakan salah satu dari 224 peserta anak berusia 3-7 tahun yang mengikuti audisi di Banda Aceh pada 12-13 April 2014 lalu. Nawala merupakan anak dari pasangan Muslim dan Nur Rahmi. - See more at: http://atjehpost.com/articles/read/7095/Hafidz-Cilik-Asal-Aceh-Bikin-Juri-Hafidz-Cilik-Indonesia-Menangis#sthash.Hwyz5WFQ.dpuf

kembali ke cerita ayah Nawala, bagaimana seorang Difabel bisa menghafal? Mungkin ini metode Jiibril kata ayahnya. Seperti Rasulullah yang didiktekan al Qur'an oleh Jibril, saat itu Rasul dalam keadaan tidak bisa membaca namun Jibril memerintahkan untuk mengikuti apa yang ia baca. 
Hal itu pula yang dilakukan ayahanda Nawala, setiap selesai solat dan waktu luang maka ayahnya memandu menghafal al Qur'an. Mudah bukan? tak mudah bila tak pernah dicoba.

Setiap anak punya cara berbeda untuk menghafal, tidak bisa disama ratakan. Penemuan metode yang tepat harus melalui riset alami dengan mengajarkan anak melalui berbagai metode mana yang ia cocok. Saya mempunyai teman yang ketika menghafal ia tidak bisa ditempat ramai dan hafalan itu hanya dipandanginya tanpa diucapkan, hasilnya ia bisa menghafalkan dengan baik. Ada juga teman yang harus ditempat ramai, katanya dia stres jika menghafal ditempat sepi, ada pula yang harus teriak sekencang-kencangnya bahkan tidak jarang banyak teman yang berjejer dipinggir kali dekat ma'had kami karena lebih konsen dengan cara begitu. Ada juga yang bisa menghafal setelah mendengar bacaan Syaikh kesukaannya seperti Musyari Rasyid, Ghomidi dsb. Sekali lagi, metode hanya sarana, yang tujuan utamanya hafal. Boleh kita gunakan berbagai metode dan strategi yang anak enjoy dengannya.

Anak kecil ibarat spons, ia menyerap semua yang diberi orang tuanya. baik-buruk semua ia telan, terlebih masa anak-anak yang belum banyak beban adalah masa terbaik untuk menghafal. Bukan berarti orang dewasa tak bisa, tapi upayanya harus lebih ekstra.

Simple bukan, namun orang tua harus rutin. Harus ada pengorbanan, bila orang tua tak menguasai maka bisa membawa anak pada orang yang lebih ahli dalam menghafal serta terjaga akhlaknya. Tetapi lebih baiknya orang tua langsung yang mengajarkan dan harus rutin.

Apakah anak akan stres menghafal segitu banyak ayat al Qur'an?
MasyaAllah, sudah kita saksikan begitu banyak anak kecil yang menghafal Qur'an. Mereka tetap bisa senyum, bisa bermain dengan temannya, tetap sekolah. dan belum ada sejarahnya orang yang menghafal al Qur'an akan stres/gila bahkan sebaliknya.

Tapi perlu diperhatikan pada siapa anak belajar, sangat disayangkan bila hafalan sudah melekat kuat tapi salah tajwid atau huruf, karena sulit membenarkannya. Untuk itulah wajib bagi orang tua memberi ilmu agama pada anaknya, melalui apapun. Bisa menyekolahkan anak di rumah tahfidz maupun dididik sendiri.

Semoga Allah swt mudahkan kita dalam membimbing anak hingga menjadi mutiara dunia-akhirat.
Amiin

17 Juli 2014

Ramadhan Karem

di 21.55 0 komentar
Subhanallah..
hari ini tepat 10 hari terakhir ramadhan 1435 H. Sedih sekali berpisah dan rindu berjumpa dengan ramadhan tahun depan.
banyak rindu, harap tersemat..
ya Allah..smg ibadah ala kadarnya yg tak seberapa ini Engkau terima,sempatkan kami menikmati ramadhan lagi...untuk menambal besarnya lubang dosa yg 11bulan tercipta..bahkan kami tak sanggup membayangkan betapa diri ini sangat menjijikan...andaikan dosa itu berbau.

Ya Allah..hati kami sering terbagi, 
Melulu dunia yg kami tekuni
Bahkan..dlm solat pun kami sibuk mengeja jadwal, memadukan warna jilbab, baju, rok dan tas yang pantas..
Sejenak sadar..lalu teringat materi yg akan disampaikan..memikirkan teknik terbaik agar terlihat mumpuni..
lupa...dan tersadar sebelum salam.. tanpa sempat berdoa langsung mewujudkn imajinasi  ketika solat tadi..

Ya Allah..aku selalu terbayang akan akhir..akhir hidup yg kan disambut tangis atau tawa..
Ya Allah...aku malu meminta ini itu yang tak sepadan dengan ibadahku.. yg materi jadi pertimbangan utama..bukan ibadah..

Kalau bukan rahmatMu..mustahil kami bisa ke surga, penghargaan tertinggi..

Ya Allah.. ini aku....... yg berharap bertemu lailatul qodar..Amiin
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review