28 Juni 2013

Beasiswa *opini ajah

di 22.52 0 komentar
Pengen mandiri sih iya, tapi kalo belum kerja?
dijamin pasti nadah terus sama orang tua. yah, beberapa kondisi memang tidak memungkinkan untuk bekerja seperti (belum dapat ijin ortu untuk kerja) dsb. Sebagai mahasiswa pasti andalan utama adalah BEASISWA ya kan. bagi orang tak mampu secara ekonomi memang wajib dapet *menurut saya, tapi pandangan berubah sinis ketika yang ,mendapatkan adalah anak orang "mampu". Apa yo salah orang mampu dapat beasiswa? asal jalan dan usaha yg ditempuh wajar sah2 aja kan. 

Wah, intinya kembali lagi pada Tauhid *kata Aa Gym, intinya tak usah iri sama orang yang dapat atau jangan  terlalu bangga bila terus dapat beasiswa. saya sendiri punya konsep yang saya yakini kebenarannya bahwa : Allah sudah atur rejeki orang sedemikian sesuai kebutuhan yang hanya Allah yang tahu, sengoyo apapun kalau Allah tak ijinkan ya percuma, juga saya yakin "Hukum Pencucian" *atau apalah istilahnya, kalau kita memperoleh sesuatu dengan cara yang tidak halal/ potong kompas maka tunggu saja akan ada suatu masa dimana kita dibalas dg hal yang tak pernah kita duga. ketika semua hal kita tuntut gratis maka akan ada "bayaran"" tak terduga akan kita alami. Terdegar sangar tapi beberapa pengalaman orang sekitar begitu yang 'terbaca' olehku.

kalau Ibu saya bilang : selama mampu usahakan bayar mbak, kalau mengharap kuliah gratis padahal ada rejeki takutnya Allah 'tukar' dengan hal lain yang tak terduga.

Al-Qur’an menerangkan,”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),maka pasti azab-Ku sangat berat.”(QS.ibrahim [14]: 7)


Pas Namu -_-

di 22.21 0 komentar
Gimana coba kalo tiap bertamu kita disuguhi teh sepeet banget, iya sih orang jawa sukanya minum teh seduhan gt. ceritanya saya kan #gak jadi ah, nanti anaknya pada baca trus saya malu deh

intinya setiap datang si ibu ramah sekali menyuguhkan teh, tapi sepetnya itu lo. Mau bilang "maaf bu saya gak suka teh sepet *pengen reques jus aja. tapi kan gak enak banget, mau gak diminum lebih gak enak kan.
Jadi beberapa kali saya namu, terpaksa sambil merem saya paksa minum, 
ajaran buat siapapun untuk menyuguhkan tamunya dengan hal yang terbaik.

sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” 
(HR. Bukhari)
dan juga pelajaran buat tamu ni


22 Juni 2013

alasan masuk pesantren? *_*

di 20.32 0 komentar
cuma mau bilang..
bingung banget tadi pas mau ngeles ditanya ibu2
"mba dulu motivasi mondok apa? pengen anak saya kaya mb #malu..
hehe.... dengan malu-malu bingung,,,
"saya dulu sebabnya paranoid sama pelajaran bahasa Jawa bu, sejak SD nilai pasti b.jawa pake tinta merah. akhirnya minta ibu bpk buat nyari sekolahan yang gak ada bahasa jawanya :D, alhamdulillah lah ketemu TARUNA...
"langsung bisa menyesuaikan? tanya si ibu"
"ya... gimana ya bu, kan takut gak naik kelas.. ya sudah ngikutin aja"
iya ni.. pengen memotivasi anak saya biar mau masuk pondok..

huft, sebaiknya memang masuk pondok punya motivasi kuat agar tidak asal-asalan. banyak lo yang kabur ato malah jadi "buronan" :D
semangat.. masuk pondok asyik lo, pisah sama ortu jadi mandiri

16 Mei 2013

Mana Singamu?

di 22.51 0 komentar
selalu Alhamdulillah..
Hari ini mantep registrasi S2 UIN, yah... cita-cita dan asa orang tua yang kuat untukku. Ibu Bapakku memang orang pendidikan yang tak cukuo menyantap "bangku" sekolah. Birokrasi yang berlaku memang menjadikan mereka "cepat" kerja, menjawab tantangan zaman yang butuh "abdi negara". Kini zaman tak lagi sama. Perlu daya kuat dan tekad bulat untuk mewujudkan beragam asa. Filosofi orang tua kan "Anakku harus lebih baik dariku, yah minimal seperti aku lah". okelah aku kan berusaha wujudkan asa.

mak jleb baca message teman "mba aku ikut yang non reg" yaah... gak jadi bareng ni. langsung lemes, nyali ciut dan gak semangat (apalagi mau ke bank tu berat banget #berat ngeluarin duit sih).
lalu tiba2 roda berputar ke tahun 2009 dimana aku baru saja keluar dari sangkar "kedamaian" setelah tuntas 7 tahun belajar dan mengabdi. Saat itu masih teringat jelas bagaimana semangatku untuk kuliah, mulai dari tempat kuliah (UIN) yang saat itu tak diizinkan bagi kami karena dianggap bak "cuci otak" bagi santri2 yang selama ini di gembleng agama. Tapi aku nekat aja, sembari melakukan tugas pokokku di tahun terakhir (mengatur belanja dan makan santri) "sekali merengkuh 2-3 pulau terlampaui", sambil mampir mendaftar di UIN. Nakal memang, tapi gimana lagi MASA DEPAN adalah tanggung jawabku dan aku yang bertanggung jawab atasnya. mulai dari cari info-daftar-tes-sampai diterima pun aku masih diam2. barulah detik2 kepulanganku ku utarakan pada pengasuh #ibuku nding yang ngomong.
dulu inget juga kata mbak2 pondok "Ning koq kamu gak punya malu" kepedean, pede ngutang saat2 uang belanja belum turun, pede tanya2 kalo lagi nyasar, bahkan pede minta "minta apa aja.. buat umat kok"
Masih ingat banget dulu mau daftar aja poto sendiri di kamar pas orang2 lagi pada sholat subuh, krn poto "urgent"banget untuk daftar hari itu. lalu cepet2 ngumpetin hape karena anak pengabdian gak boleh bawa hape #KTM jadi saksi poto "ngumpet2" itu, ospek sendiri, lakukan tugas apapun sendiri. pokoke benar-benar sendiri, ditambah lagi aku mempunyai interpersonal yang kurang baik #belum akrab sama hawa luar. Tapi toh 3 tahun 2 bln kurang (gak sombooong lo) aku bisa kok. Nah lo,, koq ini hanya 1,5 tahun (amiiin) aja aku takut begini ya. Wes mantepkan hati, Bismillah mulai petualangan ini.
Syukuri karena banyak teman yang tidak mempunyai kesempatan ini, karena kesuksesan tidak melulu di bangku kuliah namun ada madrasah kehidupan yang lebih abadi ilmunya. Keep spirit nook :D

"Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang kau Dustakan"

apalagi yang kurang????????

                                                                                                              bedroom, 160513. 22.47 

Tulang Rusuk Tak kan Pernah Tertukar ^^

di 22.15 0 komentar

Alhamdulillah wa syukurillah

sejenak meninggalkan kegalauan hati melihat teman yang menikah silih berganti. mengalihkan memang tak mudah dimana aku belum punya aktifitas rutin. yah, S1 sih udah kelar (Alhamdulillah) tapi SIM (surat izin Mengajar ) apalagi SIM (Surat Izin Menikah) dari ortu belum dapet juga. Prinsipku bahwa "apapun yang orang tua katakan TURUTI dan IKUTI nasihatnya" kan memang kita masih hak orang tua walau merasa matang secara usia.

oya, cerita dulu ah.. sejak beberapa teman menikah memang ada rasa-rasa "ingin" juga. Wajarlah, cewek normal gituh. ditambah sinyal-sinyal yang semakin kuat mengudara, entah tower apa yang begitu kuatnya hingga beberapa teman pun menangkap sinyal itu. mulai dari mbak2 (mbaknya temanku) tinggal di Bandung dan kami lamaaa banget gak ketemu yang tiba2 kirim message banyak banget yang menanyakan kenapa belum nikah, kapan, mengapa (5W+1H) lah. sampai2 mau dicarikan sama si mbak itu, aiiih baik banget mbak. nasehatnya padaku "Lanjut pendidikan bagus, tapi kamu itu eman lo ning gak nikah dulu". duh mbakyu pengennya aku ikuti saranmu, tapi....

Ahad 1 di pondok sekian lama tak bertemu Ustadzah yang subhanallah ilmunya bak sumur di tengah padang sahara, airnya menyegarkan hingga dikira surga #apaan ini. Pengajian itu banyak nyebut2 "nyindir" aku si alumni yang males "sowan" ke pondok.. malunyaaaa...
diakhir halaqoh Ustadzah yang q anggap ibu ke-2 menanyakan mulai aktifitas serta menasihati agar segera menikah. apa lagi yang dicari perempuan jika usianya telah cukup, wanita memang tak wajib tuk mencari nafkah. Juga tak baik menunda menikah, Orang tua akan berdosa bila anak gadisnya sampai pacaran bahkan bermaksiat karena dihalang-halangi untuk menikah. "Ayo orang tuamu dikasih pengertian ini, dosa lo larang2 anaknya menikah padahal telah mampu, ada jodoh. po mau tak carikan? -Gleeeg.. cerita usai disini 

Trus esoknya sore hari berangkat rapat badko Kalasan, disini pun tak sengaja (rencana Allah pastinya) aku duduk sebelahan sama mbak2 yang ternyata temen seangkatanku kuliah, ini istrinya Ust .Wahyu. woow.. baru kenal padahal tapi udah luar dalam aja nasehatin aku (sampe aku ga tau apa isi rapat sore itu). 
Lebih kurang sama pertanyaannya (5W+1H) juga. yang paling ngancem tuh kata2nya "Jangan berani-berani loh nolak ikhwan yang baik agamanya". Dia pun bercerita ketika semester 6 menikah orang tuanya belum mengizinkan namun si calon suami dengan sungguh-sungguh meyakinkan orang tua si calon istri. Alhamdulillah sekarang hidup lebih tenang katanya, suami saya jadi tulang punggung bahkan ortu kami yang dulu kurang yakin pun kini "ngandelke" kami untuk urusan apapun. Wah.. berbinar-binar aku mendengar segala ceritanya. 
dan beberapa kisah lagi yang mengusik hati (koq yo beruntutan ketemu orang2 yg spiritnya oke gini)

Terakhir saat mulai menenangkan diri, sambil menyalakan laptop, ngonekin internet. eladalaaah... aq mbaca postingan mbak2 yang judulnya mirip #mirip apa ya.. Jadi mbak2 itu dilarang keras menikah dan harus menyelesaikan s2 nya dulu. Namun, si Ikhwan yang gigih itu datang hingga akhirnya sungai menemukan muaranya #syahdu lah pokoke

Yah, itulah kalian dan ini aku. aku tak ingin egois namun aku menunggu ridho. Ridho hingga orang tua dengan  ikhlas bertitah padaku. Ridho yang menjadikan tiket surga di kakinya untukku. Ridho yang menjadikan bumi pun bertasbih. semoga.. segera.. Doanya...
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review