4 Januari 2012

Keuntungan pembelajaran interaktif berbasis multimedia antara lain :

di 20.30 0 komentar

           1. Media dapat membuat materi pembelajaran yang abstrak menjadi lebih konkrit/nyata, sehingga          
               mudah diterima pembelajar,
2. Media dapat mengatasi kendala ruang dan waktu pembelajar yang belum memahami materi dapat mengulang materi tersebut di rumah sama persis dengan yang dibahas dalam kelompok.
3. Infirmasi pembelajar yang disajikan dengan media yang tepat akan memberikan kesan yang mendalam pada diri pembelajar.
4. Penggunaan media pembelajaran yang tepat akan dapat merangsang berbagai macam perkembangan kecerdasan.
5. Dapat menyeragamkan materi pembelajaran dan mengurangi resiko kesalahan konsep.

Macam-macam Audio Visual

di 20.04 0 komentar

             Seperti yang telah terangkan di pendahuluan, yaitu menekankan pada klasifikasi bentuk media sudio visual dan manfaat dari masing-masing klasifikasi media audio visual tersebut.
1. Film Gerak Bersuara
Film adalah alat yang ampuh untuk menyampaikan suatu maksud kepada masyarakat dan juga anak yang lebih banyak menggunakan aspek emosinya di banding aspek rasionalitasnya. Besarnya kegunaan media ini dapat pula dirasakan dalam dunia pendidikan. Munadi menekankan bahwa melalui media yang terlibat, dia menyimpulkan bahwa film adalah alat komonikasi yang dapat membantu proses pembelajaran efektif. Karena apa yang terpandang mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat dan lebih mudah di ingat dari pada apa yang dapat dibaca saja atau hanya di dengar saja.
2. Vidio
Vidio maupun media film memiliki banyak kemiripan dalam segi karakteristiknya dan kelemahannya. Yakni mengatasi keterbatasan jarak dan waktu dan sangat kuat mempengaruhi emosi seseorang. Kelemahannya adalah sama-sama menekankan pentingnya materi dari prses pengembangan materi tersebut.
Dalam upaya pemanfaatan vidio dalam proses pembelajaran, hendaknya kita memperhatikan beberapa hal berikut :
a. Program vidio harus dipilih sesuai dengan tujuan pembelajaran. Salah satu contohnya adalah apakah media vidio untuk tujuan kognitif dapat diguakan untuk hal-hal yang menyangkut kemampuan mengenal kembali dan memberikan rangsangan berupa gerak yang serasi.
b. Guru harus mengenal program vidio yang ada dan memahami manfaatnya bagi pelajaran.
c. Sesudah program vidio di putar, harus diadakan diskusi agar siswa memahami bagaimana mencari pemecahan masalah dan menjawab pertanyaan.
d. Perlu diadakan tes agar mampu mengukur berapa banyak informasi yang mereka tangkap dari program vidio tersebut
3. Televisi
Televisi adalah media yang berupa sebagai gambar hidup dan juga sebagai radio yang dapat dilihat dan di dengar secara bersama. Selain itu, televisi juga dapat memberikan kejadian-kejadian yang sebenarnya pada saat suatu peristiwa terjadi dengan disertai dengan komentar dari penyiarnya.
4. Media Televisi Terbuka
Media televisi terbuka adalah media audio visual gerak yang penyampaian pesannya melalui pancaran gelombang elektromagnitik dari satu stasiun, kemudian pesan tadi diterima oleh pemirsa melalui pesawat televisi.
5. Media Televisi Siaran Terbatas (TVST)
TVST atau CCTV adalah media audiovisual gerak yang penyampaian pesannya didistribusikan melalui kabel (bukan TV kabel). Dengan perkata lain, kamera televisi mengambil suatu objek di studio, misalnya guru yang sedang mengajar, kemudian hasil pengambilan tadi didistribusikan melalui kabel-kabel ke pesawat televisi yang ada di ruangan-ruangan kelas.
Kelebihan televisi siaran terbatas ini dibandingkan dengan televisi terbuka diantaranya adalah komunikasi dapat dilakukan secara dua arah (hubungan antara studio dan kelas dilakukan melalui intercom), kebutuhan pembelajaran dapat lebih diperhatikan dan terkontrol. Sedangkan kelemahanny adalah jangkauannya ralatif terbatas.
6. Multimedia
Pembelajaran dengan menggunakan multimedia untuk meningkatkan prestasi belajar pembelajar, namun bukan berarti dalam prakteknya tidak ada hambatan. Hambatan utama adalah disebabkan adanya kesalahan konsep yang terjasi ketika kelompok ahli menerangkan kembali ke kelompok asal. Kesalahan terutama terjadi pada materi pembelajaran yang bersifat abstrak.
Disamping itu, waktu yang diperlukan untuk proses pembelajaran menjadi relatif lebih lama. Seringkali waktu pembelajaran habis sebelum cakupan materi terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu diperlukan suatu alternatif untuk menyempurnakan pendekatan pembelajaran ini. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan multimedia pembelajaran, CD interaktif yang berisikan materi-materi pembelejaran dianggap cukup memadai untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul pada proses pembelajaran.

Bentuk-Bentuk Program Audio

di 15.35 0 komentar
  • Program wicara
Program ini paling tua dan sederhana. Berbeda dengan kuliah atau pidato, pendengar tidak harus diam mendengarkan atau melihat gerak gerik pembicaranya. Intinya adalah pada kata-kata yang akrab, dengan bahasa yang digunakan sehari-hari. Program ini berisi suatu pembicaraan yang bersahabat tentang suatu topic tertentu, dan kepribadian pembicara sangat menentukan. Pribadi yang membosankan, jarang menarik minat pendengar untuk mengikuti, walaupun topic pembicaraan yang sebenarnya penting.
  • Wawancara.
Salah satu variasi program wicara adalah wawancara. Pada hakekatnya wawancara adalah suatu pembicaraan yang berpangkal dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh seorang pewawancara atau lebih kepada seseorang atau lebih untuk memperoleh informasi.
    Ada 2 jenis wawancara, yaitu:
 Wawancara informasi, yang mengemukakan fakta-fakta informasi yang berlangsung dalam waktu yang wajar.
Wawancara pribadi, dimaksudkan untuk mengenal pribadi seseorang yang penting, menarik, berprestasi dan sebagainya; untuk dikemukakan ide-idenya, kehidupannya sehari-hari, pengalamannya, prestasinya, karakter atau potret dari seorang yang ditokohkan.
  • Diskusi
Program ini merupakan program yang memungkinkan pertukaran ide yang mungkin penting dan berhubungan dengan pendengar secara individual maupun kelompok.  Diskusi dapat berjalan serius dapat juga ringan, tetapi semua bertujuan agar para pendengar berpikir.
  • Bulletin
Bulletin berita merupakan suatu berita kilat yang biasanya disiarkan sesudah Koran sore telah sampai pasaran. Tetapi sekarang banyak sekali berita penting dan rangkaian berita disampaikan berjam-jam oleh stasiun radio.
  • Warta berita.
Warta berita merupakan suatu bentuk siaran berita yang berisi sejumah kesaksian mata, ringkasanpidato, laporan kejadian, komentar, pembicaraan pendek dan wawancara yang sedikit banyak sama dengan Koran, termasuk gambar-gambar dan artikel. Program ini mahal karena memerlukan staf yang besar, komunikasi dengan stasiun luar negeri, dan fasilitas teknis yang lain kalau akan dibuat secara professional.
    Sebuah pidato oleh seorang tokoh yang dilaporkan dalam berita, dapat dimasukkan dalam suatu ringkasan 20-30 detik ilustrasi pribadi sang tokoh. Berita reportasi olahraga misalnya pertandingan sepak bola, dapat diakhiri teriakan penonton dengan komentator pada saat gol dicetak.
  • Program dokumenter
Berisi berita mengenai peristiwa yang sesungguhnya terjadi. Lama program sekitar 15-60 menit dan panjang skenarionya tergantung ukuran subjek dan cara pengungkapan.
Program feature dan majalah udara.
Kedua program tersebut memiliki banyak kesamaan. Perbedaan yang pokok ialah bahwa program majalah udara mempunyai dua tema atau lebih dalam satu acara.  Program feature biasanya terbatas pada satu tema dalam satu waktu/ acara yang digunakan untuk membahas tema tersebut.
  • Drama Audio
Drama audio merupakan sandiwara yang mengandung masalah atau konflik kejiwaan. Drama audio bersifat ganda, selain terikat pada kaidah drama, juga harus sesuai untuk media audio (radio). Penulis drama audio adalah seorang komunikator, penyalur nilai-nilai, ide-ide atau gagasan-gagasan,
Penulis drama audio adalah seorang kominikator, penyalur ide-ide,  atau gagasan-gagasan.

Pemilihan Untuk Multimedia

di 15.33 0 komentar
          Untuk pemilihan multimedia, satu hal yang perlu diingat bahwa multimedia, pembelajar hanya dapat menggunakan media secara interaktif. Oleh karena itu, beberapa aspek berikut ini perlu dipertimbangkan (Duffy, dkk, 2003)
Kesesuaian dengan kurikulum. Semua komponen dri media yang dipilih, relevan dan menunjang konsep-konsep kunnci kurikulum dan pencapaian tujuan secara signifikan.
Interaksi pebelajar.  Multimedia yang dipilih, memberi kesempatan yang luas kepada para pebelajar untuk interaksi dan memberi motivasi  yang signifikan.
Mendukung materi pembelajaran. Media yang dipilih menambahkan kualitas materi pembelajaran secara luas, mudah digunakan, dan merupakan kunci untuk pencapaian tujuan pembelajaran.
Mudah dimanfaatkan. Semua produk multimedia yang digunakan mudah pemanfaatannya dan memberikan kejelasan kepada pebelajar tentang materi yang dipelajari.
Kualitas teknis. Cara kerja media tidak mengandung konflik, atau masalah-masalah teknis, dan mudah dipasang dan diperbaiki.


Penggunaan multimedia.
  • Kapan multimedia digunakan?
            Mengilustrasikan bagaimana mekanisme sesuau itu bekerja, sering yang ditampilkan adalah subjek abstrak yang memerlukan penjelasan proses bagaimana sesuatu itu bekerja.Mengklarifikasi atau menekankan konsep-konsep abstrak yang kompleks sering sukar diingat oleh pebelajar. Media grafis sering menyajikan ingatan pada pebelajar yang berusaha memperoleh pemahaman tentang konsep yang benar. Misalnya, sejarah seorang guru besar yang berkaitan dengan perang sipil di Spanyol.

27 Desember 2011

Resensi Buku 2

di 17.50 0 komentar


Judul Buku           : Media Pengajaran
Penulis
                 : Dr. Nana Sudjana, Drs. Ahmad Rivai
Penerbit
                : Sinar Baru Algesindo Offset, Bandung
Tahun Terbit        : April, 2009
Tebal Buku       
  : 217hlm.

          Kemajuan suatu Negara salah satu unsur yang menopang adalah pendidikan. Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa, cerdas secara jasmani dan rohani. Bukan hanya intelektual tapi cerdas emosional dan spiritual yang membawa hidupnya pada kebaikan. Upaya untuk meningkatkan pendidikan menjadi tugas dan tanggung jawab guru, yang membina serta menanamkan nilai pada anak ketika di Sekolah. Agar apa yang disampaikan guru itu efektif, tentu butuh kiat-kiat dan variasi agar pembelajaran tidak membosankan.
Salah satu kiat adalah menggunakan media/ sarana yang memudahkan serta menyenangkan dalam belajar. Buku ini memuat berbagai penjelasan tentang media pengajaran seperti grafis, gambar fotografi, audiovisual, media proyeksi, audio dan lain-lain.
          Memang dalam buku ini tidak ada pengkhususan untuk mata pelajaran tertentu, alangkah lebih baiknya jika dicontohkan secara gamblang bagaimana pemanfaatan untuk 1 mata pelajaran. Juga sajian buku yang menggunakan kertas buram, menimbulkan kesan lusuh/tua sehingga “agak” mengurangi semangat membaca.
          Tapi diluar itu semua, buku ini lengkap membahas apa yang guru perlu ketahui untuk pembuatan media yang baik. Juga buku ini cocok bagi mahasiswa, guru, dosen serta siapapun yang ingin menguasai media pengajaran dengan baik.
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review