4 Oktober 2015

Barokallah Heri dan Ais

di 00.49 1 komentar
Heri.. teman kuliah yang baik hatinya. Siap bertukar tesis, hunting referensi kemanapun ayo aja
Heri... teman main yang berujung seru, yang selalu meng'oke'kan apapun rencana tak masuk akal
Heri.... teman ngerumpi, saat tak tahu apa yang harus dibuat, saat jengah berurusan dengan birokrasi yang sulit
Heri... satu-satunya temen yang tak pernah bilang "ENGGAK"
Heri..... yang naik motornya kenceng banget itu hingga suatu kali janjian di sambisari dia sampai di candi sari.
Heri.. yang saat sidang munaqosyah saya, satu-satunya yang nungguin mulai awal hingga sidang usai
Heri... yang bahkan saya tak sempat 'balas' menunggui saat dia sidang padahal dia selalu ada buat saya
Heri.... yang dikira TP, suka tebar pesona karena banyak senyumnya. Entah mengapa memang itu sifat asli seorang heri yang ramahnya tulus bukan tebar pesona
Heri... yang punya ide cemerlang termasuk saat tesis saya buntu mau dibawa kemana
Heri... yang ngiketin dus buku saya di motor, saat saya GR dikira ikhwan motor sebelah yg mau ngiketin.
Heri.. yang selalu komit dengan kata-katanya. Hingga impian Kalibiru pun tecapai
Heri.. yang sering menghabiskan waktu di ruang tamu saya yang berujung di ruang makan.. Hahaa
Heri.. yang tau bagaimana cara mengambil rambutan dengan tangga dan mendempetnya di pralon -_-
Heri...yang punya banyak siasat, yang sering telepon berjam-jam penuh nasihat, entah berapa pulsa dia sikat.
Heri..yang rajin banget ke perpus, walau sekedar facebookan lalu berakhir ngbrol cekikikan.
Entah mengapa saya suka namanmu ganti cahyani ketimbang heri, saat bertiga bersama atin. 
Heri...suka galau trus telpon saya, lalu atin, bergantian walau disaat yang sama saya dan atin berdampingan.
Heri..yang selalu terbuka, hingga hubungan pribadipun tanya aja. Ruang tamu pak RT jadi saksi kita. haha
Heri... yang tiap ke Jogja selalu bawa kopi dan kripik pisang lampung yang enak itu

hanya mau bilang besok heri nikah, ini undangannya :D

 
Hore Heri Hikah.. Hore Heri Hikah Hore Heri Hikah..Hore Heri Hikah...Hore Heri Hikah.Horeeeee


Barokallahu laka wabaroka alaika wa jama'a bainakuma fi khoir

semoga pernikahan ini penuh barokah untuk kedua mempelai dan lahir dari mereka penyejuk mata yang shalih shalihah. Amin..Amin Ya Robbal Alamin

Tanjungan, 4 Oktober 2015. 0.48 WIB


 

3 Oktober 2015

Edaran Kemenang 2015 mengenai PUPNS

di 00.44 0 komentar
          PNS lagi punya gawe, kali berhubungan dengan pendataan ulang pns atau dikenal luas sebagai PUPNS. Pendataan ini serentak dilakukan seluruh PNS di Indonesia yang konon berjumlah 4 juta lebih. Banyak keluhan mengenai pengisian PUPNS ini terutama mengenai webnya yang sulit diakses. Tentu ini normal karena sibuknya server https://epupns.bkn.go.id/ ini. Walaupun sudah cari jam "selo" tengah malam menjelang pagi beginipun tetap susah diakses. Ya iyalah, perbedaan waktu WIB WITA dan WIT yang selang sejam menjadikan semua orang pun berlomba-lomba menyelesaikan hal ini. Jujur saya 'eneg' lihat tumpukan berkas dikamar, sebagai anak baik saya harus membantu kedua orang tua saya terutama hal-hal berbau IT (Padahal zaman sekarang semua tugas mereka di sekolah bersinggungan dengan IT) Tearrr..
         Bingung sendiri, saat malam menjelang pagi begini server agak lumayan tapi kan orang tua yang ngerti isiannya pada istirahat. Pas mereka seger pulang kerja eh severnya ngadat bahkan login pun tak bisa. Belum lagi dirumitkan membaca dokumen-dokumen era 70an yang mirip kitab kuno, harus ekstra pelan buka satu persatu dan buka mata lebar-lebar untuk membaca tulisan yang hampir hilang itu. Fiuhh.. benar-benar deh ini pemerintah
           Dulu sudah pernah juga ngisiin PADAMU, entah mengapa website itu kini apa kabar. PUPNS inilah yang mengisi hari-hari saya yang merana dibikin mumet dan batuk-batuk, kesel nunggu loading sampai kadang tak sadar ikut muter-muter mengikuti alunan lingkaran merah.
Yang punya sih tiap harinya cuma bisa ngecek, "Gimana? PUPNSku udah kan?". Dengan memble, kusut masai dan setengah bangun dari kasur cuma bilang progres hari ini bla-bla... Alhamdulillah semaleman bisa login aja dah haru...
          Entah saya yang kudet ato internet yang lelet yah, ini lebih berat dari rebutan ngisi KRS buat milih dosen favorit zaman S1. Ah, Dear me!!!!. Tapi gak bisa begitu karena 'gawe' ini ada deadlinenya. Sebelum mengisi perlu disiapkan beberapa data berikut, kalo perlu print format pupns, isi manual biar enak karena kendala adalah di koneksi internet. 

Daftar kelengkapan pupns

Panduan pengisiannya bisa di donlot sini, saya gak lihat panduan malah nyasar gak ngisi riwayat keluarga dll. Sesuaikan dengan instansi. Bisa jadi tiap instansi punya aturan khusus yang tak bisa digeneralisr. Berikut edaran dari kementrian agama

surat edaran kemenag (copyright)

surat edaran kemenag (copyright)
Agak ngeri baca sanksinya yah, tapi yaudahlah orang bawah mah apa atuh. Harus sendiko dawuh walaupun sebenarnya rada jengkel juga, kan kasihan bapak ibu kita yang gak melek IT. Tapi ada hikmahnya juga sih, dengan ngisi begini jadi tahu puluhan tahun orang tua berusaha mencari nafkah dengan cara yang tak mudah. Jadi merasa kurang bakti dan punya azzam akan menjadi anak baik untuk anak-anak saya kelak, ciyeh kemana-mana.
Semoga ujian kesabaran ini menjadikan rezeki yang diterima para PNS termasuk Ibu Bapak saya dalam tiap cucur keringatnya mendapat keberkahan dan berkah pula untuk keluarganya.
Paling penting adalah sediakan camilan dan kopi hangat, modal buat lembur yang ternyata berujung lelet. 
Puwaling penting lagi adalah baca bismillah setiap tekan enter yah, biar tambah barokah lagi gaes...
Syelamat ber pupns ria.....

PS. ditulis sambil muter-muter ikut loading ---____---
                                                                              Tanjungan, 2 Oktober 2015. 0.40 WIB

17 September 2015

Tips Sholat Khusyu Ala Syaikh Ali Jabeer

di 20.53 0 komentar
Alangkah irinya saat membaca shiroh sahabat ketika ada sahabat yang harus amputasi kaki maka bukan obat bius yang ia minta melainkan minta waktu untuk sholat sebelum kakinya diamputasi. Sholat menjadi amalan pertama yang ditanyakan sebagai pembuka bagi kelancaran atas pertanyaan setelahnya. Sholat adalah kunci meminta pertolongan Allah SWT selain sabar. Sholat adalah waktu curhat seorang hamba dengan RabbNya yang berujung solusi tanpa sangsi. Sholat adalah parameter ketakwaan dan saat untuk mensyukuri semua nikmat dengan waktu sekitar 30 menit dalam 24 jam.
Sholat khusyu amatlah sulit bila kita menggunakan Rasul dan para sahabat yang mulia sebagai bandingan. Apalah kita, hamba dhaif yang terlalu disibukkan dengan urusan dunia. Khusyu total dalam seluruh rakaat sholat memanglah mustahil, bisa saja rakaat pertama fokus namun mulai ngelamun dirakaat selanjutnnya. Khusyu ialah menghadirkan hati, kembali saat pikiran mulai melayang. Ingatlah bahwa kita sedang sholat, buyarkan lamunan dan fokus pada sholat saja. Maka cobalah untuk merenovasi ulang aktifitas sholat yang kita lakukan agar sholat menjadi asik dan menyenangkan. Beberapa tips dari Syekh Ali Jabeer berikut ini.
  1. Bersihkan pakaian, tempat sholat. Pakai baju terbaik dan harum-haruman
  2. Variasi bacaan sholat, jangan hanya annas-al ikhlas. Urutkan mulai juz 1 hingga akhir. Tak mengapa hanya membaca 1 ayat saja per rokaat. Boleh juga membuka Al Qur'an saat hafalan belum begitu lancar.
  3. Keraskan sedikit bacaan agar terdengar oleh telinga kita. Ucapkan dengan mulut dan jangan dibatin
  4. Bayangkan arti dari setiap apa yang dibaca, belajar sedikit-sedikit dengan membuka tarjamah.
  5. Rasakan senangnya takbiratul ihram seakan-akan Allah melihat kita saat kita tak mampu melihat Allah (Ihsan). Keraskan takbir dan sempurnakan gerakan (tuma'ninah)
Semoga Allah SWT masukan kita dalam golongan hamba-hambaNya yang taat. Amin

14 September 2015

Amalan 10 Hari Awal Bulan Dzulhijjah

di 20.29 0 komentar
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan Haram dimana terdapat beribu kebaikan dan keutamaan yang sayang untuk dilewatkan.
bermula dari teman yang tanya mengenai puasa bulan dzulhijjah maka sekalian saja bikin postingan tentang amalan bulan dzulhijjah

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ : وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ.
“Tidak ada hari-hari yang pada waktu itu amal shaleh lebih dicintai oleh Allah melebihi sepuluh hari pertama (di bulan Dzulhijjah).” Para sahabat radhiyallahu ‘anhum bertanya, “Wahai Rasulullah, juga (melebihi keutamaan) jihad di jalan Allah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Ya, melebihi) jihad di jalan Allah, kecuali seorang yang keluar (berjihad di jalan Allah) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikitpun.”[1]
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan beramal shaleh pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Oleh karena itu, Imam an-Nawawi dalam kitab beliau Riyadhush Shalihin[2] mencantumkan hadits ini pada bab: Keutamaan ibadah puasa dan (ibadah-ibadah) lainnya pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.
Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:
Allah melebihkan keutamaan zaman/waktu tertentu di atas zaman/waktu lainnya, dan Dia mensyariatkan padanya ibadah dan amal shaleh untuk mendekatkan diri kepada-Nya[3].Karena besarnya keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini, Allah Ta’ala sampai bersumpah dengannya dalam firman-Nya: وَلَيَالٍ عَشْرٍ “Dan demi malam yang sepuluh.” (Qs. al-Fajr: 2). Yaitu: sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah, menurut pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Katsir dan Ibnu Rajab[4], [serta menjadi pendapat mayoritas ulama].Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata, “Tampaknya sebab yang menjadikan istimewanya sepuluh hari (pertama) Dzulhijjah adalah karena padanya terkumpul ibadah-ibadah induk (besar), yaitu: shalat, puasa, sedekah dan haji, yang (semua) ini tidak terdapat pada hari-hari yang lain.”[5]Amal shaleh dalam hadits ini bersifat umum, termasuk shalat, sedekah, puasa, berzikir, membaca al-Qur’an, berbuat baik kepada orang tua dan sebagainya.[6]Termasuk amal shaleh yang paling dianjurkan pada waktu ini adalah berpuasa pada hari ‘Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah)[7], bagi yang tidak sedang melakukan ibadah haji[8], karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang puasa pada hari ‘arafah, beliau bersabda, أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ “Aku berharap kepada Allah puasa ini menggugurkan (dosa-dosa) di tahun yang lalu dan tahun berikutnya.”[9]Khusus untuk puasa, ada larangan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukannya pada tanggal 10 Dzulhijjah[10], maka ini termasuk pengecualian.Dalam hadits ini juga terdapat dalil yang menunjukkan bahwa berjihad di jalan Allah Ta’ala adalah termasuk amal yang paling utama[11].
***
Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, Lc.MA
Artikel www.muslim.or.id
[1] HSR al-Bukhari (no. 926), Abu Dawud (no. 2438), at-Tirmidzi (no. 757) dan Ibnu Majah (no. 1727), dan ini lafazh Abu Dawud. [2] 2/382- Bahjatun Naazhirin. [3] Lihat keterangan Imam Ibnu Rajab al-Hambali dalam kitab Latha-iful Ma’aarif (hal. 19-20). [4] Lihat Tafsir Ibnu Katsir (4/651) dan Latha-iful Ma’aarif (hal. 20). [5] Fathul Baari (2/460). [6] Lihat keterangan Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam Syarhu Riyadhis Shalihin (3/411). [7] Lihat keterangan Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam as-Syarhul Mumti’ (3/102). [8] Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak puasa pada hari itu ketika melakukan ibadah haji, sebagaimana dalam HSR al-Bukhari (no. 1887) dan Muslim (no. 123). Lihat kitab Zaadul Ma’ad (2/73). [9] HSR Muslim (no. 1162). [10] Sebagaimana dalam HSR al-Bukhari (no. 1889) dan Muslim (no. 1137). [11] Lihat Syarhu Riyadhis Shalihin (3/411).

   Rincian Amalan di Awal Dzulhijjah
Ini amalan-amalan yang bisa diamalkan oleh kaum muslimin yang tidak berhaji.
  1 - 9 Dzulhijjah
• Puasa sunnah awal Dzulhijjah.
• Perbanyak takbir mutlak, tidak dibatasi waktu dan tempat. Boleh saat di pasar, di jalan, di kendaraan, di rumah, diperintahkan untuk terus bertakbir seperti layaknya takbiran hari raya.
• Perbanyak amalan shalih seperti sedekah.
• Larangan potong rambut dan kuku dari awal Dzulhijjah sampai hewan qurban disembelih.
  9 Dzulhijjah
• Puasa Arafah.
• Perbanyak doa di hari Arafah karena sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.
  9 Dzulhijjah Ba'da Shubuh Hingga Waktu Ashar pada Hari Tasyriq yang Terakhir (13 Dzulhijjah)
• Perbanyak takbir muqayyad, yaitu setelah shalat lima waktu maupun shalat sunnah. Baiknya tetap mendahululan dzikir setelah shalat kemudian perbanyak takbir.
* Wanita diperintahkan melirihkan suara, sedangkan laki-laki mengeraskan suara takbir.
  10 Dzulhijjah
• Shalat Idul Adha
• Penyembelihan qurban
• Tidak boleh puasa
  Hari-Hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah)
• Penyembelihan qurban
• Tidak boleh puasa
• Perbanyak doa sapu jagad: Rabbana aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar.
▶ 1 Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada tanggal 15 September 2015 berdasarkan kalender pemerintah RI.
Wallahu waliyyut taufiq, hanya Allah yang beri taufik dan kemudahan untuk mengamalkan amalan shalih di atas.
Bagaimana Jika Indonesia Berbeda dengan Arab Saudi dalam Idul Adha? Ini bahasan ilmiahnya: http://goo.gl/wd6Bon
📚 Catatan kecil: Muhammad Abduh Tuasikal • Rumaysho.Com • Twitter @RumayshoCom • Instagram RumayshoCom • Pesantren DarushSholihin.Com

Kemudian ada yang bertanya, lalu yang benar puasa tanggal 1 sampai 9 atau hanya 9 saja? 
dengan mengutip banyak hadis disimpulkan bahwa hal tersebut khilafiyah. Ibnul Qayim Jauziyah dalam kaidahnya berkata :  الخروج من الاختلاف الاولى 
artinya: Keluar dari ikhtilaf lebih utama. Maksudnya, berkaitan dengan puasa 1-9 dzulhijah banyak perbedaan pendapat lebih baik dihindari karena puasa ini sunnah dan termasuk hal furu (cabang). Namun tidak ada ikhtilaf mengenai puasa senin-kamis, daud, bayar hutang romadhon, nazar dll karena yang utama dibulan dzulhijjah ini adalah mengisinya dengan ibadah sebagaimana bulan romadhon seperti penjelasan ustadz diatas. Wallahu a'lam

22 Juni 2015

Telat nikah Vs S3

di 00.00 0 komentar
Alhamdulillah kini sudah lulus tingkat magister Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Mendengar gelar yang disandang pastinya berat plus tanggung jawab secara keilmuan juga gak remeh temeh.  

Menghadiri pernikahan teman beberapa kakak kelas yang datang sambil menggandeng anaknya selalu berbisik, "Makanya sekolah jangan tinggi-tinggi, tar pada takut loh mau ngelamar". Trus hari H acara ketemu guruku dulu pun begitu, "Wes to, jangan lanjut S3 dulu pikirin nikah dulu". Kemarin pas main juga sapaannya gitu, "Kamu sih sekolah terus, laki-laki takut lah ngelamarnya". Masih banyak lagi sapaan teman-teman tiap kali ketemu.

Saat pelepasan wisuda, ada seorang dosen yang berkata, "Saya merasa tidak mendapat apa-apa di kampus, ketika S1 masih gamblang mau apa lalu saya lanjutkan S2, setelah S2 pun bingung mau ke luar negri nilai TOEFL ngepres plus saingan yang tak terkalahkan. Akhirnya karena bingung dan merasa belum paham apa yang saya dalami di S2 saya lanjutkan S3. 

Pesan ini sangat berkesan pada saya pribadi, tapi betul loh begitu lulus seakan 'bingung' ilmu. Banyak sekali yang disampaikan tapi seakan kita tak tahu apa-apa, dan semakin bingung maka harus mengejar tingkat diatasnya.

Sapaan teman-teman sejenak bikin emosi naik juga tapi apa gunanya, lalu coba saya alihkan jadi motivasi untuk melanjutkan S3 walaupun masih terseok-seok banget. Memang sesuatu yang besar tak bisa diraih dengan instan. Bulan juni tgl 24 ini penutupan pendaftaran, tapi saya proposal, rekomendasi pun belum ada. Memang pengen menunda sebentar sambil menyiapkan beberapa hal.

Mendengar S3 saya juga merinding, terlalu jauh dan sangat tinggi sedang kapasitas saya apalah. Mereka yang S3 biasanya yang punya jam terbang tinggi, jurnal dan paper bertebaran hingga internasional dan pajangan buku di toko-toko. Paradigma itu sih dulu, sekarang banyak loh yang muda-muda freshgraduete udah ambil kuliah S3. Tapi prinsip, 
"Jika ada manusia yang bisa berarti kita pun bisa".
Entah pendidikan tersebut untuk bekerja atau sebagai Full time mother di rumah, namanya menuntut ilmu itu wajib. Ilmu akademik menurut saya menjadi wajib ketika seseorang mampu meraihnya, mampu dalam artian a) biaya b) mampu berfikir. Disayangkan sekali jika hidup yang sekali ini tak sempat mencicipi ilmu tingkat akhir tersebut. Sekali lagi pliiis deh jangan kait-kaitkan jodoh dengan mencari ilmu, ga ada relevansi sama sekali. Mo di kompromikan juga dua teks itu ga ketemu. Jodoh= nikah, lahir, meninggal, rezeki semua takdir Allah yang tentukan. Menuntut ilmu adalah kewajiban tiap orang (fardhu ain) yang tidak seorang pun punya hak melarang orang mencari ilmu.   
Allah Ta'ala berfirman :   يَرْفَعِ  اللَّهُ الَّذِينَ  آمَنُوا مِنْكُمْ  وَ  الَّذِينَ  أُوتُوا الْعِلْمَ  دَرَج"Alloh mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian serta orang-orang yang menuntut ilmu beberapa derajat (Al Mujadaah: 11)
Hati-hati lo, Allah perintahkan kita cari ilmu, mosok ada manusia yang berani melarang. Bahkan menjudge jodoh seseorang karena ilmu padahal itu perintah Allah dan jodoh itu takdir. Semoga jadi pencerahan dan semoga dimudahkan Allah SWT, mohon doa dari pembaca sekalian saya bisa lanjut S3 dan berguna bagi nusa, bangsa, agama dan segera menikah #eh. 
Abaikan tiap celaan, cibiran dan balik jadi pengungkit semangat.
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review