17 Oktober 2013

Refleksi 7 tahun di asrama kehidupan

di 20.05 0 komentar

*Tulisan ini refleksi hidup di asrama selama 7 tahun
Alhamdulillah wa syukurillah, cerita sedikit tentang asrama dulu. Taruna Al Qur-an namanya.
Hidup jadi santri selama 7 tahun tak terbayangkan, sempat merasa terpuruk di tahun-tahun awal. Merasa rindu dengan orang tua (karena saya jarang bertemu orang tua, kerja PP ke Poso, Sulawesi).

Tahun Pertama....
Sangat berat, semua harus dilakukan sendiri mulai dari bangun hingga tidur kembali. Nyuci-makan-mandi-belajar- dan ini adalah adaptasi yang berat untuk anak rumahan seperti saya.
Syok luar biasa menemukan kondisi yang serba antri, entah mau makan-mandi-nyuci-njemur-antri koperasi- dsb. Serba tertib, telat bangun maka tak dapat kamar mandi--alamat telat kemasjid dan dihukum..telat makan artinya tidak makan hingga waktu makan berikutnya..telat antri mandi--maka seharian tidak mandi. Stres karena penggosoban (minjam  tanpa izin), betapa repotnya saya dulu semua barang harus dikunci dalam lemari dan bawa kunci kemana-mana, kalau tidak begitu maka raib barang-barang saya, sendal harus diumpet-kan sedemikian rupa jika masih ingin menggunakan sandal itu. Piket masak yang bergilir, dan masih pakai tungku, wajan. Kayu harus membelah sendiri, menjemur serta menjaga bila sewaktu-waktu hujan berlari menyelamatkan kayu. Masak dimulai dengan membersihkan sayur yang berikat-ikat, mengulek bumbu dalam porsi besar dan jika air mati maka "ngangsu" jadi agenda wajib. Setelah matang dan bersiap tidur maka akan ada ritual "bagi intip" yang jadi makan siang kami untuk pengganjal perut esok pagi.
Menyetrika dengan bara, ini juga berat banget dan bikin nangis tiap hari.

15 Oktober 2013

Belajar dari Ibrahim AS

di 20.40 0 komentar

Allahu Akbar Allahu Akbar..La Ilaha Illallahu Allahu akbar, Allahu Akbar walillahil hamdu
Luhurnya akhlak Ibrahim pesona tersensendiri. Pantaslah ia jadi "bapaknya para Nabi"
sosok penuh Rahmat yang Allah turunkan, ibrah untuk kita semua
kisah Ibrahim tentu kita tidak asing lagi
beberapa point penting :

  • Sejak kecil ia hidup ditengah keluarga yang politeis, tentu sangat riskan dan kecil kemungkinan bila ia tak sepaham dengan orang tuanya. tapi tidak dengan Ibrahim kecil, sinyal Tauhid ia tangkap lewat indrawi. Bagaiman melihat, bintang--bulan--matahari yang pada akhirnya ia sangsikan bahwa dibalik semua ini ada Tuhan yang paling Agung. Intuisi Ibrahim kecil bekerja dengan sempurna
  • Dimasa mudanya, ia ditentang oleh Namrrud, Raja lalim yang kemudian menghukum Ibrahim dengan membakarnya di api yang sangat panas. Tapi dengan perlindungan Allah api menjadi dingin (QS Al-Anbiyaa [21]: 69)
  • Ketika Ismail kecil lahir, Allah perintahkan untuk hijrah ke Bakkah (Makkah) dimana saat itu padang yang tandus lagi gersang. merespon dengan keimanan tanpa ragu ia meninggalkan anak-istrinya bukan karena tega. Justru cinta yang jadi alasan. Hingga kini syariat Haji tetap lestari
  • Setelah lama menikah, tak jua diberkahi putra. Maka kemudian dia sempat berkata kurang lebihnya "Aku sanggup bersedekah dengan harta sebanyak apapun termasuk jika aku punya anak akan ku sembelih ia jika Allah yang memerintah). Hingga akhirnya syariat kurban pun tetap lestari hingga kini
Ibrahim menanggapi semua hal dalam hidupnya dengan SABAR, dan menjalani tiap step hidupnya dengan ketulususan. Inilah makna qurban yang hakiki, bukan sebatas mengenang penyembelihan Ismail. Tapi meneladani akhlak bapak-anak-Ibu..potret satunya keluarga dalam bingkai Iman yang Hanif.


14 Oktober 2013

Prof.Nasarudin Umar

di 23.06 0 komentar
Gambar dr google
(prof Nasarudin Umar)
Alhamdulillah, hari rabu 9 okt 13 ada kesempatan ikut bedah buku yang ada pak WAMENnya. Subhanallah apa yang disampaikan begitu mempesona, Beliau sangat sibuk, namun pembahasan Biografi sangat ia sukai "Itulah yang membawa orang pada kesuksesan", dengan itu beliau merasa penting untuk hadir ditengah padatnya jadwal.
beberapa catatan :
  • Ciri calon orang besar adalah suka membaca biografi orang lain, tidak sekedar baca tapi benar-benar menghayati perjuangan tokoh tersebut. Kelemahan ilmu saat ini karena mahasiswa tidak tertarik membaca biografi padahal biografi memberi spirit luar biasa terhadap kita.
  • Buku biografi paling lengkap yang disukai beliau "Jami' karimatul auliya', biografi paling lengkap.
  • Mengapa "Character Building" nonsense diterapkan di Indonesia? karena tidak meniru ulama terdahulu. Imam Syafi'i misalnya tidak pernah tidur lebih dari 2 jam, "pernah dia diintip oleh orang yang ingin membuktikan mengapa ia cerdas, ternyata tidur jam 8 bangun jam 10 mlm. Lalu apa yang ia lakukan, ternyata tafakur, berdoa, munajat mengumpulkan hikmah dimalam hari lalu siangnya menuliskan semuanya. Subhanallah. Mengapa malam? karena malam adalah saat dimana munculnya spiritual, ayat qur'an pun mengatakan bahwa "bacaan pada malam hari lebih kuat". Tidak ada satu sekolah pun yang melakukan ini, padahal penting sekali untuk bertafakur malam hari.
  • mengapa ada orang yang perkaatannya enak, walaupun sederhana? jawabannya karena yang berbicara bukan dia, tapi tuntunan Allah

  1. Yang bicara aku maka kata2 indah itu sulit menembus hati
  2. Aku sebagai "fasilisator Ilahi" maka apapun perkataannya sangat enak, mudah dan masuk kesanubari.
Melihat orang-orang sekaliber Ust. Nasarudin Umar, Ust.Wijayanto, dan para dosen yang kapabel. Saya jadi sadar dan iriii luar biasa. Menyesal tidak menggunakan dan memaksimalkan waktu yang ada. masih sangat banyak hal yang belum saya kuasai, dan kini tak ada lagi waktu menunda. Semakin sadar bahwa saya harus bisa menguasai bahasa arab, Qur'an, Kitab2 intinya mendalami Islam yang tak asal ikut-ikut orang.
Pesan Bpk. Nasarudin: Orang Islam apalagi IAIN/UIN  itu jangan sampai ikut-ikut mengatakan "SEMUA AGAMA BENAR" kasian, orang intelektual koq tidak mantap dengan agamanya. bahkan beliau menambahkan ada seorang mahasiswanya yang pernah menganut semua agama 100% dan mengambil kesimpulan bahwa : HANYA ISLAM SATU-SATUNYA AGAMA YANG BENAR DAN DIRIDHOI DIMUKA BUMI INI.


Cerita dg sepupu di SPN Purwokerto "edisi liburan singkat

di 22.53 0 komentar
Sepupu saya datang beberapa waktu lalu, mrk sekolah di SPN Purwokerto tinggal sebulan lagi. Mumpung ada libur 4 hari pulanglah mereka ke jogja.
Tiap hari mereka cerita tentang "kerasnya" pendidikan yang dialami. Bagi ukuran militer tentu itu tidak seberapa bahkan normal. Namun, kami yang awam sempat "gedek2" dengar ceritanya.
Mulai dari awal masuk SPN yang harus belajar makan dalam hitungan 20 detik dan tidak boleh bersisa, makan wajib dengan garpu dan yang lebih menyiksa, mereka itu anak2 gorontalo (sulut) yang tak biasa
 makan manis (jawa) selalu yang dicari RICA/sambel. haha
Tiap hari mereka isi dengan latihan fisik, lari 15 km adalah hal biasa (saya dengernya aja mau pingsan, itu sih dari rumah--kampus saya -_-).
belum lagi push up rutin, dan disiplin tinggi di tiap kegiatan, tidur yang dibatasi
terutama jika PLB (Panggilan luar biasa), dalam kondisi apapun dalam 5 menit harus sdh dilapangan, bahkan saat sedang, maaf (BAB) harus segera lari menuju panggilan. Inilah arti Disiplin, mendarah daging

Pendidikan singkat yang hanya 5 bulan ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang, adek saya ketika ditanya
 "Koq mau sih ikut brimob gt? Ga kuliah aja yang cuma duduk manis.
Alasannya adalah "Ini pasti kak, 5 bulan saya langsung PNS dan tidak merepotkan orang tua. Dengan begini saya bisa bantu menyekolahkan adik2 saya, memberi uang sama orang tua tidak merepotkan, kalo kuliahkan 4 tahun hanya habiskan biaya trus belum tau mau jadi apa. Kalo ini pasti.
 Tidak apa2 latihan berat bahkan "nyaris" mati menurutku" Ya Allah..........
3 hari mereka dirumah memberi warna lain dalam hidupku, Kami terbiasa makan dengan cukup, tenang, setiap harinya. Tidak dengan mereka, rintangan yang setiap detik menghantui harus selalu "sigap" mereka hadapi. 
SYUKUR..itu kata yang sering lalai dan seakan semua "nikmat" yang ada ini tak berarti dan biasa2 saja. Anak-anak itu memang terlihat biasa saja, namun pesan yang mereka bawa membawa makna yang begitu dalam.
Bagaimana mereka menceritakan keluarga di kampung halaman yang serba "tidak punya", hidup susah, berat bahkan air mata mungkin kering jika menggambarkan cobaan yang mereka alami.
Modal nekat, itu yang menjadikan mereka jadi seperti sekarang ini. Jika berharap harta, mereka bukan anak orang terpandang yang punya banyak harta, mereka hanyalah sosok-sosok muda penuh semangat yang mengajari arti perjuangan yang sesungguhnya.
"Enak ya, disini saya belum ingin pulang" Kata temen sepupu saya
"Banyak hal dalam hidup yang tidak kita inginkan tapi harus dilalui nak" nasihat usang yang bisa saya sampaikan.
"Disini baru merasakan puas kak, terima kasih ya" katanya lagi
Air mata ini ingin meleleh mengingat betapa "biasa"nya saya dengan nikmat Allah yang begitu besar ini.
Banyak sekali cerita mereka, saya sendiri dibuat terpukau. Pendidikan keras memang membentuk karakter ynag baik, Saya pesimis melihat pendidikan sekarang yang katanya "humanis" tapi tak terbukti efektif membentuk karakter. Coba lihat orang-orang hasil pendidikan keras ini, jiwa mereka terbentuk sempurna, akhlaknya santun dan benar-benar DISIPLIN itu merasuk dalam dirinya.
"Mbak doakan ya,tinggal sebulan lagi ini tinggal dilepas di laut dan dihutan. semoga kami dilindungi
Sebelum pulang, mereka berurai air mata. 20-an tahun baru kali ini bertemu, banyak makna-ibrah-petuah yang mereka berikan.
Sukses ya adik-adikku, semoga usaha kalian berhasil dan selalu dilindungi ALLAH SWT.
Hikmah adalah harta orang muslim yang hilang, maka ambillah hikmah itu tanpa memandang siapa,dan apa.
Maka belajarlah tanpa apa


                                                                                                Kalasan, 14 Oktober 2013






8 Oktober 2013

Pamitan Haji 2 minggu lalu

di 06.13 0 komentar
Ustad Didik Purwodarsono

Alhamdulillah wa syukurillah
tadi siang diajak ibu (nganter) ketemennya yang pamitan haji

ada 5 pesan ustad,
manusia itu butuhnya :

  1. sehat
  2. selamat
  3. nikmat
  4. ...
  5. sukses akhirat
intinya jaga syukur, tidak sembarang orang yang diundang Allah naik haji. Untuk bisa berangkat saja bila mendaftar tahun ini maka 2028 baru berangkat.
Jangan berharap pada suami/istri, pokoknya fokus pada Allah

Syukur--syukur--syukur--

"Rabbi auzi'ni an asykuro ni'matakallati an'amta alayya wa ala wa lidayya wa an a'mala sholihan tardhohu wa adkhilni birohmatika fi 'ibadika assholihin"

*saya gak nangkap jelas semua, kepikiran blm dhuhur padahal menjelang ashar tadi slsainya... ya Allah irhamna..
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review