17 September 2015

Tips Sholat Khusyu Ala Syaikh Ali Jabeer

di 20.53
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Alangkah irinya saat membaca shiroh sahabat ketika ada sahabat yang harus amputasi kaki maka bukan obat bius yang ia minta melainkan minta waktu untuk sholat sebelum kakinya diamputasi. Sholat menjadi amalan pertama yang ditanyakan sebagai pembuka bagi kelancaran atas pertanyaan setelahnya. Sholat adalah kunci meminta pertolongan Allah SWT selain sabar. Sholat adalah waktu curhat seorang hamba dengan RabbNya yang berujung solusi tanpa sangsi. Sholat adalah parameter ketakwaan dan saat untuk mensyukuri semua nikmat dengan waktu sekitar 30 menit dalam 24 jam.
Sholat khusyu amatlah sulit bila kita menggunakan Rasul dan para sahabat yang mulia sebagai bandingan. Apalah kita, hamba dhaif yang terlalu disibukkan dengan urusan dunia. Khusyu total dalam seluruh rakaat sholat memanglah mustahil, bisa saja rakaat pertama fokus namun mulai ngelamun dirakaat selanjutnnya. Khusyu ialah menghadirkan hati, kembali saat pikiran mulai melayang. Ingatlah bahwa kita sedang sholat, buyarkan lamunan dan fokus pada sholat saja. Maka cobalah untuk merenovasi ulang aktifitas sholat yang kita lakukan agar sholat menjadi asik dan menyenangkan. Beberapa tips dari Syekh Ali Jabeer berikut ini.
  1. Bersihkan pakaian, tempat sholat. Pakai baju terbaik dan harum-haruman
  2. Variasi bacaan sholat, jangan hanya annas-al ikhlas. Urutkan mulai juz 1 hingga akhir. Tak mengapa hanya membaca 1 ayat saja per rokaat. Boleh juga membuka Al Qur'an saat hafalan belum begitu lancar.
  3. Keraskan sedikit bacaan agar terdengar oleh telinga kita. Ucapkan dengan mulut dan jangan dibatin
  4. Bayangkan arti dari setiap apa yang dibaca, belajar sedikit-sedikit dengan membuka tarjamah.
  5. Rasakan senangnya takbiratul ihram seakan-akan Allah melihat kita saat kita tak mampu melihat Allah (Ihsan). Keraskan takbir dan sempurnakan gerakan (tuma'ninah)
Semoga Allah SWT masukan kita dalam golongan hamba-hambaNya yang taat. Amin

14 September 2015

Amalan 10 Hari Awal Bulan Dzulhijjah

di 20.29
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan Haram dimana terdapat beribu kebaikan dan keutamaan yang sayang untuk dilewatkan.
bermula dari teman yang tanya mengenai puasa bulan dzulhijjah maka sekalian saja bikin postingan tentang amalan bulan dzulhijjah

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ : وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ.
“Tidak ada hari-hari yang pada waktu itu amal shaleh lebih dicintai oleh Allah melebihi sepuluh hari pertama (di bulan Dzulhijjah).” Para sahabat radhiyallahu ‘anhum bertanya, “Wahai Rasulullah, juga (melebihi keutamaan) jihad di jalan Allah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Ya, melebihi) jihad di jalan Allah, kecuali seorang yang keluar (berjihad di jalan Allah) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikitpun.”[1]
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan beramal shaleh pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Oleh karena itu, Imam an-Nawawi dalam kitab beliau Riyadhush Shalihin[2] mencantumkan hadits ini pada bab: Keutamaan ibadah puasa dan (ibadah-ibadah) lainnya pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.
Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:
Allah melebihkan keutamaan zaman/waktu tertentu di atas zaman/waktu lainnya, dan Dia mensyariatkan padanya ibadah dan amal shaleh untuk mendekatkan diri kepada-Nya[3].Karena besarnya keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini, Allah Ta’ala sampai bersumpah dengannya dalam firman-Nya: وَلَيَالٍ عَشْرٍ “Dan demi malam yang sepuluh.” (Qs. al-Fajr: 2). Yaitu: sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah, menurut pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Katsir dan Ibnu Rajab[4], [serta menjadi pendapat mayoritas ulama].Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata, “Tampaknya sebab yang menjadikan istimewanya sepuluh hari (pertama) Dzulhijjah adalah karena padanya terkumpul ibadah-ibadah induk (besar), yaitu: shalat, puasa, sedekah dan haji, yang (semua) ini tidak terdapat pada hari-hari yang lain.”[5]Amal shaleh dalam hadits ini bersifat umum, termasuk shalat, sedekah, puasa, berzikir, membaca al-Qur’an, berbuat baik kepada orang tua dan sebagainya.[6]Termasuk amal shaleh yang paling dianjurkan pada waktu ini adalah berpuasa pada hari ‘Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah)[7], bagi yang tidak sedang melakukan ibadah haji[8], karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang puasa pada hari ‘arafah, beliau bersabda, أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ “Aku berharap kepada Allah puasa ini menggugurkan (dosa-dosa) di tahun yang lalu dan tahun berikutnya.”[9]Khusus untuk puasa, ada larangan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukannya pada tanggal 10 Dzulhijjah[10], maka ini termasuk pengecualian.Dalam hadits ini juga terdapat dalil yang menunjukkan bahwa berjihad di jalan Allah Ta’ala adalah termasuk amal yang paling utama[11].
***
Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, Lc.MA
Artikel www.muslim.or.id
[1] HSR al-Bukhari (no. 926), Abu Dawud (no. 2438), at-Tirmidzi (no. 757) dan Ibnu Majah (no. 1727), dan ini lafazh Abu Dawud. [2] 2/382- Bahjatun Naazhirin. [3] Lihat keterangan Imam Ibnu Rajab al-Hambali dalam kitab Latha-iful Ma’aarif (hal. 19-20). [4] Lihat Tafsir Ibnu Katsir (4/651) dan Latha-iful Ma’aarif (hal. 20). [5] Fathul Baari (2/460). [6] Lihat keterangan Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam Syarhu Riyadhis Shalihin (3/411). [7] Lihat keterangan Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam as-Syarhul Mumti’ (3/102). [8] Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak puasa pada hari itu ketika melakukan ibadah haji, sebagaimana dalam HSR al-Bukhari (no. 1887) dan Muslim (no. 123). Lihat kitab Zaadul Ma’ad (2/73). [9] HSR Muslim (no. 1162). [10] Sebagaimana dalam HSR al-Bukhari (no. 1889) dan Muslim (no. 1137). [11] Lihat Syarhu Riyadhis Shalihin (3/411).

   Rincian Amalan di Awal Dzulhijjah
Ini amalan-amalan yang bisa diamalkan oleh kaum muslimin yang tidak berhaji.
  1 - 9 Dzulhijjah
• Puasa sunnah awal Dzulhijjah.
• Perbanyak takbir mutlak, tidak dibatasi waktu dan tempat. Boleh saat di pasar, di jalan, di kendaraan, di rumah, diperintahkan untuk terus bertakbir seperti layaknya takbiran hari raya.
• Perbanyak amalan shalih seperti sedekah.
• Larangan potong rambut dan kuku dari awal Dzulhijjah sampai hewan qurban disembelih.
  9 Dzulhijjah
• Puasa Arafah.
• Perbanyak doa di hari Arafah karena sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.
  9 Dzulhijjah Ba'da Shubuh Hingga Waktu Ashar pada Hari Tasyriq yang Terakhir (13 Dzulhijjah)
• Perbanyak takbir muqayyad, yaitu setelah shalat lima waktu maupun shalat sunnah. Baiknya tetap mendahululan dzikir setelah shalat kemudian perbanyak takbir.
* Wanita diperintahkan melirihkan suara, sedangkan laki-laki mengeraskan suara takbir.
  10 Dzulhijjah
• Shalat Idul Adha
• Penyembelihan qurban
• Tidak boleh puasa
  Hari-Hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah)
• Penyembelihan qurban
• Tidak boleh puasa
• Perbanyak doa sapu jagad: Rabbana aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar.
▶ 1 Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada tanggal 15 September 2015 berdasarkan kalender pemerintah RI.
Wallahu waliyyut taufiq, hanya Allah yang beri taufik dan kemudahan untuk mengamalkan amalan shalih di atas.
Bagaimana Jika Indonesia Berbeda dengan Arab Saudi dalam Idul Adha? Ini bahasan ilmiahnya: http://goo.gl/wd6Bon
📚 Catatan kecil: Muhammad Abduh Tuasikal • Rumaysho.Com • Twitter @RumayshoCom • Instagram RumayshoCom • Pesantren DarushSholihin.Com

Kemudian ada yang bertanya, lalu yang benar puasa tanggal 1 sampai 9 atau hanya 9 saja? 
dengan mengutip banyak hadis disimpulkan bahwa hal tersebut khilafiyah. Ibnul Qayim Jauziyah dalam kaidahnya berkata :  الخروج من الاختلاف الاولى 
artinya: Keluar dari ikhtilaf lebih utama. Maksudnya, berkaitan dengan puasa 1-9 dzulhijah banyak perbedaan pendapat lebih baik dihindari karena puasa ini sunnah dan termasuk hal furu (cabang). Namun tidak ada ikhtilaf mengenai puasa senin-kamis, daud, bayar hutang romadhon, nazar dll karena yang utama dibulan dzulhijjah ini adalah mengisinya dengan ibadah sebagaimana bulan romadhon seperti penjelasan ustadz diatas. Wallahu a'lam
Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review