29 Desember 2015

Mendampingi Hingga Nanti

di 23.46
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Mencoba menjadi hati dan matanya 
Mengiringi hingga kapan tiba dan kemana
Mengawal sampai apa lalu bagaimana
Menguatkan raga, menghalau asa
Merawat saat ini
Mendampingi hingga nanti 


Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ
Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.” (HR. Muslim no. 2551)

28 Desember 2015

Campak di Usia Dewasa

di 23.21
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
“Gapapa kena campak biar gak dicampakkan” hehe

Tengah november kemarin sepulang ngajar badan langsung enggak enak. Dikira efek pancaroba, kurang istirahat dan jadilah panas tinggi akut. Hari pertama panas sampai 38,8C, gak bisa kerja gak bisa mikir pokoknya ngebleng dan pengen tidur saja. Ortu gak tega lihatnya, lepas magrib dikeroklah khawatir tambah drop. Lumayan enak habis dikerok tapi rasa-rasanya kok aneh ini, panas sampai tinggi terus reda begitu terus kayaknya ada yang mau keluar dari badan. Beneran, esok paginya pas panas agak reda lihat lengan kanan kiri banyak bintik merah tapi kalau diratakan tangan bintiknya hilang. 
Trauma dengan adek yang pernah DB langsung chat sama vida, “mungkin gabaken mbak” haduh.. Panas pusing muncul tapi gak peduli, secepat kilat pagi itu cari dokter. Paling deket ke puskesmas kalasan di Purwomartani. Murah banget disini walau sekarang saya bukan anak askes lagi, hehe. Cuma bayar 5rb pas ambil obat, antrian panjang pun terlewati padahal badan gak nyaman. Basah keringat udah kaya habis mandi gak dihandukin, hadeh. Giliran diperiksa di poli umum mbak dokternya bilang itu adalah campak bukan Db, fiyuh lega meeen. Kasihan kan kalo sampai DB gek siapa yang nungguin. Beda DB dan campak, kalau Db bintiknya bila ditekan tangan gak hilang tapi kalau campak ditekan gitu hilang merahnya. Si mbak dokter Cuma bilang klo imun saya turun dan kurang vit A, banyakin minum 3 literlah sehari. 2 Botol mineral itu loh. Karena ini bukan bakteri jadi Cuma dikasih ctm, ranitidine (kalau ada nyeri perut), pamol sama vitamin A. Banyak banget antrian berjejer yaitu anak-anak yang campak namun harus periksa darah karena lebih rawan.
Pulang lalu istirahat. Wah ada jam-jam sakawnya gitu, mungkin proses mengeluarkan bintik kali ya, wajah udah gak bentuk pokoe semua merah jelita. Mungkin dapat 5 hari lalu berangsur-angsur hilang. Dokter kenalan saya sempet bilang kalau lagi campak jangan dekat dengan wanita hamil karena bisa mengganggu janin juga diberi resep isprinol yang susah banget dicarinya. Nyaris seminggu hanya tidur-tiduran. Setelah itu masalah mincul lagi, tiba-tiba pipi kiri bengkak parah. Wuh ternyata geraham kiri kata dokter infeksi dan harus cabut kalau kempes. Balik lagi ke puskes dan disaranin kalau sakit gigi jangan sampai ditempeli macem-macem sejenis koyo nanti malah bengkak. Obatnya ada antibiotik sama mefanemat. Seminggu baru sembuh, proses pemulihan pas posisi di solo nemeni ibu.

Pointnya: kudu jaga asupan biar imun terjaga. Sesibuk apapun harus makan sayur sama buah, susu etc. Katanya orang dewasa yang terkena cacar karena pas kecil belum diimunisasi or belum kena. Aku udah tuh tapi tetep kena cacar dan ini campak. Ah dinikmati, kalo gak gini kapan istirahat?
Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review