30 Januari 2013

Renungan Sore Itu, Tentang Ego

di 23.11
Reaksi: 
0 komentar


Saat asa tak sesuai realita
Kita sering berontak dan tak terima
Merasa  Dia tak adil dan pilih kasih
Lalu sangsikan Dia yang Maha Pengasih
Lihat yang diatas pasti lebih gemilau
            Karena rumput tetangga memang lebih hijau
            Cobalah pandang si anak jalanan
            Bahwa kita diciptakan untuk saling bergandengan
Nestapa hidup bukan untuk dimaki
Kesulitan hidup janganlah dicaci
Susah dan senang adalah tempaan diri
Agar menjadi manusia sejati yang punya hati
            Cobalah tuk memaknai tiap babak
            Karena susah-senang tak bisa ditebak
            Ketika senang syukuri, maka pasti bertambah
            Saat diuji yakin akan janjiNya maka bersabarlah
           

Skesta kehidupan

di 23.06
Reaksi: 
0 komentar

Tampak tak ada beban di hidupmu
Kicau nan riang selimuti hariku
Tak pernah risaukan rezeki hari ini
Karena yakin Rabbmu yang janjikan rezeki
            Puluhan kilo kaki melangkah
            Jajakan barang pecah belah
            Terbayang tangisan anak istri
            Bila ku pulang tak bawa nasi
Aku iri liat pejabat
Kerja sebentar rezeki berlipat,
Tapi ya apa boleh buat
Harapanku kelak walau anakku tak jadi pejabat
Yang penting jadi orang yang manfaat
           

22 Januari 2013

Menanti Pemimpin Dunia Akhirat.

di 22.49
Reaksi: 
0 komentar
            Dunia politik tak pernah surut menjadi tema pembahasan, mulai dari carut marut kasus korupsi bank, perputaran kasus dana Nazarudin yang melibatkan banyak orang mulai dari petinggi negeri ini sampai rekan-rekan sesama anggota komisi. Kasus tersebut secara tidak langsung berimbas pada wisma atlet yang sebentar lagi akan segera digunakan untuk menyambut perhelatan olah raga terbesar di Asia Tenggara.Tentu ini menjadi perhatian bersama karena menyangkut nama baik bangsa Indonesia sebagai tuan rumah.

       Menantikan pemimpin yang adil dan dapat memperhatikan rakyatnya bukanlah dongengan semata. Ada pepatah mengatakan selama darah masih mengalir, tak ada yang tak mungkin terjadi di dunia ini. Persoalan memilih pemimpin yang pantas memimpin memang bukan perkara mudah. Sistem di tanah air ini tidak selalu mememilih yang terbaik tapi memilih yang berduit.

            Pernahkah kita membayangkan khalifah Umar r.a ketika beliau memimpin umat islam?. Sebelum tidur beliau selalu berkeliling wilayahnya untuk memastikan bahwa semua rakyatya dalam keadaan aman, tidak kelaparan dan baik-baik saja. Sampai suatu ketika ada seorang pemuda kampung yang menyuruh Umar r.a untuk mengangkat pikulan barang majikannya karena mengira Umar ra yang saat itu sedang berkeliling adalah seorang kuli yang membutuhkan uang. Maka heranlah pemuda tersebut ketika sepanjang perjalan orang-orang menundukkan wajah seraya menatap geram padanya hingga saat melewati sebuah rumah seseorang menegur. “wahai amirul mukminin hendak kemana dirimu?”. Mendengar itu pemuda tersebut kaget dan langsung tersungkur melihat Umar r.a dan taka da raut marah sedikitpun pada wajah Umar r.a. coba ilustrasikan jika presiden kita mencontoh Umar ra. Apa yang akan ia lakukan untuk negeri ini?

           Faktor pemimpin merupakan faktor utama/penting yang dapat menetukan maju mundur juga bisa hidup matinya suatu organisasi/ negara dan kepemimpinan merupakan kunci pembuka suksesnya organisasi/negara. Wahab Abdul Kadir mendefinisikan pemimpin adalah orang yang memiliki kesanggupan mempengaruhi, memberi contoh, mengarahkan orang lain atau suatu kelompok untuk mencapai tujuan baik formal maupun non formal

         Menurut konsep Al-Qur’an, sebagimana ditulis oleh Khatib Pahlawan Kayo, bahwa seorang pemimpin harus memilki beberapa persyaratan sebagi berikut : 1. Beriman dan bertaqwa. (Al-A’raf : 96) 2. Berilmu pengetahuan. (Al-Mujadalah : 11) 3. Mampu menyusun perencanaan dan evaluasi. (Al-Hasyr : 18) 4. Memiiki kekuatan mental melaksanakan kegiatan. (Al-baqarah : 147) 5. Memilki kesadaran dan tanggung jawab moral, serta mau menerima kritik. (Ash-Shaf:147). 

          Islam menghendaki seperti berikut ini :gaya yang harus dimilki seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya: Selalu ramah dan gembira, menghargai orang lain, mempelajari tindakan perwira yang suses dan menjadi ahli dalam hubungan antar manusia, mempelajari bentuk kepribadian yang lain untuk mendapatkan pengetahuan dalam sifat dan kebiasaan manusia. Mengembangkan kebiasaan bekerjasama, baik moral maupun spiritual, Memelihara sikap toleransi (tenggangrasa), Memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan. Terakhir sebagai rakyat kita hanya bisa berdoa semoga kelak pemimpin ideal itu muncul atas izin Allah.


kalasan, 21 Juli 2011

Puisi..Tarian Alam

di 22.43
Reaksi: 
0 komentar

Tarian Alam

Indah negriku subur makmur ........ Indonesia
Ramah tamah bersahaja negriku ..... indonesia
Sepoi angin goyangkan rumput tamanku ....... Indonesia
Nyanyian burung bagai orkestra, oh ........ Indonesia
                     Bangga aku dengan negriku
                     Walau koruptor telah menghama
Walau bencana tak kunjung reda
Tapi kami takkan pernah putus asa
Rabbi, Izzati pemilik alam ini
Hanya sembah sujud yang sederhana ini
Persembahan yang tak seberapa untuk-Mu
Sebagai rasa syukur kami pada-Mu
                                                                               (kalasan, 271109) 

Puisi jmn SD 'Teriakan bisu'

di 22.18
Reaksi: 
0 komentar

Kelu sudah bibir ini
Lunglai pula raga ini
Teriakan lewat tulisan bahkan aksi
Seakan menjadi melodi tak tembus nurani
            Setiap menonton berita di tivi
            Tak ada lagi gairah diri
            Semua saling tuduh, bahkan mencaci
            Lalu mana yang jadi panutan kini?
Semakin aku tak percaya lagi
Semakin aku risau dengan anak cucuku nanti
Apa harus menunggu zaman bertukar seperti kisah Ashabul Kahfi?
Atau menanti hingga saatnya kiamat terjadi?

10 Januari 2013

Getun

di 09.51
Reaksi: 
0 komentar
Pagi hari bangun dengan tidur cukup, bangun-bangun sudah ada sarapan tersedia, rumah bersih, tugas kuliah beres. Hmmmm, setelah mandi dan dandan yang rapi maka bergegas ke kampus. Melewati penduduk desa yang ramah, penuh senyum penuh cinta, perjalananmu kali itu mulus hingga sampai dikampus. 

Tau2 ketemu sama Tom-tom (nama di samarkan) yang ngeluh karena dia gagal seleksi pertukaran mahasiswa karena TOEFLnya kurang, lalu beberapa detik berlalu kembali dikagetkan dengan si Tin-tin yang ngomong kalau dia nyesel banget koq mutusin pacarnya yang ternyata si doi anak pejabat (doooh rasa2nya sarapan nasi goreng yang nikmat plus lazat tadi gak ngefek, mendadak lesu dan tak bergairah). 
Gimana pendapat kamu ketika mendengar teman yang suka mengeluh? Ato suka ngomong “Kenapa ya nggak dari dulu..............” dan ekspersi penyesalan lainnya..

Menyesal sebenarnya reaksi positif dari munculnya kesadaran untuk berubah lebih baik, namun perlu dicermati penyesalan adalah titik awal yang belum berujung. Ia mempunyai dua cabang positif dan negatif. Positif ketika penyesalan dilanjutkan dengan usaha-usaha memperbaiki kualitas diri dan negatif bila penyesalan diteruskan dengan menggebuk diri dengan berbagai alasan-alasan yang melemahkan, menyalahkan diri yang tidak pernah serius, diri yang tak bersemangat atau alasan bodoh lain yang semakin memperpuruk kejiwaan kita.



Maka ubahlah, perbaiki dan capai target hidupmu..


Say no to GETUN 


Berhentilah Menekan Diri

di 09.28
Reaksi: 
0 komentar
Suatu ketika dalam sebuah perjalanan saya teringat tentang tawaran teman untuk mengikuti suatu “even”, namun seketika itu juga saya berfikir, “ah nggak deh, kayaknya banyak yang lebih hebat dari saya, biarin yang lain aja deh” atau “Duh bukan bidangku nih”.

Sekedar mengulas tentang ilmu kecantikan “AIR” Masaro Emoto, Ilmuwan Jepang dengan bukunya The Message From Water, yang ditulis seorang peneliti jepang, Prof. Dr. Masaru Emoto, saya terkesima bagaimana dahsyatnya pengaruh dari kata-kata dan pikiran terhadap kualitas air di sekeliling kita. Penemuan ini berdasarkan hasil penelitian panjang yang dilakukan oleh Emoto. Dengan memakai teknik fotografi khusus, ia meneliti bentuk kristal air yang telah dibekukan. 
Bentuk kristal air dari daerah yang terpolusi amat berbeda dengan bentuk kristal dari air yang telah diberi doa. Hal ini berarti imej atau apa yang kita bayangkan ketika kita menuliskan kata-kata akan mempengaruhi gelombang vibrasi yang akan ditangkap oleh air. Jadi mungkin saja kebiasaan orang tua kita yang sering mendoakan air putih untuk diminum ada sisi ilmiahnya, yaitu pikiran dan kata-kata yang diucapkan akan mempengaruhi air sehingga mempunyai kekutan yang menyembuhkan.

Bayangkan bagaimana dampak pikiran dan kata-kata terhadap diri kita sendiri yang sebagian besar tubuh terdiri dari air,apalagi bagi anak-anak kecil yang hampir 80% tubuhnya berisi air. Sedangkan, pada tubuh dewasa hampi 60% tubuh terdiri dari air. Bagian otak dewasa mengandung 75 persen air, paru-paru hampir 86 persen, darah 83 persen, dan jantung 75 persen. Apabila pikiran, ucapan,tindakan kita baik, maka efek yang dihasilkan tubuh kita akan baik. Begitu pula terhadap anak-anak yang akan mempengaruhi citra dirinya dan bahkan perilakunya. Ambil dari http://bicaraanak.com/pengaruh-dari-kata-kata-dan-pikiran-terhadap-anak/

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review