10 Januari 2013

Berhentilah Menekan Diri

di 09.28
Reaksi: 
Suatu ketika dalam sebuah perjalanan saya teringat tentang tawaran teman untuk mengikuti suatu “even”, namun seketika itu juga saya berfikir, “ah nggak deh, kayaknya banyak yang lebih hebat dari saya, biarin yang lain aja deh” atau “Duh bukan bidangku nih”.

Sekedar mengulas tentang ilmu kecantikan “AIR” Masaro Emoto, Ilmuwan Jepang dengan bukunya The Message From Water, yang ditulis seorang peneliti jepang, Prof. Dr. Masaru Emoto, saya terkesima bagaimana dahsyatnya pengaruh dari kata-kata dan pikiran terhadap kualitas air di sekeliling kita. Penemuan ini berdasarkan hasil penelitian panjang yang dilakukan oleh Emoto. Dengan memakai teknik fotografi khusus, ia meneliti bentuk kristal air yang telah dibekukan. 
Bentuk kristal air dari daerah yang terpolusi amat berbeda dengan bentuk kristal dari air yang telah diberi doa. Hal ini berarti imej atau apa yang kita bayangkan ketika kita menuliskan kata-kata akan mempengaruhi gelombang vibrasi yang akan ditangkap oleh air. Jadi mungkin saja kebiasaan orang tua kita yang sering mendoakan air putih untuk diminum ada sisi ilmiahnya, yaitu pikiran dan kata-kata yang diucapkan akan mempengaruhi air sehingga mempunyai kekutan yang menyembuhkan.

Bayangkan bagaimana dampak pikiran dan kata-kata terhadap diri kita sendiri yang sebagian besar tubuh terdiri dari air,apalagi bagi anak-anak kecil yang hampir 80% tubuhnya berisi air. Sedangkan, pada tubuh dewasa hampi 60% tubuh terdiri dari air. Bagian otak dewasa mengandung 75 persen air, paru-paru hampir 86 persen, darah 83 persen, dan jantung 75 persen. Apabila pikiran, ucapan,tindakan kita baik, maka efek yang dihasilkan tubuh kita akan baik. Begitu pula terhadap anak-anak yang akan mempengaruhi citra dirinya dan bahkan perilakunya. Ambil dari http://bicaraanak.com/pengaruh-dari-kata-kata-dan-pikiran-terhadap-anak/

Bukan untuk membahas ilmu air, hanya sekedar mengaitkan antara perkataan dan refleks daya terima tubuh. Padahal kita tak pernah tau kita mampu atau tidak, kita bisa atau tidak tapi kita suka menekan diri “kayaknya gak bisa deh”. Nah, tubuh langsung tu respon dan denyut2 elektrik negativ langsung mengalir ketubuh dan ditangkap otak dengan sempurna jadi deh kita lemes tak bersemangat< tak punya daya juang dan “mlempem” kaya krupuk cacing.

Padahal tes kecerdasan sekalipun bukan hal mutlak dalam menentukan kesuksesan seseorang. Sukses =doa+tindakan, apapun hasilnya #versi saya. Sukses bukan berati menang atau mendapatkan sesuatu, tapi sukses adalah mencoba dan memulai apapun hasilnya. Itulah mengapa hikmah diharamkannya ramalan nasib yang menjadikan manusia harus pol2an tawakal illAllah , tidak menyerahkan pada manusia lain. Dalam sejarah teologi Islam, ada namanya paham Qadariyah selanjutnya dianut oleh kaum Mu’tazilah, sedangkan paham Jabariyah terdapat dalam aliran Asy’ariah.

Kedua aliran ini masing-masing bersandar kepada ayat-ayat al-Quran. Qadariyah antara lain bersandar pada surat al-Mudatsir ayat 38 yang artinya: tiap-tiap diri bertanggung jawab terhadap apa yang telah diperbuatnya. Sedangkan Jabariyah bersandar pada surat al-Hadid ayat 22 yang artinya: tidak ada bencana yang menimpa bumi dan diri kamu, kecuali telah ditentukan didalam buku sebelum kami wujudkan . kata Nabi sebaik-baik urusan adalah yang ditengah, maka tidak usah memilih yang bener mana tapi kembali pada akidah kita yang benar aja.

Coba ya dulu saat kecil kita tidak banyak ditakut2i “Nak jangan kesitu nanti jatuh, nanti kamu diambil orang gila, nanti..bla..bla.. mungkin hingga saat ini kita menjadi manusia pemberani yang tak takut hidup, berani bertindak tanpa berfikir berat, tapi ya sudah budaya untuk mendidik anak dengan larangan #padahal otak anak kecil tidak bisa menangkap kata tidak, jangan #ingat psikologi perkembangan
Allah pun bersama persangkaan hambanya (Ar-Ra’du:11), intinya jangan tekan dirimu dan jangan rampas hakkmu untuk bereksistensi. Sesungguhnya hasil adalah buah dari kesungguhan, janganlah berhenti karena dari 1000 x percobaan mungkin akan berhasil dipercobaan ke-1001. 


Wallahu A’lam

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review