19 Februari 2014

Salak Pondoh, Dari Sleman Untuk Dunia

di 12.38
Reaksi: 
0 komentar
google.com

Jika ada Apel Fuji, Jeruk Mandarin, Pir dan buah impor terkenal lainnya dipasaran berdampingan dengan jeruk lokal, apel malang, atau bahkan salak, manakah yang akan kita beli? Sesuai hukum ekonomi jual beli pasti orang akan senang membeli barang yang bagus (kemasan dan bentuk) dengan harga murah dari pada membeli harga yang sama untuk barang yang biasa. Ya, pesona buah impor memang tak tertandingi, dengan kemasan menarik, segar dan kesan “fresh” yang diberikan supermaket menjadikan masyarakat cenderung menyukai buah impor dari pada lokal.


Tahun 2012 kemarin khalayak sempat dikagetkan dengan penemuan buah impor yang mengandung residu bahkan pengawet mayat pada buah-buah impor dari China, Thailand, Amerika, New Zealand, dan beberapa negara lainnya. Buah lokal yang dipelihara tanpa pestisidan dan hanya menggunakan pupuk kandang memanglah kurang menarik namun rasa dan kualitasnya sebenarnya lebih tinggi dari buah impor.


Di Indonesia sendiri khususnya di daerah Tempel Sleman dan kabupaten Sleman sekitarnya berpotensi luar biasa, di dukung dengan hawa sejuk, dekat dengan merap menghasilkan buah bernama salak pondoh. Komoditi salak adalah potensi yang terkalahkan dengan daerah manapun. Kekhasan salak pondoh hanya ada di Tempel Sleman adalah suatu anugerah bagi masyakarat disana. Salak akan tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan rata-rata per tahun 200-400 mm/bulan. Curah hujan rata-rata bulanan lebih dari 100 mm sudah tergolong dlm bulan basah. Berarti salak membutuhkan tingkat kebasahan atau kelembaban yg tinggi. Tanaman salak tidak tahan terhadap sinar matahari penuh (100%), tetapi cukup 50-70%, karena itu diperlukan adanya tanaman peneduh.Suhu yg paling baik antara 20-30°C. Salak membutuhkan kelembaban tinggi, tetapi tidak tahan genangan air.


Olahan salakpun kini beragam tidak hanya dijual dalam bentuk buah namun sudah dikreasikan menjadi dodol salak, manisan salak, kripik salak, dan aneka makanan lainnya. Bahkan area perkebunan salak dijadikan tempat wisata seperti di Dusun Trumpon, Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman. Desa wisata Trumpon merupakan desa wisata dengan dengan obyek agrowisata yaitu perkebunan salak pondoh.
Masalah yang kerap dialami masyarakat adalah ketika menghadapi musim panen harga salak bisa anjlok sangat murah. Teman saya yang tinggal di daerah Tempel sering sekali menawarkan untuk membelikan salak, dengan harga Rp.1500,- bahkan untuk 1 kg salak pondoh. Teman tersebut juga banyak bercerita tentang usaha perkebunan salak orang tuanya, disaat panen besar maka petani banyak merugi diakibatkan harga salak yang terus anjlok. Di pasar pun demikian, harga normal Rp. 4000,- bisa hanya menjadi Rp. 2.500,- saat musim salak tiba dan ini harus dicari solusinya. Karena semua petani pasti menginginkan keuntungan dan tidak ingin merugi.


Ternyata pengolahan salak belum menyentuh seluruh elemen masyarakat, edukasi yang diberikan pemerintah seharusnya lebih ditingkatkan agar tidak ada lagi keluhan yang sejak lama tidak ditemukan solusinya.
Peran pemerintah untuk memperluas pemasaran juga dibutuhkan agar tidak lagi ada mempersulit izin untuk ekspor. Dan yang lebih penting edukasi agar masyarakat Indonesia mencintai buah lokal mutlak perlu digencarkan. Dengan adanya menteri perdagangan yang baru harapannya buah lokal seperti salak ini semakin meluas pemasarannya tidak hanya cina, Singapura, Hongkong, Amerika serikat tetapi seluruh dunia dapat mengenal kelezatan salak pondoh.
        -Harjo- (dan baru sadar emailnya tidak terkirim -_-)

Reklamasi Jangan Sekedar Reklame

di 12.32
Reaksi: 
0 komentar
           Kerusakan lingkungan yang terjadi di negara ini sangat beragam. Selama ini kita hanya menyaksikan lewat layar televisi atau mendengar dari berita radio. Seakan jika itu terjadi dibelahan pulau kalimantan atau sulawesi berarti bukan masalah kita. Namun akibat peristiwa di Pajangan Bantul, yang menenggelamkan 2 anak yang sekedar mencari duwet pun menjadi akhir kehidupan mereka barulah kita sedikit “melek” bahwa sedemikian parahnya kerusakan yang terjadi akibat kerusakan. Kepekaan kita memang sulit jika hal itu tidak terjadi disekitar tempat kita, padahal Indonesia ini milik siapa?
Tak heran jika tangan-tangan yang bilang peduli itu kemudian memanfaatkan kekayaan Indonesia untuk kemakmuran Negeri lain. Kita hanya mengamuk ketika tahu bahwa Freeport ternyata hanya sedikit sekali yang masuk ke kantong pemerintah, atau rakyat Porong Sidoarjo hingga saat ini tetap diselimuti lumpur lapindo sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas yang menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Reklamasi atau pemulihan lahan pasca tambang sebenarnya keharusan untuk siapa?
Pemerintah yang punya andil pemegang kekuasaan daerah dalam hal ini haruslah tegas dalam menerapkan undang-undang tentang reklamasi. Peraturan tersebut termuat diantaranya pada UU No.4 Tahun 2009, PP No.78 Tahun 2010, dan Permen ESDM No.18 Tahun 2008. Disebutkan bahwa berdasarkan perundang-undangan yang berlaku, kegiatan pertambangan harus mempertimbangkan keseimbangan daya dukung lingkungan. Prinsip yang harus diperhatikan dalam reklamasi dan pasca tambang adalah : Lindungan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan Konservasi Mineral dan Batubara. Hal ini dipertegas lagi melalui PP No.27 tahun 2012 tentang Perijinan Lingkungan bahwa IUP Eksplorasi dan IUP Operasi Produksi wajib melakukan pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan.
            Jelas sekali bahwa para penambang yang punya izin resmi itu harus bertanggung jawab setelah mengambil/mengeruk kekayaan alam tersebut. Pemerintah mempunyai fungsi kontrol dan harus memberikan sanksi tegas bila para penambang itu tidak bertanggung jawab, karena yang akan menerima akibat dari kerusakan lingkungan adalah masyarakat sekitar yang belum tentu mendapatkan keuntungan dengan adanya tambang didaerahnya. Jika pemerintah lalai dan membiarkan kerusakan terjadi, maka sampai kapan kerusakan ini dibiarkan?
Reklamasi Jangan Sekedar Reklame belaka, terlebih mendekati pemilu 2014 penghijauan dan kelestarian janganlah hanya menjadi senjata politik untuk memikat hati masyarakat. Terutama Yogyakarta yang asri ini janganlah sampai rusak akibat oknum tidak bertanggung jawab. Pemerintah harus tegas tidak melihat siapa yang melanggar dan memberi sanksi yang berat untuk mereka yang merusak lingkungan.
Berbeda dengan negara Jepang yang memang kondisi alamnya yang sering terjadi gempa, alamnya tidak sekaya kita dan butuh ratusa periset agar mereka bisa bertahan (survive), atau Israel yang tandus namun dengan tekhnologi apapun sekarang bisa tanam apa saja disana, Belanda yang merupakan laut namun dibendung jadi daratan dan lain sebagainya. Indonesia bisa dibilang tinggal perawatan dan mensyukuri dengan menjaga segala apa yang sudah Tuhan beri. Koes Plus bilang ‘Orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman” adalah doa semoga tidak ada lagi perusakan lingkungan dan kekayaan Indonesia bisa menyejahterakan rakyat. Semoga pemerintah lebih peka dan sadar akan hal ini.
-Harjo-


Kurikulum 2013 Tanpa TIK, Mungkinkah Pendidikan Maju?

di 12.29
Reaksi: 
0 komentar
Menyusul adanya peraturan akan diberlakukannya kurikulum 2013 resmi pada Juli 2014 mendatang, sejumlah pihak merasa resah. Guru Tekhnologi dan Informasi dan Komunikasi (TIK) yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) TIK Kulonprogo resah. Mapel TIK tidak masuk dapalm kurikulum 2013. Para guru TIK mempertanyakan nasibnya karena akan diberlakukannya kurikulum 2013 bagi sekolah yang telah melaksanakannya, guru TIK harus mengajar mapel yang bukan bidangnya (KR Jumat 8/11).
Bahkan yang lebih meresahkan adalah bagaimana masa depan mahasiswa yang sedang kuliah atau berencana masuk kuliah jurusan TIK? Tentu jadi polemik bagi kampus dan mahasiswa itu sendiri teutama orang tua yang punya harapan besar anaknya menjadi guru.
Pada kurikulum 2013, sejumlah pelajaran dijenjang SMP akan dihapus, misalnya biologi dan fisika akan menjadi satu dalam mata pelajaran IPA. Sedangkan geografi dan sejarah akan dilebur menjadi IPS. Tidak hanya IPA dan IPS yang dilebur menjadi satu tetapi mata pelajaran TIK akan ditiadakan di jenjang SMP dan SMA.
Mengapa dihilangkan
Menurut Menteri Pendidikan bapak M Nuh bahwa pelajaran yang dihilangkan sebenarnya sudah terintegrasi pada mata pelajaran yang lain. Padahal kurikulum sekolah per-mata pelajaran itu sudah punya beban masing-masing bagi guru, sangat di sangsikan bila setiap guru harus mengajarkan TIK dalam lingkup pembelajarannya yang sudah padat materi. Mungkin memang bisa seorang guru memasukkan pelajaran TIK dalam materinya tetapi pasti sangat berbeda bila diampu langsung oleh guru yang memang ahli dan kompeten dalam TIK.
Yang jadi pertimbangan selanjutnya adalah masalah usia psikologis anak. TIK dihilangkan pada anak usia SMP dan SMA. Sejatinya usia SMP (12 atau 13 tahun) merupakan masa-masa pubertas peralihan dari SD yang masih anak-anak menuju ke masa remaja yang butuh dukungan bukan hanya dari guru agama di sekolah tetapi adanya panduan dari guru TIK menjadi penting mengenai bagaimana mereka beretika dengan tekhnologi. Miris sekali mendengar berita di TV maupun media cetak seperti KR ini yang memberitakan pelecehan seksual anak SMP, penyebaran video asusila oleh anak SMP juga yang notabene mereka jiwa-jiwa polos yang mencari jati diri dan ini butuh di rangkul oleh guru TIK.

Menghadapi globalisasi tanpa TIK
TIK adalah pelajaran penting menurut saya sebagai kunci menembus globalisasi. Bangsa kita baru saja kebakaran jenggot akibat AS membobol sistem informasi beberapa negara termasuk Indonesia. Nah, apabila anak bangsa dijauhkan dari teknologi dengan tidak adanya bimbingan khusus di kelas apakah masih boleh bermimpi untuk menguasai dunia sedangkan informasi saja masih kebobolan?
Pemerintah selalu menggaungkan agar anak bangsa maju, mampu berprestasi hingga ke tingkat Internasional dengan berbagai karya mereka dan ini susah sekali bila tak ditopang oleh tekhnologi.
Teknologi dan Informasi terus berkembang, bahkan setiap detiknya bermunculan gadget baru yang menyuguhkan berbagai fitur bagi anak. Siapa lagi yang diharapkan dapat mengontol anak karena tidak semua orang tua paham dengan tekhnologi, beberapa mungkin sibuk dan tidak sempat atau yang lebih parahnya orang tua tidak begitu paham dengan teknologi yang ada sekarang sehingga tidak ada kontrol yang baik.
Pernah diramalkan ditahun-tahun berikutnya semua pekerjaan akan dilakukan oleh robot, Jepang sendiri sudah memunculkan berbagai robot yang dirancang menggantikan peran manusia. Lalu Indonesia bagaimana menyiapkan diri menghadapi globalisasi?
-KR-
 


Manfaatkan Hasil Penelitian Kampus

di 12.17
Reaksi: 
0 komentar



Jepang merupakan negara yang tidak bisa hidup tanpa riset, kata seorang alumnus beasiswa Jepang di UGM beberapa waktu lalu. Kondisi alam sekitar memang rawan bencana, tidak sesubur Indonesia yang merupakan daerah khatulistiwa. Matahari di Indonesia rutin bersinar tidak seperti matahari yang melintasi daerah lain. Dengan tekanan sedemikian rupa, tidak heran negara Jepang hanya bisa bertahan hidup dengan adanya riset. Sekolah di Jepang terbiasa melakukan penelitian, dan hampir semua aspek kehidupan (sandang, pangan, papan) dihasilkan melalui tekhnologi.

Tidak heran agaknya ketika 1945 Jepang dijatuhi bom atom yang membunuh sebanyak 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 di Nagasaki pada akhir tahun 1945. Sejak itu, ribuan telah tewas akibat luka atau sakit yang berhubungan dengan radiasi yang dikeluarkan oleh bom tersebut. Yang membuat seluruh dunia kagum adalah ketangkasan Jepang dalam penanganan setelah penyerangan. Jepang tidak butuh waktu lama untuk segera bangkit dan menguasai keadaan. Hanya dalam kurun waktu 30 tahun, jepang segera menjadi salah satu jantung perekonomian dunia.
Sempat ada kelakar jika Jepang tidak dijatuhi bom, mungkin mereka tidak akan semaju sekarang ini. Dan hanya ada satu cara menyamai Jepang, dengan memintanya untuk berhenti sejenak menunggu kita bangkit. Indonesia sejak 1945 hingga saat ini 68 tahun merdeka masih merupakan negara berkembang yang harapannya jangan hanya kembang kempis. Sebenarnya Indonesia ini tidak begitu terpuruk kok, lihat saja jumlah kampus yang ada di Indonesia ada sekitar 2.647 kampus, swasta 2.435 dan Negri 212. Tidak untuk memperdebatkan hitungan ini benar atau tidak tetapi yang lebih hakiki adalah kemana hasil pemikiran dan penelitian mahasiswa/dosen?

Mahasiswa wajib membuat skripsi, tesis bahkan disertasi untuk tiap jenjang akademiknya, belum lagi banyaknya lembaga penelitian (lemlit), berbagai jurnal disetiap fakultas dan call for paper yang bejibun setiap tahunnya. Lalu kemana semua itu? Hasil-hasil riset selama ini tidak bisa dibilang sedikit dan biasanya hanya berakhir di perpustakaan, hanya orang-orang tertentu  yang mau mengaksesnya . Dana yang digelontorkan pemerintah atau kampus sendiri pun tidak bisa dibilang sedikit. Lalu mengapa tidak diberdayakan?

Sebagai contoh untuk pelatihan kurikulum 2013 dikti mengalokasikan 50 juta perprovinsi dan pelatihan yang harusnya 2 bulan disingkat menjadi 2 minggu. Dana yang belum habis itu kemudian dikembalikan lagi ke Pusat karena masa pelatiahan selesai dana belum juga habis. Jika dilihat memang Indonesia ini lebih banyak ilmu sosial dari pada ilmu alamnya, sehingga memang penelitian yang dilakukan terkesan diulang-ulang dan seputar opini saja, masih jarang yang sampai pada penemuan produk (Research and Development).
Permasalahan lain, adalah turunnya anggaran setiap tahunnya dibulan oktober padahal bulan desember sudah harus laporan ke pusat (menjelang akhir tahun tutup buku). Dugaan ini yang menjadikan penelitian kurang bermutu karena ketergesa-gesaan. Bayangkan hanya dalam waktu 2-3 bulan saja peneliti bisa melakukan hal besar apa? Karena dalam penelitian butuh survey awal (observasi), pengumpulan data hingga proses penelitian yang bervariasi kebutuhan dananya. Ada penelitian yang memang butuh dana besar sehingga ketika menunggu dana turun ia kalang kabut kerja cepat sehingga hasilnya tidak maksimal. Ada juga dengan idealisme tinggi ingin membuat hal besar namun pupus dan hanya membuat sesuatu yang biasa-biasa saja hanya karena minim dana dan harus pakai kantong pribadi. Jadi saat ini masalah yang dihadapi Indonesia bukan lagi dana karena alokasi 20% ini sangat besar hanya realisasinya yang perlu dibenahi, dan profesionalitas dan komitmen pemimpin yang mempunyai otoritas yang punya kuasa. Kembali lagi niat kita apakah sekedar menggugurkan tanggung jawab meneliti atau memang berniat mengubah Indonesia dengan riset-riset yang bermutu? Kita tunggu capres dan jajarannya di 2014 ini semoga lebih mengedepankan integritas dan kesungguhan kerja untuk memajukan rakyat dari pada pamor partainya. Terlebih kita dihadapkan pada area pasar bebas ASEAN 2015 dimana tidak ada sekat antar negara. Semoga    


 di Metro Riau tanggal sekian

Kuliah Part I

di 11.50
Reaksi: 
0 komentar
Sebelum cerita tentang kuliah semester II pengen mengabadikan masa-masa S1 ni.. Ini dosen-dosen kami 


Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag
Dosen Studi Qur'an

Dr. Usman, SS. M.Ag
Dosen Filsafat Pendidikan Islam



Dr. Hamdan Daulay, M.Si
Dosen Politik dan kebijakan Pendidikan Islam


Dr. Siti Maryam, MA.
Dosen Sejarah Pendidikan Islam

Dr. Sangkot Sirait, MA
Dosen Filsafat Ilmu, Topik-Topik Epistimologi

dan ada 2 dosen lagi tapi tidak sempat difoto..
Semoga ilmu ini barokah, mari yuk kita doa seperti doa Nabi Ibrahim dalam Al Qur'an
رَبِّ هَبْ لِيْ حُكْمًا وَأَلْحِقْنِيْ بِالصَّالِحِيْنَ. وَاجْعَلْ لِّيْ لِسَانَ صِدْقٍ فِى اْلأََخِرِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ وَّرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيْمِ ROBBI HABLII HUKMAN WA ALHIQNII BISH SHOOLIHIIN WAJ ‘ALLII LISAANA SHIDQIN FIL AAKHIRIIN. WAJ ‘ALNII MIN WAROTSATI JANNATINN NA’IM. “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang sholih dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan.”(QS. Asy-Syu’ara 83-85)

Sumber - Source - http://referensidunia.blogspot.com/2012/06/101-doa-dan-dzikir-rosulullah-saw.html
WZ♥87

رَبِّ هَبْ لِي حُكْماً وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ. وَاجْعَل لِّي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ. وَاجْعَلْنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ. وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ.
Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh keni'matan, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan.
(QS. Asy-Syu'ara: 83-85 dan 87)
ROBBI HABLII HUKMAN WA ALHIQNII BISH SHOOLIHIIN WAJ ‘ALLII LISAANA SHIDQIN FIL AAKHIRIIN. WAJ ‘ALNII MIN WAROTSATI JANNATINN NA’IM. “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang sholih dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan.”(QS. Asy-Syu’ara 83-85)

Sumber - Source - http://referensidunia.blogspot.com/2012/06/101-doa-dan-dzikir-rosulullah-saw.html
WZ♥87
رَبِّ هَبْ لِيْ حُكْمًا وَأَلْحِقْنِيْ بِالصَّالِحِيْنَ. وَاجْعَلْ لِّيْ لِسَانَ صِدْقٍ فِى اْلأََخِرِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ وَّرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيْمِ

Sumber - Source - http://referensidunia.blogspot.com/2012/06/101-doa-dan-dzikir-rosulullah-saw.html
WZ♥87
رَبِّ هَبْ لِيْ حُكْمًا وَأَلْحِقْنِيْ بِالصَّالِحِيْنَ. وَاجْعَلْ لِّيْ لِسَانَ صِدْقٍ فِى اْلأََخِرِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ وَّرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيْمِ ROBBI HABLII HUKMAN WA ALHIQNII BISH SHOOLIHIIN WAJ ‘ALLII LISAANA SHIDQIN FIL AAKHIRIIN. WAJ ‘ALNII MIN WAROTSATI JANNATINN NA’IM. “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang sholih dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan.”(QS. Asy-Syu’ara 83-85)

Sumber - Source - http://referensidunia.blogspot.com/2012/06/101-doa-dan-dzikir-rosulullah-saw.html
WZ♥8
رَبِّ هَبْ لِيْ حُكْمًا وَأَلْحِقْنِيْ بِالصَّالِحِيْنَ. وَاجْعَلْ لِّيْ لِسَانَ صِدْقٍ فِى اْلأََخِرِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ وَّرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيْمِ ROBBI HABLII HUKMAN WA ALHIQNII BISH SHOOLIHIIN WAJ ‘ALLII LISAANA SHIDQIN FIL AAKHIRIIN. WAJ ‘ALNII MIN WAROTSATI JANNATINN NA’IM. “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang sholih dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan.”(QS. Asy-Syu’ara 83-85)

Sumber - Source - http://referensidunia.blogspot.com/2012/06/101-doa-dan-dzikir-rosulullah-saw.html
WZ♥87

belajar jadi penulis yuk

di 10.22
Reaksi: 
0 komentar
https://pbs.twimg.com/media/BgqJv15CQAAdmhG.jpg
Siapa sih yang boleh jadi penulis? Ternyata ada syaratnya loh
    - Mau membaca
    - Mau Menulis

    Yup, hanya dua syaratnya jadi penulis yaitu MAU menulis dan membaca. Kata kuncinya adalah MAU bukan Pandai atau BISA. Ketekunan menulis dan membaca adalah dua sejoli yang tak boleh dipisahkan.
    Untuk saat ini menulis adalah hal yang mutlak adanya, mengapa? ya karena semua hal kita perlukan keahlian menulis. Misalnya saja untuk update status di sosmed maka kita harus pintar2 memilih kata agar direspon dengan baik oleh pembaca. Untuk yang suka twiteran lebih cerdas lagi, dia harus memilih 140 kata terbaik untuk dipost-kan.
    Saat ini banyak sekali agensi yang menawarkan berbagai trik menulis singkat sekaligus paket penerbitan namun jarang sekali yang murah. Nah, buat para mahasiswa yang kantongnya belum stabil seperti saya ini agak berat. Agak. karena gak murah lo, kemarin saja saya ditawari untuk ikut sebuah klub pelatihan menulis minimal 1 jt untuk pemula, *sebenarnya saya tau kan syarat ilmu adl biaya tpi hehe..

    Saya meyakini bahwa setiap orang bisa menulis, buktinya update status saja kita bisa pasti untuk menulis juga bisa dong. Kalimat pertama pasti jadi momok setiap orang, makanya Pramodya mengatakan tips menulis tercanggih adalah MENULIS-MENULIS-MENULIS, it's so simple. Right?

    Banyak sekali media baik cetak maupun online yang menerima tulisan kita, asalakn terpenuhi dua syarat tadi ditambah bisa mengetik, dan punya email. Ya, kita diuntungkan dengan adanya tekhnologi internet tidak seperti zaman orang tua kita adanya baru lewat pos atau lebih parahnya lewat merpati dii zaman nenek moyang dulu. Email sangat mudah dan gratis sifatnya, kita hanya perlu mempunyai koneksi internet baik wifi modem atau apapun dan bisa dikerjakan dimanapun.

    Saat ini saya mengikuti beberapa grup kepenulisan (tidak banyak sih) sebut saja LAVIRA AZ ZAHRA, ANNISA, dan BACA TULIS. diketiga grup Facebook tersebut mereka sering membuat event-event menulis yang update serta membantu sekali bagi kita yang ingin memiliki buku. Misalnya saya ingin menulis buku sedangkan kemampuan saya masih tahap sangat minim, paling baru bisa menulis 2-3 halaman. Dengan bergabung bersama teman-teman lainnya tulisan kita bisa dibukukan (kompilasi) tanpa membayar, cukup hanya mengirim karya sebelum deadline. Simple ya, tapi ujian memberantas MALAS yang paling susah. Sudah ada 3 buku mini yang pernah saya ikuti walaupun belum pernah mencoba menulis utuh 1 buku ( 1 buku) tapi tak mengapa, ini adalah batu loncatan untuk menjadi  "The Real Writer" dengan modal kesungguhan.
    Untuk mahasiswa pun saat ini (dan dari dulu) banyak media massa online dan offline (media cetak) yang membuka kesempatan menulis dengan honor yang lumayan.
    Bersambung..........


    Doyan Flappy Bird

    di 10.16
    Reaksi: 
    0 komentar

    Heboh dengan game Flappy Bird membuat saya pun tergoda untuk mencarinya, namun ketika ingin mengunduh Play Store kaget juga. Haha

    Flappy Bird creator removes game from app stores

     
    Dong Nguyen Vietnam-based Dong Nguyen says he has been overwhelmed by the media interest in him and his game
    Flappy Bird is flapping its wings no more. The popular game for mobile devices was removed from online stores on Sunday by its Vietnamese creator, who said its fame "ruins my simple life".
    Dong Nguyen, who created the game in just two to three days, was making as much as $50,000 (£30,482) a day from the game's advertising revenue.
    In several Twitter posts, he said the game's removal was not due to legal issues and that he may make a sequel.
    Mr Dong, who describes himself as a "passionate indie game maker", also said on the micro-blogging site that he will not sell Flappy Bird but that he will still make games.
    Screenshot of Flappy Bird creator Dong Nguyen's Twitter feed
    Flappy Bird creator Dong Nguyen announced his plan to remove the game via social media site Twitter
    Game over Flappy Bird has been downloaded more than 50 million times, making it this year's most popular mobile game so far.
    Launched in May 2013, the game was free to download and required players to tap the screen to keep the bird in flight.
    Despite its simple graphics, Flappy Bird was a notoriously difficult game since many users could only keep the bird in the air for a few seconds before it hits an obstacle and falls.
    The game went viral after being promoted almost entirely by social media users and was reviewed on a YouTube channel by more than 22 million subscribers.
    The official version was only available for Apple and Android devices. It quickly became the number one free game in the Apple App Store and Google Play Store charts.
    Several news sites had noted the similarity between the game and an earlier title called Piou Piou, by a different French developer, as well as the fact that Flappy Bird's main character and obstacles resembled the Cheep-Cheep birds and green pipes found in Nintendo's Super Mario Bros series.
    Forbes had even suggested that Mr Dong could be sued for intellectual property infringement as a result. However, the developer has stated that his decision to pull the title was "not anything related to legal issues".
    User reactions
    Flappy Bird screen shot 
    Flappy Bird is no longer available for downloads
    After Mr Dong took the game down, many fans turned to social media to petition for its return.
    On Twitter, there were widely-used hashtags of #RIPFlappyBird and #SaveFlappyBird, with several "Save Flappy Bird" accounts being spawned as well.
    The game is no longer available through online stores, but it still works on phones that had previously downloaded it.
    As a result, some online users have offered to sell their smartphones still containing the Flappy Birds app for large sums of money.
    However, some fans expressed their relief that the game was gone.
    One user describes Flappy Birds as "an addictive game that everyone hates to love" while another said, "I think it's for the best, and for the best of all the cracked phones out there."
    At least one user has tweeted a photo of a cracked iPhone screen - apparently as a result of frantic tapping whilst playing the game.
    from here http://www.bbc.co.uk/news/technology-26114364 
    Dan benar saya pun sangat menggandrungi game ini, hingga tak terasa 1-2 jam untuk memainkannya. Saya bukan orang yang suka dengan game, tapi alasan saya ikut bermain flappy adalah karena sering sekali mendengar teman yang saling memamerkan skornya, gak di WA, FB dan dimanapun orang membahas itu. Yang penting jangan sampai melalaikan, seperti katanya Nguyen dia membuat game ini untuk selingan saja bukan untuk menghabiskan waktu. Tetap patuhi jadwal harian dan target yang telah dibuat.
    Sekarang yang lagi seru mungkin cupid, tapi tetap saja saya tidak tertarik.. haha...banyak banget kerjaan yang belum diselesaikan.


    Ada kesalahan di dalam gadget ini
     

    Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review