16 Mei 2013

Tulang Rusuk Tak kan Pernah Tertukar ^^

di 22.15
Reaksi: 

Alhamdulillah wa syukurillah

sejenak meninggalkan kegalauan hati melihat teman yang menikah silih berganti. mengalihkan memang tak mudah dimana aku belum punya aktifitas rutin. yah, S1 sih udah kelar (Alhamdulillah) tapi SIM (surat izin Mengajar ) apalagi SIM (Surat Izin Menikah) dari ortu belum dapet juga. Prinsipku bahwa "apapun yang orang tua katakan TURUTI dan IKUTI nasihatnya" kan memang kita masih hak orang tua walau merasa matang secara usia.

oya, cerita dulu ah.. sejak beberapa teman menikah memang ada rasa-rasa "ingin" juga. Wajarlah, cewek normal gituh. ditambah sinyal-sinyal yang semakin kuat mengudara, entah tower apa yang begitu kuatnya hingga beberapa teman pun menangkap sinyal itu. mulai dari mbak2 (mbaknya temanku) tinggal di Bandung dan kami lamaaa banget gak ketemu yang tiba2 kirim message banyak banget yang menanyakan kenapa belum nikah, kapan, mengapa (5W+1H) lah. sampai2 mau dicarikan sama si mbak itu, aiiih baik banget mbak. nasehatnya padaku "Lanjut pendidikan bagus, tapi kamu itu eman lo ning gak nikah dulu". duh mbakyu pengennya aku ikuti saranmu, tapi....

Ahad 1 di pondok sekian lama tak bertemu Ustadzah yang subhanallah ilmunya bak sumur di tengah padang sahara, airnya menyegarkan hingga dikira surga #apaan ini. Pengajian itu banyak nyebut2 "nyindir" aku si alumni yang males "sowan" ke pondok.. malunyaaaa...
diakhir halaqoh Ustadzah yang q anggap ibu ke-2 menanyakan mulai aktifitas serta menasihati agar segera menikah. apa lagi yang dicari perempuan jika usianya telah cukup, wanita memang tak wajib tuk mencari nafkah. Juga tak baik menunda menikah, Orang tua akan berdosa bila anak gadisnya sampai pacaran bahkan bermaksiat karena dihalang-halangi untuk menikah. "Ayo orang tuamu dikasih pengertian ini, dosa lo larang2 anaknya menikah padahal telah mampu, ada jodoh. po mau tak carikan? -Gleeeg.. cerita usai disini 

Trus esoknya sore hari berangkat rapat badko Kalasan, disini pun tak sengaja (rencana Allah pastinya) aku duduk sebelahan sama mbak2 yang ternyata temen seangkatanku kuliah, ini istrinya Ust .Wahyu. woow.. baru kenal padahal tapi udah luar dalam aja nasehatin aku (sampe aku ga tau apa isi rapat sore itu). 
Lebih kurang sama pertanyaannya (5W+1H) juga. yang paling ngancem tuh kata2nya "Jangan berani-berani loh nolak ikhwan yang baik agamanya". Dia pun bercerita ketika semester 6 menikah orang tuanya belum mengizinkan namun si calon suami dengan sungguh-sungguh meyakinkan orang tua si calon istri. Alhamdulillah sekarang hidup lebih tenang katanya, suami saya jadi tulang punggung bahkan ortu kami yang dulu kurang yakin pun kini "ngandelke" kami untuk urusan apapun. Wah.. berbinar-binar aku mendengar segala ceritanya. 
dan beberapa kisah lagi yang mengusik hati (koq yo beruntutan ketemu orang2 yg spiritnya oke gini)

Terakhir saat mulai menenangkan diri, sambil menyalakan laptop, ngonekin internet. eladalaaah... aq mbaca postingan mbak2 yang judulnya mirip #mirip apa ya.. Jadi mbak2 itu dilarang keras menikah dan harus menyelesaikan s2 nya dulu. Namun, si Ikhwan yang gigih itu datang hingga akhirnya sungai menemukan muaranya #syahdu lah pokoke

Yah, itulah kalian dan ini aku. aku tak ingin egois namun aku menunggu ridho. Ridho hingga orang tua dengan  ikhlas bertitah padaku. Ridho yang menjadikan tiket surga di kakinya untukku. Ridho yang menjadikan bumi pun bertasbih. semoga.. segera.. Doanya...

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review