6 November 2013

Pak Muqowim,

di 09.09
Reaksi: 
Mengawali Tahun Baru 1435 H ini,,
Perbaiki diri dan Konsisten terhadap target..
Bismillah, 

Saya mau cerita tentang dosen/ orang2 yang saya kagumi selain..Ayah--Ibu yang otomatis jd motivator no 1
inspirasi, samudra tak bertepi
Ada dosen di kampus saya yang cukup menyita perhatian, awal kuliah dg beliau sudah terasa dosen ini punya inner yang kuat.
gelap bgt :D
buber dirumah
paling kiri (berdiri) yg senyum

Duuh, saya gak punya dokumentasi pribadi beliau,, yang penting hikmahnya deh ya,, 
Begini, awal dapat kuliah pak Muqowim disemester 6 SPI pembelajarannya pun asik. Yah, memang resiko sering ditinggal karena banyak tugas domestik pastilah biasa, tapi disela-sela belajar kadang beliau minta kita meringkas isi kuliah hari itu, dan  ternyata setelah dikumpul beliau hanya berkata
"mbak A..karakter kamu tolong dikurangi emosinya, jgn suka melihat kebelakang, prioritaskan yang sekarang kamu fokuskan, bla..bla.. blaa..
Dahi kami mengkerut.. ha... Sejarah Pendidikan Islamnya mana bapak??
dan begitulah.. beliau punya ilmu membaca karakter lewat tulisan, termasuk tanda tangan, apakah ada orientasi masa depan, atau masih terhantui masa lampau.. Ajiiib

Bukan mistis,, karena ternyata ilmu ini ada teorinya (saya cuma lihat beberapa buku di pajang di rak Gramedia).. hmm..mungkin bapak ini belajar dari sini..

Pertemuan ke II tepatnya saat PPL KKN UIN SUka saya dapat di MAN Yogyakarta 1 alamatnya disini http://www.man1-yog.sch.id/html/index.php.
DPL (dosen pembimbing lapangan) saya awalnya Bu Nadhifah, saya kenal akrab karena awal masuk UIN ini dikenalkan kepala sekolah. Karena beliau juga sudah bertugas maka kami diganti dengan Bapak Muqowim.. wooow senang sekali,,

Di MAN 1 banyak sekali kesempatan ngbrol dan mendengarkan petuah dari beliau. 
ketika sedang galau-galaunya mikir skripsi gimana, nanti gak bisa wisuda desember karena sertifikat PPL kami belum keluar beliau hanya menasehati, kurang lebih : 
"Tau tidak yang megang hati dekan, dosen bahkan rektor sekalipun siapa?" Spontan menjawab "Allah pak",Nah, kalau sudah tahu Allah yang berkuasa atas hati mereka kenapa risau?, apa sudah minta ke Allah?malu..dan baru tersadar kalau saya hanya memikirkan masalah tanpa ingat pemilik solusi *_*

Begitulah, setiap kali ada ganjalan langsung briefing dengan beliau bergantian mencurhatkan masalahnya. Ketika akan mengisi training guru-guru beliau datang sedikit terlambat dan masih bertanya kepada saya "kamar mandi mana mbak, sudah dhuha?"
SAmbil telan ludah,, "Iya pak,, mari saya antar"
Setelah wudhu bapak bilang 
"Usahakan setiap mau ngajar, ketemu orang yang disegani, kerja, kuliah, kondisi selalu wudhu, sholat 2 rokaat minta dimudahkan sama Allah, setelah acara selesai sholat lagi dan "laporkan ke Allah apa yang terjadi tadi"Kata beliau sambil memasuki ruangan..

"Kita bebas menentukan sebab tapi tak bebas menentukan akibat"

"Mas, Mbak.. kalau malam suka tahajud ndak?" tanya beliau suatu waktu
"Hehe..." jawab kami nyengir kuda

"Usahakan rutin, Allah tunggu lo. Minta apa ni hambaku..

dan banyak lagi...
Tetapi ketika ditanya,, "Bapak FB, Twiter, Blognya mana?
wah saya gak sempat ngurusi semuanya mbak., gpp kan kalo gak punya yang penting ini (hati dan akal) terus diisi..
Mak jleeeeeb lagi....
Bener lo pak, semuanya melenakan.. Mau garap makalah, bersih2 rumah jadi malas dan ditunda2 

*Selektif thd sosmed, lanjut bersih2 rumah..bikin bakwan..nyapu.. ngepel lagi ah

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review