15 Oktober 2013

Belajar dari Ibrahim AS

di 20.40
Reaksi: 

Allahu Akbar Allahu Akbar..La Ilaha Illallahu Allahu akbar, Allahu Akbar walillahil hamdu
Luhurnya akhlak Ibrahim pesona tersensendiri. Pantaslah ia jadi "bapaknya para Nabi"
sosok penuh Rahmat yang Allah turunkan, ibrah untuk kita semua
kisah Ibrahim tentu kita tidak asing lagi
beberapa point penting :

  • Sejak kecil ia hidup ditengah keluarga yang politeis, tentu sangat riskan dan kecil kemungkinan bila ia tak sepaham dengan orang tuanya. tapi tidak dengan Ibrahim kecil, sinyal Tauhid ia tangkap lewat indrawi. Bagaiman melihat, bintang--bulan--matahari yang pada akhirnya ia sangsikan bahwa dibalik semua ini ada Tuhan yang paling Agung. Intuisi Ibrahim kecil bekerja dengan sempurna
  • Dimasa mudanya, ia ditentang oleh Namrrud, Raja lalim yang kemudian menghukum Ibrahim dengan membakarnya di api yang sangat panas. Tapi dengan perlindungan Allah api menjadi dingin (QS Al-Anbiyaa [21]: 69)
  • Ketika Ismail kecil lahir, Allah perintahkan untuk hijrah ke Bakkah (Makkah) dimana saat itu padang yang tandus lagi gersang. merespon dengan keimanan tanpa ragu ia meninggalkan anak-istrinya bukan karena tega. Justru cinta yang jadi alasan. Hingga kini syariat Haji tetap lestari
  • Setelah lama menikah, tak jua diberkahi putra. Maka kemudian dia sempat berkata kurang lebihnya "Aku sanggup bersedekah dengan harta sebanyak apapun termasuk jika aku punya anak akan ku sembelih ia jika Allah yang memerintah). Hingga akhirnya syariat kurban pun tetap lestari hingga kini
Ibrahim menanggapi semua hal dalam hidupnya dengan SABAR, dan menjalani tiap step hidupnya dengan ketulususan. Inilah makna qurban yang hakiki, bukan sebatas mengenang penyembelihan Ismail. Tapi meneladani akhlak bapak-anak-Ibu..potret satunya keluarga dalam bingkai Iman yang Hanif.


0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review