12 Januari 2012

Orientasi Mahasiswa Baru dan Pendidikan Karakter

di 09.26
Reaksi: 
Character education is the deliberate effort to help people understand, care about, and act upon core ethical values
(Thomas Lickona)
When we think about the kind of character we want for our children, it’s clear that we want them to be able to judge what is right, care deeply about what is right, and then do what they believe to be right—even in the face of pressure from without and temptation from within
(Thomas Lickona)

          Hari-hari yang melelahkan dan cukup berat telah dilewati maba (sapaan untuk mahasiswa baru) setelah melewati serangkaian “ritual” memasuki kampus putih ini. Diawal perkenalan mungkin terkagetkan dengan berbagai dialektika, wacana, dan berbagai kalimat hentakan yang cukup membakar adrenalin. Tahun ini sospem (sosialisasi pembelajaran) dilakukan sebelum opak (orientasi dan pengenalan akademik kampus), yang berarti memberi kesempatan pada para dosen untuk lebih dulu memperkenalkan kampus dan segala aktifitas perkuliahan dengan bahasa ilmiahnya. Baru setelah itu mahasiswa yang menangani maba ini saat opak. Saya membayangkan dahulu setelah opak dan memasuki bangku perkuliahaan ada tanda tanya besar. Seakan bekal-bekal dan semangat tinggi selama 3 hari itu  sulit diaplikasikan dalam kelas, kadang malah merasa dididik menjadi pemberontak (subyektif ini).
         Penyelenggaraan opak atau apapun namanya (OSPEK, PPM dll) yang bermaksud mengenalkan kampus pada mahasiswa baru memang sangat penting mengingat mereka anak baru dan inilah kesempatan mereka mengenal kampusnya dengan baik, karena bila aktifitas belajar telah dimulai sangat tidak nyaman bila mereka tidak tahu kampusnya. Tak kenal maka tak sayang mungkin itulah kata yang tepat. Pemerintah telah melarang adanya perpeloncoan dan kekerasan fisik saat opak, tentu setelah beberapa kasus yang terjadi di suatu kampus bahkan menelan korban jiwa.
          Beberapa bulan lalu saat masa-masa opak berlangsung saya melewati Jalan Solo dan melihat ada anak-anak usia remaja yang mengenakan baju putih hitam, yang perempuan rambut dikucir 2 dan diberi pita kuning merah, memakai topi koran, kaos kaki beda warna dan dilehernya dililitkan berbagai rafia aneka warna. Siswa laki-laki juga memakai kaos kaki beda warna, rafia dan topi koran lalu mereka diarak sepanjang jalan yang tentu mengundang perhatian orang yang melihatnya. Lalu ditempat berbeda yang tidak jauh dari situ ada juga kelompok serupa. Mungkin memang ini hanya minoritas, tapi sempat membuat dahi berkerut mempertanyakan manfaat apa yang mereka dapat dengan dandanan seperti itu?
Memupuk karakter lewat opak“character is the sum of all the qualities that make you who you are. It’s your values, your thoughts, your words, your actions” (www.educationplanner.org). Karakter adalah keseluruhan nilai-nilai, pemikiran, perkataan, dan perilaku atau perbuatan yang telah membentuk diri seseorang. Jadi karakter adalah jadi diri yang terbentuk melalui proses  pembiasaan yang teraplikasi dalam pola pikir, sikap dan perilakunya.

           Menurut  Thomas Lickona Pendidikan karakter adalah:
“Character education is the deliberate effort to help people understand, care about, and act upon core ethical values”.“Pendidikan karakter adalah usaha sengaja (sadar) untuk membantu manusia memahami, peduli tentang, dan melaksanakan nilai-nilai etika inti”.
         Tentu opak yang hanya 3 hari atau paling lama seminggu harapannya dapat dimaksimalkan untuk menumbuhkan sikap, etika dan wawasan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Berbagai cara dapat dilakukan seperti mengorganisir kegiatan dengan hal-hal yang memacu semangat belajar seperti tugas meresume, membuat karya ilmiah perkelompok, survey sederhana sesuai agenda kampus, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pembangunan karakter. Ketika menjadi mahasiswa, seorang anak perlahan beralih menjadi manusia dewasa yang tentunya memiliki kebutuhan berbeda dari sebelumnya dan disinilah saatnya peran kampus memberi bekal sebagai gerbang awal menjadi mahasiswa unggul.
 

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Lima Belas Menit Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review